Satgas Yonif 112/DJ melaksanakan ibadah bersama warga Puncak Jaya sebelum purna tugas

‎Punca Jaya ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2026 Sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian kepada masyarakat setempat, Satgas Yonif 112/DJ melaksanakan ibadah bersama dengan warga Puncak Jaya sebelum purna tugas. Acara ibadah bersama tersebut dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kelancaran tugas yang telah dilaksanakan selama bertugas di wilayah tersebut.

‎Dalam ibadah bersama ini, seluruh anggota Satgas Yonif 112/DJ yang beragama Kristen dan warga setempat berkumpul bersama untuk melaksanakan ibadah. Mereka bersama-sama melantunkan doa dan puji-pujian, mengekspresikan rasa syukur dan terima kasih atas keselamatan dan kelancaran selama bertugas bersama.

‎Acara ibadah bersama ini juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antara Satgas Yonif 112/DJ dan masyarakat setempat. Para anggota Satgas mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan warga, mendengarkan cerita dan pengalaman mereka selama bertugas di wilayah tersebut.

‎Setelah selesai melaksanakan ibadah bersama, suasana kebersamaan antara Satgas Yonif 112/DJ dan warga Puncak Jaya terasa semakin erat. Mereka saling menguatkan dan memberikan motivasi satu sama lain untuk tetap bersatu dan menjaga keamanan serta ketertiban di daerah tersebut.

‎Acara ini juga menjadi pengingat bagi Satgas Yonif 112/DJ tentang pentingnya menjaga hubungan baik dengan masyarakat setempat, serta memberikan motivasi untuk terus memberikan kontribusi positif bagi kehidupan masyarakat di wilayah konflik tersebut. Semoga kebaikan dan kepedulian yang telah ditanamkan selama ini dapat terus berbuah manis, baik bagi Satgas Yonif 112/DJ maupun masyarakat Puncak Jaya.

TNI Rampungkan pembangunan Jembatan ARMCO Juli Tambo Tanjong

Bireuen  ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2026 Derasnya banjir bandang yang menerjang Provinsi Aceh pada 26 November 2025 lalu meninggalkan duka dan dampak besar bagi masyarakat. Di Kabupaten Bireuen, bencana tersebut tidak hanya merusak rumah warga dan lahan pertanian, tetapi juga memutus urat nadi kehidupan masyarakat berupa jembatan penghubung antar desa. Salah satu jembatan yang terdampak berada di Desa Juli Tambo Tanjong, Kecamatan Juli, sehingga aktivitas warga lumpuh total.

Selama berhari-hari pasca bencana, masyarakat setempat hidup dalam keterbatasan. Aktivitas ekonomi tersendat karena sulitnya akses distribusi hasil pertanian dan perdagangan. Anak-anak harus menempuh jalur memutar untuk pergi ke sekolah, sementara warga yang membutuhkan layanan kesehatan harus menghadapi perjalanan yang lebih jauh dan berisiko. Jarak yang sebelumnya dekat terasa begitu jauh, dan roda kehidupan seolah berhenti berputar.

Di tengah kondisi tersebut, harapan kembali menyala ketika Tentara Nasional Indonesia hadir membawa solusi nyata. Kodim 0111/Bireuen bersama pasukan Bawah Kendali Operasi (BKO) Yonif TP 837/Ksatria Trunojoyo bergerak cepat membangun jembatan ARMCO sebagai jembatan penghubung sementara yang sangat vital bagi warga.

Dengan semangat pengabdian dan gotong royong, pembangunan jembatan dilakukan secara intensif, melibatkan personel TNI dari Kodim 0111/Bireuen, khususnya Babinsa Koramil 0111-05/Juli, prajurit Yonif TP 837/Ksatria Trunojoyo, serta dukungan penuh masyarakat setempat. Warga bahu-membahu bersama prajurit, mulai dari pengangkutan material, pemasangan rangka jembatan, hingga perapihan akses jalan di kedua sisi jembatan.

Komandan Kodim 0111/Bireuen, Letkol Arh Luthfi Novriadi, S.E., S.Sos., M.Han., M.Sc., menjelaskan bahwa proses pengerjaan jembatan berlangsung selama 10 hari, terhitung sejak 9 hingga 19 Januari 2026.

