Satgas Gulbencal TNI Laksankan Pembersihan PAUD Alfia Pidie Jaya, Pascabanjir Bandang

Pidie Jaya  ( Aceh dalam berita ) Senin 12-1-2026 Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) TNI dari Kodim 0102/Pidie bersama Yonif TP 836/Brahma Yudha melaksanakan pembersihan fasilitas pendidikan PAUD Alfia di Desa Blang Cut Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Kegiatan tersebut.

Akai ini merupakan wujud kepedualian dan Komitmen TNI sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pasca bencana, khususnya di sektor pendidikan.

PAUD Alfia merupakan salah satu sarana pendidikan yang mengalami kerusakan cukup berat akibat bencana alam tersebut. Bangunan sekolah tertutup lumpur tebal, sampah, serta material sisa banjir yang mengakibatkan terhentinya kegiatan belajar mengajar.

Sejumlah personel TNI yang tergabung dalam satgas penanggulangan bencana alam di dikerahkan untuk melaksanakan pembersihan ruang kelas, halaman sekolah, dan fasilitas pendukung dengan menggunakan peralatan manual serta dukungan alat berat.

Komandan Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., menyampaikan bahwa pembersihan PAUD Alfia menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan pendidikan anak-anak usia dini pasca bencana.

“Kami memprioritaskan pembersihan fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan berat, termasuk PAUD Alfia, agar proses belajar mengajar di wilayah terdampak dapat segera kembali berjalan dalam kondisi yang aman, bersih, dan layak,” tegas Dandim 0102/Pidie.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pengerahan personel, alat berat, serta peralatan manual seperti cangkul dan sekop dilakukan untuk mempercepat pengangkatan material lumpur yang mengendap cukup tebal di dalam ruangan maupun area sekolah, sehingga sarana pendidikan dapat segera difungsikan kembali.

Kepala Sekolah PAUD Alfia, Rizki Maydia, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh TNI. Ia menjelaskan bahwa kondisi sekolah sebelum dilakukan pembersihan sangat tidak memungkinkan untuk digunakan, sehingga kegiatan belajar mengajar sementara waktu dilaksanakan di bawah tenda darurat.

“Material lumpur menumpuk hingga hampir setinggi tiga meter dan tidak dapat kami tangani secara mandiri. Kehadiran dan bantuan TNI sangat membantu serta menjadi harapan besar bagi para guru, peserta didik, dan wali murid agar anak anak dapat kembali belajar dengan nyaman dan normal,” ujarnya.

Kegiatan pembersihan PAUD Alfia ini merupakan bagian dari rangkaian upaya pemulihan pascabencana yang dilaksanakan oleh Satgas Gulbencal Kodam Iskandar Muda.

Selain mempercepat pemulihan sarana pendidikan, kegiatan tersebut juga mencerminkan komitmen TNI dalam mendukung pemulihan kehidupan masyarakat serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah terdampak bencana alam.

Polres Bireuen Kebut Pembersihan SD Negeri 11 Peusangan Agar Kegiatan Belajar Kembali Normal

Bireuen  ( Aceh dalam berita ) Senin 12-1-2026  Pasca bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, berbagai infrastruktur publik terdampak, termasuk fasilitas pendidikan. Salah satu sekolah yang mengalami kerusakan dan dipenuhi lumpur akibat banjir adalah SD Negeri 11 Peusangan, Kabupaten Bireuen.

Guna memastikan proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal, personel Polres Bireuen melakukan pembersihan intensif di sekolah tersebut.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan pembersihan dilakukan secara gotong royong oleh personel Polres Bireuen dengan menargetkan percepatan pemulihan fasilitas sekolah.

“Personel Polres Bireuen bekerja bahu membahu untuk mengebut pembersihan SD Negeri 11 Peusangan agar dapat segera digunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar,” ujar Kabid Humas.

Ia menambahkan, percepatan pembersihan ini bertujuan agar para siswa dan tenaga pendidik dapat kembali melaksanakan proses pendidikan dengan aman dan nyaman pasca banjir.

“Dengan dikebutnya pembersihan, diharapkan proses belajar mengajar dapat segera terselenggara kembali secara normal,” jelasnya.

Menurutnya, pembersihan yang dilakukan secara intensif membuahkan hasil nyata, di mana material dan lumpur sisa banjir berhasil dibersihkan dari lingkungan sekolah.

“Polri hadir sebagai bentuk kepedulian dan memberikan solusi demi keamanan serta kenyamanan masyarakat, khususnya kalangan pelajar, agar fasilitas pendidikan dapat kembali dimanfaatkan,” tutup Kabid Humas.

Prajurit Yonif 117/KY Bersihkan lumpur sisa banjir MIN 4 Kuala Simpang

Aceh Tamiang  ( Aceh dalam berita ) Senin 12-1-2026 Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan pendidikan, prajurit Batalyon Infanteri 117/Ksatria Yudha melaksanakan kegiatan pembersihan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Kuala Simpang yang berlokasi di Kampung Durian, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang,

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan penuh semangat dan rasa kebersamaan. Sasaran pembersihan meliputi ruang kelas, halaman sekolah, saluran air, serta lingkungan sekitar sekolah guna menciptakan suasana belajar yang bersih, sehat, dan nyaman bagi para siswa serta tenaga pendidik.

Kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen TNI AD dalam mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat serta mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang kondusif.

Lagi, TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Bener Meriah  ( Aceh dalam berita ) Senin 12-1-2026 Prajurit TNI kembali menunjukkan dedikasi dan komitmennya dalam membantu masyarakat dengan menuntaskan perbaikan jembatan yang terputus akibat bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, termasuk Kabupaten Bener Meriah. Upaya pemulihan infrastruktur ini dilaksanakan sebagai langkah cepat untuk memulihkan akses transportasi dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Dalam pelaksanaan tugas kemanusiaan tersebut, TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Jalur ini merupakan akses vital yang menghubungkan beberapa kabupaten dan menjadi urat nadi pergerakan masyarakat serta distribusi logistik.

