Wagub Aceh Dampingi Mendagri Kunjungi Posko Pengungsian Terdampak Bencana di Aceh Utara

Aceh Utara ( Aceh dalam berita) Kamis 22-1-2026 Wakil Gubernur Aceh, Fadlullah, SE mendampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam rangkaian kunjungan kerja ke wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh.

Sehari sebelumnya, Rabu (21/1/2026), Wakil Gubernur Aceh mendampingi Mendagri mengunjungi Kabupaten Pidie Jaya untuk meninjau Hunian Sementara (Huntara) serta penanganan bencana di wilayah tersebut.

Pada kunjungan di Kabupaten Aceh Utara, Wakil Gubernur Aceh mendampingi Mendagri meninjau sekaligus menyerahkan bantuan di Posko Pengungsian Desa Bukit Linteung, Kabupaten Aceh Utara.

Selanjutnya, Wakil Gubernur Aceh kembali mendampingi Mendagri mengunjungi Posko Pengungsian Desa Lubuk Pusaka, Kecamatan Langkahan. Untuk mencapai lokasi tersebut, rombongan menempuh perjalanan menggunakan perahu mengingat kondisi wilayah yang masih terdampak bencana.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, rombongan Wakil Gubernur Aceh bersama Menteri Dalam Negeri juga melaksanakan makan siang bersama di tenda pengungsian Desa Bandar Pusaka, Dusun Seulemak, sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana.

Pada hari yang sama, Wakil Gubernur Aceh juga mendampingi Mendagri meninjau pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Desa Ramah Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

Wakil Gubernur Aceh menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian dan dukungan dalam penanganan bencana di Aceh. Menurutnya, kehadiran langsung Mendagri beserta jajaran merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah pusat dalam membantu masyarakat terdampak, baik melalui penanganan darurat, penyaluran bantuan, maupun percepatan penyediaan hunian sementara.

Dalam kunjungan tersebut, turut serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., serta Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M.

Usai rangkaian kunjungan di Kabupaten Aceh Utara, rombongan Wakil Gubernur Aceh bersama Menteri Dalam Negeri melanjutkan perjalanan udara menuju Kabupaten Aceh Timur untuk meninjau penanganan bencana di wilayah tersebut, sebelum selanjutnya melanjutkan kunjungan ke Kota Langsa.

Pangdam Iskandar Muda Hadiri Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H/2026 M

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 22-1-2026 Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P, menghadiri peringatan Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW Tahun 1447 Hijriah/2026 M yang diselenggarakan oleh Kodam Iskandar Muda di Masjid Baabul Mawaddah, Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat, religius, dan sarat makna spiritual, serta diikuti oleh seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kodam Iskandar Muda.

Peringatan Isra Mikraj tahun ini mengusung tema “Isra Mikraj dengan Meneladani Akhlak Mulia Rasulullah SAW Membentuk Karakter Prajurit yang Prima Guna Menuju Indonesia Maju.” Tema tersebut mencerminkan komitmen Kodam Iskandar Muda dalam membangun prajurit yang tidak hanya unggul secara fisik dan profesional dalam tugas, tetapi juga kuat secara mental dan spiritual, serta berakhlak mulia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dalam sambutannya, Pangdam IM menegaskan bahwa peringatan Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW merupakan salah satu hari besar umat Islam yang senantiasa diperingati setiap tahun dan telah menjadi tradisi yang membudaya, termasuk di lingkungan keluarga besar Kodam Iskandar Muda. Menurutnya, peristiwa Isra Mikraj mengandung nilai-nilai luhur yang sangat relevan untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai pribadi maupun sebagai prajurit TNI.

“Peringatan Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW ini hendaknya kita jadikan sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta memperbaiki kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas,” ujar Pangdam IM.

Sejalan dengan tema yang diusung, Pangdam IM menekankan pentingnya meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW sebagai sumber nilai dalam membentuk karakter prajurit yang profesional, disiplin, berintegritas, dan berakhlak mulia. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW seperti jujur, amanah, istiqamah, rendah hati, serta penuh tanggung jawab harus tertanam kuat dalam diri setiap prajurit Kodam Iskandar Muda.

“Nilai-nilai tersebut akan memperkuat jati diri prajurit sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional yang senantiasa dicintai rakyat. Dengan akhlak yang baik dan sikap yang santun, prajurit TNI akan semakin dipercaya dan dihormati oleh masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pangdam IM menyampaikan bahwa sebagai prajurit penjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, setiap prajurit tidak hanya dituntut memiliki kemampuan fisik dan keterampilan militer yang prima, tetapi juga ketangguhan mental dan spiritual. Dengan landasan iman dan takwa yang kuat, prajurit diyakini mampu melaksanakan tugas dengan penuh keikhlasan, loyalitas, dan tanggung jawab, serta menjauhi berbagai bentuk pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, dan institusi.