“Kita patut bersyukur. Berkat kebersamaan dan kerja keras seluruh unsur, baik dari Kodim 0111/Bireuen khususnya Babinsa Koramil 0111-05/Juli, prajurit Yonif TP 837/Ksatria Trunojoyo, serta peran aktif keuchik dan perangkat desa, jembatan ARMCO ini dapat diselesaikan tepat waktu,” ungkap Dandim.

Ia menegaskan bahwa keberadaan jembatan tersebut bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kebangkitan dan harapan baru bagi masyarakat pasca bencana. Menurutnya, jembatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara TNI dan rakyat mampu menghadirkan solusi cepat dan tepat di tengah situasi darurat.

“Saya berharap jembatan ini dapat dirawat dengan baik oleh warga, sehingga bisa dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama dan benar-benar menjadi penopang utama aktivitas ekonomi serta mobilitas masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Keuchik Desa Juli Tambo Tanjong mewakili warga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada TNI atas kepedulian dan kerja keras dalam membangun kembali akses desa mereka. “Kami sangat terbantu. Dengan adanya jembatan ini, aktivitas warga kembali normal, anak-anak bisa sekolah dengan lancar, dan perekonomian desa mulai bangkit,” ujarnya.

Kini, roda kehidupan warga Juli Tambo Tanjong kembali berputar. Langkah kaki, kendaraan, dan harapan yang sempat terhenti, kembali menemukan jalannya—berkat hadirnya TNI yang selalu setia bersama rakyat dalam setiap keadaan.

Kapolda Apresiasi Pemkab Aceh Tenggara: Daerah Pertama Turunkan Status Darurat Bencana

Kutacane  ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah mengapresiasi dan mengungkapkan rasa bangganya kepada Kapolres dan Forkopimda Aceh Tenggara atas berbagai upaya yang dilakukan dalam penanggulangan bencana, sehingga kabupaten tersebut menjadi daerah pertama yang menurunkan status dari darurat bencana ke pemulihan pascabencana.

“Saya sangat bangga terhadap Polres Aceh Tenggara dan seluruh unsur Forkopimda, karena kabupaten inilah yang pertama menurunkan status dari darurat bencana ke pemulihan pascabencana,” kata Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tenggara.

Jenderal bintang dua asal Tangse itu menyebutkan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja sama antara bupati, Forkopimda, kapolres, dandim, serta seluruh unsur masyarakat yang bahu-membahu menyelesaikan berbagai persoalan, khususnya dalam penanganan bencana di daerah tersebut.

Menurutnya, kerja sama dan kekompakan tersebut sejalan dengan moto “sepakat segenep” yang menjadi julukan Kabupaten Aceh Tenggara. Ia juga meminta agar moto tersebut terus digelorakan dalam membangun Kabupaten Aceh Tenggara ke depan.

Abituren Akabri 1991 itu juga mengaku melihat langsung dan menerima laporan bahwa selama ini bupati, kapolres, dan dandim senantiasa hadir di tengah masyarakat dengan memberikan bantuan kepada warga terdampak bencana.

“Saya melihat semua unsur berperan. Walaupun dari pusat belum ada bantuan, tetapi dari pemerintah setempat sudah ada. Kapolres juga ikut turun ke lapangan bersama personel. Saat itu tentu tidak mudah, karena pada umumnya mereka juga merupakan korban bencana. Namun, karena kerja sama dan semangat sepakat segenep di sini sudah berjalan dengan baik, maka semua bisa dilakukan. Ini tolong dipertahankan dan ditingkatkan,” ujarnya.

Di samping itu, Kapolda Aceh juga mengajak seluruh elemen masyarakat agar setiap persoalan yang ada di Kabupaten Aceh Tenggara diselesaikan dengan prinsip sepakat segenep guna mempercepat pemulihan. Saat bencana pertama kali terjadi, Aceh Tenggara menjadi daerah pertama yang dikunjungi Presiden Prabowo. Hal tersebut menunjukkan bahwa komunikasi dan kepemimpinan Forkopimda sangat cakap dan berjalan dengan baik.

Ia turut mengajak masyarakat untuk mendukung berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk bangkit dari bencana. Jika masih terdapat kekurangan, ia meminta agar diperbaiki bersama, bukan justru mencari kelemahan dan mengeksposnya ke media, melainkan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk dibangun dan diselesaikan secara kolektif.