Jembatan Jamur Ujung 1 dibangun dengan tipe Bailey 3-1 sepanjang 36 meter atau 15 petak. Pembangunan jembatan ini menggunakan material dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Garuda) serta dukungan material dari Yonzikon 13/KE dan Yonzikon 14/SWS. Sebanyak 60 personel dari satuan Menzikon, yang terdiri dari Yonzikon 13/KE dan Yonzikon 14/SWS, dikerahkan dalam pengerjaan jembatan ini. Pembangunan jembatan tersebut ditargetkan selesai pada Januari 2026 dan berhasil dirampungkan lebih cepat dengan progres mencapai 100 persen pada 7 Januari 2026.

Sementara itu, Jembatan Jamur Ujung 2 dibangun dengan tipe Bailey 2-1 (Akropanel) dengan panjang 24 meter atau 8 petak. Material jembatan berasal dari Denzipur 3/ATD. Pengerjaan jembatan ini melibatkan personel dari Yonzikon 13/KE sebanyak 27 orang dan Yonzikon 14/SWS sebanyak 17 orang. Jembatan Jamur Ujung 2 juga berhasil diselesaikan sesuai target dengan progres 100 persen pada 11 Januari 2026.

Salah seorang warga setempat, Umar, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kerja keras prajurit TNI yang telah membangun kembali jembatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa sejak jembatan terputus akibat banjir bandang, aktivitas warga menjadi sangat terbatas, terutama dalam mengangkut hasil pertanian dan keperluan sehari-hari.

Ia menuturkan bahwa keberadaan jembatan ini sangat penting bagi masyarakat karena menjadi satu-satunya akses penghubung antarwilayah. Dengan rampungnya pembangunan jembatan, mobilitas warga kembali normal dan roda perekonomian perlahan dapat bergerak kembali.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menghadirkan solusi nyata atas kesulitan yang dialami warga pasca bencana. Menurutnya, prajurit TNI telah bekerja tanpa mengenal lelah, siang dan malam, demi memastikan jembatan dapat segera digunakan.

Beliau berharap sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik, khususnya dalam menghadapi situasi darurat dan bencana alam di masa mendatang. Ia juga mendoakan agar seluruh prajurit TNI senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Rampungnya dua jembatan Bailey di Jamur Ujung ini menjadi bukti nyata peran aktif TNI dalam membantu percepatan pemulihan infrastruktur pasca bencana serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Lagi, TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Bener Meriah  ( Aceh dalam berita ) Senin 12-1-2026 Prajurit TNI kembali menunjukkan dedikasi dan komitmennya dalam membantu masyarakat dengan menuntaskan perbaikan jembatan yang terputus akibat bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, termasuk Kabupaten Bener Meriah. Upaya pemulihan infrastruktur ini dilaksanakan sebagai langkah cepat untuk memulihkan akses transportasi dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Dalam pelaksanaan tugas kemanusiaan tersebut, TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Jalur ini merupakan akses vital yang menghubungkan beberapa kabupaten dan menjadi urat nadi pergerakan masyarakat serta distribusi logistik.

Jembatan Jamur Ujung 1 dibangun dengan tipe Bailey 3-1 sepanjang 36 meter atau 15 petak. Pembangunan jembatan ini menggunakan material dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Garuda) serta dukungan material dari Yonzikon 13/KE dan Yonzikon 14/SWS. Sebanyak 60 personel dari satuan Menzikon, yang terdiri dari Yonzikon 13/KE dan Yonzikon 14/SWS, dikerahkan dalam pengerjaan jembatan ini. Pembangunan jembatan tersebut ditargetkan selesai pada Januari 2026 dan berhasil dirampungkan lebih cepat dengan progres mencapai 100 persen pada 7 Januari 2026.

Sementara itu, Jembatan Jamur Ujung 2 dibangun dengan tipe Bailey 2-1 (Akropanel) dengan panjang 24 meter atau 8 petak. Material jembatan berasal dari Denzipur 3/ATD. Pengerjaan jembatan ini melibatkan personel dari Yonzikon 13/KE sebanyak 27 orang dan Yonzikon 14/SWS sebanyak 17 orang. Jembatan Jamur Ujung 2 juga berhasil diselesaikan sesuai target dengan progres 100 persen pada 11 Januari 2026.

Salah seorang warga setempat, Umar, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kerja keras prajurit TNI yang telah membangun kembali jembatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa sejak jembatan terputus akibat banjir bandang, aktivitas warga menjadi sangat terbatas, terutama dalam mengangkut hasil pertanian dan keperluan sehari-hari.

Ia menuturkan bahwa keberadaan jembatan ini sangat penting bagi masyarakat karena menjadi satu-satunya akses penghubung antarwilayah. Dengan rampungnya pembangunan jembatan, mobilitas warga kembali normal dan roda perekonomian perlahan dapat bergerak kembali.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menghadirkan solusi nyata atas kesulitan yang dialami warga pasca bencana. Menurutnya, prajurit TNI telah bekerja tanpa mengenal lelah, siang dan malam, demi memastikan jembatan dapat segera digunakan.

Beliau berharap sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik, khususnya dalam menghadapi situasi darurat dan bencana alam di masa mendatang. Ia juga mendoakan agar seluruh prajurit TNI senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Rampungnya dua jembatan Bailey di Jamur Ujung ini menjadi bukti nyata peran aktif TNI dalam membantu percepatan pemulihan infrastruktur pasca bencana serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.