“Dengan iman dan takwa yang kuat, kita akan mampu menghadapi berbagai tantangan tugas yang semakin kompleks, serta tetap teguh dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa demi terwujudnya Indonesia yang maju, berdaulat, dan bermartabat,” ungkap Pangdam IM.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam IM juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Ustadz Umar Ismail, S.Ag. yang berkenan hadir memberikan tausiyah dan pencerahan rohani kepada seluruh peserta. Ia berharap ilmu, nasihat, serta hikmah yang disampaikan dapat meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan, dan akhlak seluruh prajurit dan PNS Kodam Iskandar Muda dalam menjalani kehidupan dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Akhir kata, marilah kita jadikan peringatan Isra Mikraj ini sebagai sarana introspeksi diri untuk terus memperbaiki kualitas ibadah, meningkatkan akhlak mulia, serta memperkokoh soliditas dan profesionalisme prajurit Kodam Iskandar Muda,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasdam Iskandar Muda, Kapoksahli Pangdam IM, para Asisten Kasdam IM, para Kepala Badan Pelaksana Kodam IM (Kabalakdam IM), serta seluruh prajurit dan PNS di lingkungan Kodam Iskandar Muda yang mengikuti rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan hingga selesai.

Pangdam Iskandar Muda Hadiri Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H/2026 M

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 22-1-2026 Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P, menghadiri peringatan Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW Tahun 1447 Hijriah/2026 M yang diselenggarakan oleh Kodam Iskandar Muda di Masjid Baabul Mawaddah, Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat, religius, dan sarat makna spiritual, serta diikuti oleh seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kodam Iskandar Muda.

Peringatan Isra Mikraj tahun ini mengusung tema “Isra Mikraj dengan Meneladani Akhlak Mulia Rasulullah SAW Membentuk Karakter Prajurit yang Prima Guna Menuju Indonesia Maju.” Tema tersebut mencerminkan komitmen Kodam Iskandar Muda dalam membangun prajurit yang tidak hanya unggul secara fisik dan profesional dalam tugas, tetapi juga kuat secara mental dan spiritual, serta berakhlak mulia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dalam sambutannya, Pangdam IM menegaskan bahwa peringatan Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW merupakan salah satu hari besar umat Islam yang senantiasa diperingati setiap tahun dan telah menjadi tradisi yang membudaya, termasuk di lingkungan keluarga besar Kodam Iskandar Muda. Menurutnya, peristiwa Isra Mikraj mengandung nilai-nilai luhur yang sangat relevan untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai pribadi maupun sebagai prajurit TNI.

“Peringatan Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW ini hendaknya kita jadikan sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta memperbaiki kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas,” ujar Pangdam IM.

Sejalan dengan tema yang diusung, Pangdam IM menekankan pentingnya meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW sebagai sumber nilai dalam membentuk karakter prajurit yang profesional, disiplin, berintegritas, dan berakhlak mulia. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW seperti jujur, amanah, istiqamah, rendah hati, serta penuh tanggung jawab harus tertanam kuat dalam diri setiap prajurit Kodam Iskandar Muda.

“Nilai-nilai tersebut akan memperkuat jati diri prajurit sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional yang senantiasa dicintai rakyat. Dengan akhlak yang baik dan sikap yang santun, prajurit TNI akan semakin dipercaya dan dihormati oleh masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pangdam IM menyampaikan bahwa sebagai prajurit penjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, setiap prajurit tidak hanya dituntut memiliki kemampuan fisik dan keterampilan militer yang prima, tetapi juga ketangguhan mental dan spiritual. Dengan landasan iman dan takwa yang kuat, prajurit diyakini mampu melaksanakan tugas dengan penuh keikhlasan, loyalitas, dan tanggung jawab, serta menjauhi berbagai bentuk pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, dan institusi.

“Dengan iman dan takwa yang kuat, kita akan mampu menghadapi berbagai tantangan tugas yang semakin kompleks, serta tetap teguh dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa demi terwujudnya Indonesia yang maju, berdaulat, dan bermartabat,” ungkap Pangdam IM.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam IM juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Ustadz Umar Ismail, S.Ag. yang berkenan hadir memberikan tausiyah dan pencerahan rohani kepada seluruh peserta. Ia berharap ilmu, nasihat, serta hikmah yang disampaikan dapat meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan, dan akhlak seluruh prajurit dan PNS Kodam Iskandar Muda dalam menjalani kehidupan dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Akhir kata, marilah kita jadikan peringatan Isra Mikraj ini sebagai sarana introspeksi diri untuk terus memperbaiki kualitas ibadah, meningkatkan akhlak mulia, serta memperkokoh soliditas dan profesionalisme prajurit Kodam Iskandar Muda,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasdam Iskandar Muda, Kapoksahli Pangdam IM, para Asisten Kasdam IM, para Kepala Badan Pelaksana Kodam IM (Kabalakdam IM), serta seluruh prajurit dan PNS di lingkungan Kodam Iskandar Muda yang mengikuti rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan hingga selesai.