“Setiap persoalan mari kita selesaikan bersama dan tidak perlu lagi mencari kekurangan-kekurangan. Ingat, kesempurnaan itu hanya milik Allah. Kita semua memiliki keterbatasan. Kegagalan itu hal yang biasa, mari kita perbaiki. Kita saja yang setiap hari makan nasi, sehari tiga kali, pasti ada saatnya lidah tergigit. Artinya, seberpengalaman apa pun seseorang, pasti ada kekurangannya. Untuk itu, mari kita saling menutupi dan membangun bersama Kota Kutacane yang kita cintai ini,” ujarnya.

Terakhir, Kapolda Aceh mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama melihat berbagai kekurangan yang ada agar dapat didukung dan dibantu. Salah satu tujuan kunjungannya ke Aceh Tenggara, kata dia, adalah untuk melihat langsung apa saja yang masih perlu dibantu, terlebih menjelang bulan suci Ramadan.

“Saya ke sini ingin meninjau langsung dan melihat apa yang perlu didukung. Kita memiliki empat unit helikopter dan juga membawa bantuan sembako. Apalagi sebentar lagi memasuki bulan puasa, mari kita siapkan apa yang dibutuhkan masyarakat, kita data kebutuhannya, serta mendistribusikannya kepada masyarakat. Dengan begitu, semangat sepakat segenep ini dapat terus kita pertahankan,” tutupnya.

Kapolda Apresiasi Pemkab Aceh Tenggara: Daerah Pertama Turunkan Status Darurat Bencana

Kutacane  ( Aceh dalam berita ) Senin 19-1-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah mengapresiasi dan mengungkapkan rasa bangganya kepada Kapolres dan Forkopimda Aceh Tenggara atas berbagai upaya yang dilakukan dalam penanggulangan bencana, sehingga kabupaten tersebut menjadi daerah pertama yang menurunkan status dari darurat bencana ke pemulihan pascabencana.

“Saya sangat bangga terhadap Polres Aceh Tenggara dan seluruh unsur Forkopimda, karena kabupaten inilah yang pertama menurunkan status dari darurat bencana ke pemulihan pascabencana,” kata Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tenggara.

Jenderal bintang dua asal Tangse itu menyebutkan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja sama antara bupati, Forkopimda, kapolres, dandim, serta seluruh unsur masyarakat yang bahu-membahu menyelesaikan berbagai persoalan, khususnya dalam penanganan bencana di daerah tersebut.

Menurutnya, kerja sama dan kekompakan tersebut sejalan dengan moto “sepakat segenep” yang menjadi julukan Kabupaten Aceh Tenggara. Ia juga meminta agar moto tersebut terus digelorakan dalam membangun Kabupaten Aceh Tenggara ke depan.

Abituren Akabri 1991 itu juga mengaku melihat langsung dan menerima laporan bahwa selama ini bupati, kapolres, dan dandim senantiasa hadir di tengah masyarakat dengan memberikan bantuan kepada warga terdampak bencana.

“Saya melihat semua unsur berperan. Walaupun dari pusat belum ada bantuan, tetapi dari pemerintah setempat sudah ada. Kapolres juga ikut turun ke lapangan bersama personel. Saat itu tentu tidak mudah, karena pada umumnya mereka juga merupakan korban bencana. Namun, karena kerja sama dan semangat sepakat segenep di sini sudah berjalan dengan baik, maka semua bisa dilakukan. Ini tolong dipertahankan dan ditingkatkan,” ujarnya.

Di samping itu, Kapolda Aceh juga mengajak seluruh elemen masyarakat agar setiap persoalan yang ada di Kabupaten Aceh Tenggara diselesaikan dengan prinsip sepakat segenep guna mempercepat pemulihan. Saat bencana pertama kali terjadi, Aceh Tenggara menjadi daerah pertama yang dikunjungi Presiden Prabowo. Hal tersebut menunjukkan bahwa komunikasi dan kepemimpinan Forkopimda sangat cakap dan berjalan dengan baik.

Ia turut mengajak masyarakat untuk mendukung berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk bangkit dari bencana. Jika masih terdapat kekurangan, ia meminta agar diperbaiki bersama, bukan justru mencari kelemahan dan mengeksposnya ke media, melainkan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk dibangun dan diselesaikan secara kolektif.

