Prajurit Yonif 117/KY Bersihkan Lumpur Pasca Banjir di SD Swasta Dharma Patria Aceh Tamian

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Rabu 7-1-2026 Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat dan dunia pendidikan yang terdampak bencana alam, sebanyak 18 orang prajurit Batalyon Infanteri 117/Ksatria Yudha (KY) melaksanakan kegiatan pembersihan lumpur pascabanjir bandang dan tanah longsor di SD Swasta Dharma Patria, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang.

Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut mengakibatkan sejumlah fasilitas sekolah tertutup lumpur dan sisa material, sehingga menghambat aktivitas belajar mengajar. Menyikapi kondisi tersebut, prajurit Yonif 117/KY turun langsung ke lokasi untuk membantu percepatan pemulihan lingkungan sekolah agar dapat kembali digunakan secara normal.

Kegiatan pembersihan difokuskan pada ruang-ruang kelas, halaman sekolah, serta fasilitas penunjang lainnya yang terdampak lumpur. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, para prajurit bekerja bahu-membahu bersama pihak sekolah membersihkan sisa material banjir, mengangkat lumpur, serta menata kembali lingkungan sekolah agar lebih aman dan layak digunakan.

Komandan Batalyon Infanteri 117/KY, Letkol Inf Dikdik Sukayat, menyampaikan bahwa keterlibatan prajurit dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas TNI Angkatan Darat dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam penanggulangan serta pemulihan pascabencana alam.

“Kehadiran prajurit TNI di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat nyata serta membantu meringankan beban warga, terutama dalam mempercepat pemulihan fasilitas umum yang sangat penting seperti sarana pendidikan,” ujar Danyon.

Ia menambahkan bahwa sekolah merupakan tempat strategis dalam mencetak generasi penerus bangsa, sehingga perlu mendapat perhatian bersama agar proses pendidikan tidak terhenti terlalu lama akibat bencana alam. Oleh karena itu, Yonif 117/KY berupaya memberikan kontribusi terbaik sesuai kemampuan yang dimiliki.

Pihak SD Swasta Dharma Patria menyambut baik serta mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh prajurit Yonif 117/KY. Mereka menilai kehadiran TNI sangat membantu, mengingat keterbatasan tenaga dan peralatan yang dimiliki pihak sekolah dalam menangani dampak bencana tersebut.

Dengan dilaksanakannya kegiatan pembersihan ini, diharapkan aktivitas belajar mengajar di SD Swasta Dharma Patria dapat kembali berjalan normal dalam waktu dekat, sehingga para siswa dapat melanjutkan proses pendidikan dengan aman dan nyaman.

Melalui kegiatan kemanusiaan tersebut, Yonif 117/KY menegaskan komitmennya untuk senantiasa hadir dan berperan aktif di tengah masyarakat, sejalan dengan semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta pengabdian tanpa batas dalam setiap kondisi, termasuk pada masa pemulihan pascabencana alam..

Prajurit Yonarmed 17/Rencong Cakti Bersihkan Meunasah Krueng Baroh, Pidie Jaya

Pidie Jaya ( Aceh dalam berita ) Rabu 7-1-2026 Wujud nyata kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap masyarakat kembali ditunjukkan oleh ratusan personel Batalyon Armed 17/Rencong Cakti (RC) Kodam Iskandar Muda. Mereka melaksanakan kegiatan karya bhakti pembersihan Meunasah Krueng Baroh yang terdampak banjir di Desa Mayang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.

Meunasah yang menjadi pusat kegiatan ibadah dan sosial masyarakat tersebut tertimbun lumpur dengan ketebalan mencapai kurang lebih satu meter akibat banjir yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Kondisi tersebut mengakibatkan aktivitas ibadah dan kegiatan keagamaan masyarakat tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Meski dihadapkan dengan lumpur tebal yang telah mengendap dan mengeras, semangat para prajurit Yonarmed 17/RC tidak surut. Dengan penuh keikhlasan dan kebersamaan, para prajurit bahu-membahu membersihkan lumpur yang menutupi lantai, dinding, serta lingkungan sekitar meunasah.
Dalam pelaksanaan pembersihan tersebut, para prajurit menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, arco, serta alat manual lainnya. Lumpur yang mengendap diangkat sedikit demi sedikit, kemudian dibuang ke tempat yang telah disiapkan. Proses pembersihan dilakukan secara bergotong royong, cepat, dan terkoordinasi demi mempercepat pemulihan fungsi meunasah.

Komandan Batalyon Armed 17/RC, Letnan Kolonel Arm Denapoleon Jayakarta, S.Sos., di sela-sela kegiatan menyampaikan bahwa karya bhakti ini merupakan bagian dari komitmen TNI AD untuk selalu hadir di tengah kesulitan masyarakat, khususnya dalam membantu pemulihan pascabencana.