“Setiap persoalan mari kita selesaikan bersama dan tidak perlu lagi mencari kekurangan-kekurangan. Ingat, kesempurnaan itu hanya milik Allah. Kita semua memiliki keterbatasan. Kegagalan itu hal yang biasa, mari kita perbaiki. Kita saja yang setiap hari makan nasi, sehari tiga kali, pasti ada saatnya lidah tergigit. Artinya, seberpengalaman apa pun seseorang, pasti ada kekurangannya. Untuk itu, mari kita saling menutupi dan membangun bersama Kota Kutacane yang kita cintai ini,” ujarnya.

Terakhir, Kapolda Aceh mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama melihat berbagai kekurangan yang ada agar dapat didukung dan dibantu. Salah satu tujuan kunjungannya ke Aceh Tenggara, kata dia, adalah untuk melihat langsung apa saja yang masih perlu dibantu, terlebih menjelang bulan suci Ramadan.

“Saya ke sini ingin meninjau langsung dan melihat apa yang perlu didukung. Kita memiliki empat unit helikopter dan juga membawa bantuan sembako. Apalagi sebentar lagi memasuki bulan puasa, mari kita siapkan apa yang dibutuhkan masyarakat, kita data kebutuhannya, serta mendistribusikannya kepada masyarakat. Dengan begitu, semangat sepakat segenep ini dapat terus kita pertahankan,” tutupnya.

‎Sosialisasi Rumoh Caroeng Percagaluh di Desa Binaan oleh Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXX Yonif 112 PD Iskandar Muda

Japakeh  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 17-1-2026  Persit KCK Cabang XXX Yonif 112 PD Iskandar Muda melaksanakan Sosialisasi Rumoh Caroeng Percagaluh di Desa Binaan Yonif 112/DJ.

‎Diawali dengan pembukaan acara oleh Ketua Persit KCK Cabang XXX Yonif 112 PD Iskandar Muda Ny. Tika Fiska Bagus, kemudian memperkenalkan tim pengajar dari Rumoh Caroeng Percagaluh kemudian dilanjutkan dengan acara penyuluhan diantaranya English Fun, Kelas Nasionalisme, Kelas Keagamaan dan cara mencuci tangan yang benar yang disampaikan oleh dr. Rapidah (istri dari lettu dr. Rafis Eko S).

‎Hal ini menunjukkan kepedulian dan keberlangsungan dari anggota Persit dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar, khususnya anak-anak Desa Binaan untuk belajar hal-hal baru dan meraih impian mereka di masa depan.

‎Kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan edukasi dan motivasi
‎dan berinteraksi langsung dengan anak-anak Desa Binaan secara santai dan menyenangkan. Mereka berbagi cerita, bermain, serta memberikan motivasi kepada anak-anak agar tetap semangat dalam belajar dan meraih impian mereka di masa depan.

‎Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bentuk dari kepedulian Persit terhadap masyarakat sekitar kepada anak-anak Desa Binaan. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Persit 112 PD Iskandar Muda berharap dapat memberikan dampak positif bagi anak-anak Desa Binaan dan mendorong mereka untuk terus berkembang dan meraih impian mereka.

‎Kehadiran tim pengajar dari Rumoh Caroeng Percagaluh diharapkan menjadi nilai tambah dalam kegiatan ini, karena dapat memberikan wawasan dan pengetahuan baru bagi anak-anak Desa Binaan. Semangat kebersamaan dan gotong royong yang ditunjukkan oleh Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXX
‎Yonif 112 PD Iskandar Muda sangat diapresiasi, karena hal ini menciptakan lingkungan yang lebih baik dan berdampak positif bagi masyarakat sekitar.

‎Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan dan memberikan manfaat yang besar bagi perkembangan dan kesejahteraan anak-anak Desa Binaan serta masyarakat sekitar.

‎Sosialisasi Rumoh Caroeng Percagaluh di Desa Binaan oleh Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXX Yonif 112 PD Iskandar Muda

Japakeh  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 17-1-2026  Persit KCK Cabang XXX Yonif 112 PD Iskandar Muda melaksanakan Sosialisasi Rumoh Caroeng Percagaluh di Desa Binaan Yonif 112/DJ.