“Meunasah memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Oleh karena itu, kami berupaya membantu agar meunasah ini dapat segera digunakan kembali oleh warga,” ujar Danyon.

Lebih lanjut, Letkol Arm Denapoleon menambahkan bahwa keterlibatan prajurit dalam kegiatan sosial seperti ini merupakan implementasi dari nilai-nilai kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui kegiatan karya bhakti, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara TNI dan masyarakat.

Ia juga menuturkan bahwa kegiatan pembersihan ini tidak hanya bertujuan untuk membersihkan lumpur semata, tetapi juga untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat pascabencana.

Danyon menegaskan bahwa Yonarmed 17/RC akan selalu siap mendukung pemerintah daerah dan masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana maupun pemulihan fasilitas umum yang terdampak, sesuai dengan tugas dan fungsi TNI dalam operasi militer selain perang (OMSP).

“Selama masih dibutuhkan, kami siap membantu. Ini adalah bentuk pengabdian kami kepada rakyat dan negara,” tegasnya.

Letkol Arm Denapoleon Jayakarta, S.Sos., berharap dengan dilaksanakannya kegiatan pembersihan ini, Meunasah Krueng Baroh dapat segera difungsikan kembali sehingga aktivitas ibadah dan kegiatan keagamaan masyarakat dapat berjalan normal seperti sediakala.

Sementara itu, bapak Syahrul, salah satu warga Desa Mayang Cut, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada prajurit Yonarmed 17/RC yang telah membantu membersihkan meunasah di desanya.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada TNI, khususnya Yonarmed 17/RC. Kehadiran para prajurit sangat membantu kami yang keterbatasan tenaga dan peralatan,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat, mengingat meunasah merupakan sarana ibadah yang vital bagi kehidupan sehari-hari warga desa.

Syahrul berharap sinergi dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik, serta mendoakan agar para prajurit senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Wagub Aceh Desak Percepatan Data Pascabencana demi Percepatan Bantuan

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Rabu 7-1-2026 Pemerintah Aceh menggelar rapat percepatan penyerahan data kerusakan rumah pascabencana di Kantor Gubernur Aceh, Rapat tersebut diikuti para kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait, serta bupati dan wali kota dari daerah terdampak yang mengikuti secara daring.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menegaskan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyiapkan bantuan lauk pauk sebesar Rp450 ribu per jiwa bagi warga terdampak yang akan menempati hunian sementara (huntara). Namun, Pemerintah Aceh mengusulkan agar bantuan tersebut dapat disalurkan lebih awal, tanpa menunggu warga resmi menempati huntara.

“Prinsipnya, bantuan harus hadir lebih cepat. Jangan menunggu masyarakat pindah ke huntara, sementara kebutuhan hidup mereka mendesak,” tegas Fadhlullah.

Ia menjelaskan, Kemensos akan sepenuhnya berpatokan pada data yang diusulkan oleh pemerintah kabupaten dan kota. Selain bantuan bagi penghuni huntara, pemerintah juga menyiapkan bantuan bagi warga yang mengungsi ke rumah keluarga atau kerabat, yakni sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga (KK) per bulan.

Dalam arahannya, Fadhlullah juga menekankan pentingnya keseragaman surat keputusan (SK) penetapan kerusakan rumah. Seluruh rumah terdampak, baik kategori rusak ringan, sedang, maupun berat, diusulkan menerima dana perabotan sebesar Rp3 juta per unit. Kebijakan ini diambil mengingat hampir seluruh rumah terdampak banjir mengalami kerusakan perabotan yang tidak lagi dapat digunakan.

Untuk mempercepat realisasi bantuan, pengusulan data akan dilakukan dalam dua tahap. Pemerintah Aceh menargetkan data tahap pertama sudah diserahkan sebelum 15 Januari 2026, sehingga masyarakat dapat segera menerima bantuan jaminan hidup (jadup) dari Kemensos maupun dana perabotan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir, mengingatkan pemerintah kabupaten dan kota agar memastikan keabsahan dan akurasi data yang diusulkan. Pasalnya, data tersebut akan menjadi dasar penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) dan tidak dapat diubah setelah disahkan pemerintah pusat.

“Program rehabilitasi dan rekonstruksi akan berjalan sesuai data R3P. Karena itu, validitas data menjadi kunci agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” ujar M Nasir. []

Wagub Aceh Desak Percepatan Data Pascabencana demi Percepatan Bantuan

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Rabu 7-1-2026 Pemerintah Aceh menggelar rapat percepatan penyerahan data kerusakan rumah pascabencana di Kantor Gubernur Aceh, Rapat tersebut diikuti para kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait, serta bupati dan wali kota dari daerah terdampak yang mengikuti secara daring.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menegaskan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyiapkan bantuan lauk pauk sebesar Rp450 ribu per jiwa bagi warga terdampak yang akan menempati hunian sementara (huntara). Namun, Pemerintah Aceh mengusulkan agar bantuan tersebut dapat disalurkan lebih awal, tanpa menunggu warga resmi menempati huntara.

“Prinsipnya, bantuan harus hadir lebih cepat. Jangan menunggu masyarakat pindah ke huntara, sementara kebutuhan hidup mereka mendesak,” tegas Fadhlullah.

Ia menjelaskan, Kemensos akan sepenuhnya berpatokan pada data yang diusulkan oleh pemerintah kabupaten dan kota. Selain bantuan bagi penghuni huntara, pemerintah juga menyiapkan bantuan bagi warga yang mengungsi ke rumah keluarga atau kerabat, yakni sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga (KK) per bulan.

Dalam arahannya, Fadhlullah juga menekankan pentingnya keseragaman surat keputusan (SK) penetapan kerusakan rumah. Seluruh rumah terdampak, baik kategori rusak ringan, sedang, maupun berat, diusulkan menerima dana perabotan sebesar Rp3 juta per unit. Kebijakan ini diambil mengingat hampir seluruh rumah terdampak banjir mengalami kerusakan perabotan yang tidak lagi dapat digunakan.

Untuk mempercepat realisasi bantuan, pengusulan data akan dilakukan dalam dua tahap. Pemerintah Aceh menargetkan data tahap pertama sudah diserahkan sebelum 15 Januari 2026, sehingga masyarakat dapat segera menerima bantuan jaminan hidup (jadup) dari Kemensos maupun dana perabotan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir, mengingatkan pemerintah kabupaten dan kota agar memastikan keabsahan dan akurasi data yang diusulkan. Pasalnya, data tersebut akan menjadi dasar penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) dan tidak dapat diubah setelah disahkan pemerintah pusat.

“Program rehabilitasi dan rekonstruksi akan berjalan sesuai data R3P. Karena itu, validitas data menjadi kunci agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” ujar M Nasir. []

Wagub Aceh Desak Percepatan Data Pascabencana demi Percepatan Bantuan

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Rabu 7-1-2026 Pemerintah Aceh menggelar rapat percepatan penyerahan data kerusakan rumah pascabencana di Kantor Gubernur Aceh, Rapat tersebut diikuti para kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait, serta bupati dan wali kota dari daerah terdampak yang mengikuti secara daring.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menegaskan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyiapkan bantuan lauk pauk sebesar Rp450 ribu per jiwa bagi warga terdampak yang akan menempati hunian sementara (huntara). Namun, Pemerintah Aceh mengusulkan agar bantuan tersebut dapat disalurkan lebih awal, tanpa menunggu warga resmi menempati huntara.

“Prinsipnya, bantuan harus hadir lebih cepat. Jangan menunggu masyarakat pindah ke huntara, sementara kebutuhan hidup mereka mendesak,” tegas Fadhlullah.

Ia menjelaskan, Kemensos akan sepenuhnya berpatokan pada data yang diusulkan oleh pemerintah kabupaten dan kota. Selain bantuan bagi penghuni huntara, pemerintah juga menyiapkan bantuan bagi warga yang mengungsi ke rumah keluarga atau kerabat, yakni sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga (KK) per bulan.

Dalam arahannya, Fadhlullah juga menekankan pentingnya keseragaman surat keputusan (SK) penetapan kerusakan rumah. Seluruh rumah terdampak, baik kategori rusak ringan, sedang, maupun berat, diusulkan menerima dana perabotan sebesar Rp3 juta per unit. Kebijakan ini diambil mengingat hampir seluruh rumah terdampak banjir mengalami kerusakan perabotan yang tidak lagi dapat digunakan.

Untuk mempercepat realisasi bantuan, pengusulan data akan dilakukan dalam dua tahap. Pemerintah Aceh menargetkan data tahap pertama sudah diserahkan sebelum 15 Januari 2026, sehingga masyarakat dapat segera menerima bantuan jaminan hidup (jadup) dari Kemensos maupun dana perabotan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir, mengingatkan pemerintah kabupaten dan kota agar memastikan keabsahan dan akurasi data yang diusulkan. Pasalnya, data tersebut akan menjadi dasar penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) dan tidak dapat diubah setelah disahkan pemerintah pusat.

“Program rehabilitasi dan rekonstruksi akan berjalan sesuai data R3P. Karena itu, validitas data menjadi kunci agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” ujar M Nasir. []