‎Diawali dengan pembukaan acara oleh Ketua Persit KCK Cabang XXX Yonif 112 PD Iskandar Muda Ny. Tika Fiska Bagus, kemudian memperkenalkan tim pengajar dari Rumoh Caroeng Percagaluh kemudian dilanjutkan dengan acara penyuluhan diantaranya English Fun, Kelas Nasionalisme, Kelas Keagamaan dan cara mencuci tangan yang benar yang disampaikan oleh dr. Rapidah (istri dari lettu dr. Rafis Eko S).

‎Hal ini menunjukkan kepedulian dan keberlangsungan dari anggota Persit dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar, khususnya anak-anak Desa Binaan untuk belajar hal-hal baru dan meraih impian mereka di masa depan.

‎Kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan edukasi dan motivasi
‎dan berinteraksi langsung dengan anak-anak Desa Binaan secara santai dan menyenangkan. Mereka berbagi cerita, bermain, serta memberikan motivasi kepada anak-anak agar tetap semangat dalam belajar dan meraih impian mereka di masa depan.

‎Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bentuk dari kepedulian Persit terhadap masyarakat sekitar kepada anak-anak Desa Binaan. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Persit 112 PD Iskandar Muda berharap dapat memberikan dampak positif bagi anak-anak Desa Binaan dan mendorong mereka untuk terus berkembang dan meraih impian mereka.

‎Kehadiran tim pengajar dari Rumoh Caroeng Percagaluh diharapkan menjadi nilai tambah dalam kegiatan ini, karena dapat memberikan wawasan dan pengetahuan baru bagi anak-anak Desa Binaan. Semangat kebersamaan dan gotong royong yang ditunjukkan oleh Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXX
‎Yonif 112 PD Iskandar Muda sangat diapresiasi, karena hal ini menciptakan lingkungan yang lebih baik dan berdampak positif bagi masyarakat sekitar.

‎Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan dan memberikan manfaat yang besar bagi perkembangan dan kesejahteraan anak-anak Desa Binaan serta masyarakat sekitar.

‎Sosialisasi Rumoh Caroeng Percagaluh di Desa Binaan oleh Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXX Yonif 112 PD Iskandar Muda

Japakeh  ( Aceh dalam berita ) Sabtu 17-1-2026  Persit KCK Cabang XXX Yonif 112 PD Iskandar Muda melaksanakan Sosialisasi Rumoh Caroeng Percagaluh di Desa Binaan Yonif 112/DJ.

‎Diawali dengan pembukaan acara oleh Ketua Persit KCK Cabang XXX Yonif 112 PD Iskandar Muda Ny. Tika Fiska Bagus, kemudian memperkenalkan tim pengajar dari Rumoh Caroeng Percagaluh kemudian dilanjutkan dengan acara penyuluhan diantaranya English Fun, Kelas Nasionalisme, Kelas Keagamaan dan cara mencuci tangan yang benar yang disampaikan oleh dr. Rapidah (istri dari lettu dr. Rafis Eko S).

‎Hal ini menunjukkan kepedulian dan keberlangsungan dari anggota Persit dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar, khususnya anak-anak Desa Binaan untuk belajar hal-hal baru dan meraih impian mereka di masa depan.

‎Kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan edukasi dan motivasi
‎dan berinteraksi langsung dengan anak-anak Desa Binaan secara santai dan menyenangkan. Mereka berbagi cerita, bermain, serta memberikan motivasi kepada anak-anak agar tetap semangat dalam belajar dan meraih impian mereka di masa depan.

‎Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bentuk dari kepedulian Persit terhadap masyarakat sekitar kepada anak-anak Desa Binaan. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Persit 112 PD Iskandar Muda berharap dapat memberikan dampak positif bagi anak-anak Desa Binaan dan mendorong mereka untuk terus berkembang dan meraih impian mereka.

‎Kehadiran tim pengajar dari Rumoh Caroeng Percagaluh diharapkan menjadi nilai tambah dalam kegiatan ini, karena dapat memberikan wawasan dan pengetahuan baru bagi anak-anak Desa Binaan. Semangat kebersamaan dan gotong royong yang ditunjukkan oleh Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXX
‎Yonif 112 PD Iskandar Muda sangat diapresiasi, karena hal ini menciptakan lingkungan yang lebih baik dan berdampak positif bagi masyarakat sekitar.

‎Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan dan memberikan manfaat yang besar bagi perkembangan dan kesejahteraan anak-anak Desa Binaan serta masyarakat sekitar.