Pangdam Iskandar Muda Hadiri Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H/2026 M

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 22-1-2026 Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P, menghadiri peringatan Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW Tahun 1447 Hijriah/2026 M yang diselenggarakan oleh Kodam Iskandar Muda di Masjid Baabul Mawaddah, Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat, religius, dan sarat makna spiritual, serta diikuti oleh seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kodam Iskandar Muda.

Peringatan Isra Mikraj tahun ini mengusung tema “Isra Mikraj dengan Meneladani Akhlak Mulia Rasulullah SAW Membentuk Karakter Prajurit yang Prima Guna Menuju Indonesia Maju.” Tema tersebut mencerminkan komitmen Kodam Iskandar Muda dalam membangun prajurit yang tidak hanya unggul secara fisik dan profesional dalam tugas, tetapi juga kuat secara mental dan spiritual, serta berakhlak mulia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dalam sambutannya, Pangdam IM menegaskan bahwa peringatan Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW merupakan salah satu hari besar umat Islam yang senantiasa diperingati setiap tahun dan telah menjadi tradisi yang membudaya, termasuk di lingkungan keluarga besar Kodam Iskandar Muda. Menurutnya, peristiwa Isra Mikraj mengandung nilai-nilai luhur yang sangat relevan untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai pribadi maupun sebagai prajurit TNI.

“Peringatan Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW ini hendaknya kita jadikan sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta memperbaiki kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas,” ujar Pangdam IM.

Sejalan dengan tema yang diusung, Pangdam IM menekankan pentingnya meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW sebagai sumber nilai dalam membentuk karakter prajurit yang profesional, disiplin, berintegritas, dan berakhlak mulia. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW seperti jujur, amanah, istiqamah, rendah hati, serta penuh tanggung jawab harus tertanam kuat dalam diri setiap prajurit Kodam Iskandar Muda.

“Nilai-nilai tersebut akan memperkuat jati diri prajurit sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional yang senantiasa dicintai rakyat. Dengan akhlak yang baik dan sikap yang santun, prajurit TNI akan semakin dipercaya dan dihormati oleh masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pangdam IM menyampaikan bahwa sebagai prajurit penjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, setiap prajurit tidak hanya dituntut memiliki kemampuan fisik dan keterampilan militer yang prima, tetapi juga ketangguhan mental dan spiritual. Dengan landasan iman dan takwa yang kuat, prajurit diyakini mampu melaksanakan tugas dengan penuh keikhlasan, loyalitas, dan tanggung jawab, serta menjauhi berbagai bentuk pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, dan institusi.

“Dengan iman dan takwa yang kuat, kita akan mampu menghadapi berbagai tantangan tugas yang semakin kompleks, serta tetap teguh dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa demi terwujudnya Indonesia yang maju, berdaulat, dan bermartabat,” ungkap Pangdam IM.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam IM juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Ustadz Umar Ismail, S.Ag. yang berkenan hadir memberikan tausiyah dan pencerahan rohani kepada seluruh peserta. Ia berharap ilmu, nasihat, serta hikmah yang disampaikan dapat meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan, dan akhlak seluruh prajurit dan PNS Kodam Iskandar Muda dalam menjalani kehidupan dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Akhir kata, marilah kita jadikan peringatan Isra Mikraj ini sebagai sarana introspeksi diri untuk terus memperbaiki kualitas ibadah, meningkatkan akhlak mulia, serta memperkokoh soliditas dan profesionalisme prajurit Kodam Iskandar Muda,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasdam Iskandar Muda, Kapoksahli Pangdam IM, para Asisten Kasdam IM, para Kepala Badan Pelaksana Kodam IM (Kabalakdam IM), serta seluruh prajurit dan PNS di lingkungan Kodam Iskandar Muda yang mengikuti rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan hingga selesai.

Satgas Yonif 112/DJ Dorong Program Ketahanan Pangan Nasional Di Papua

Puncak Jaya ( Aceh dalam berita ) Kamis 22-1-2026 Satgas Yonif 112/DJ Pos Tinggi Nambut terus menggalakkan dan berupaya memperkuat ketahanan pangan nasional di daerah penugasan dengan menanam segala jenis tanaman kebutuhan pokok di Distrik Tinggi Nambut Kabupaten Puncak Jaya Provinsi Papua Tengah.

Kegiatan ketahanan pangan ini dilaksanakan bersama kelompok warga setempat disekitar Pos diatas lahan masyarakat dan menjadi tonggak penting bagi ekonomi masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian, sekaligus sebagai bentuk nyata dukungan TNI terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional.

Personel Satgas Yonif 112/DJ Pos Tinggi Nambut dari sejak awal turut serta dalam memproses pengolahan lahan, mulai dari pembibitan, penanaman perawatan tanaman, pemberian pupuk, sampai menjelang panen raya.

Dengan memanfaatkan lahan tanah milik masyarakat sehingga menjadi berguna untuk upaya mendukung ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan program pemerintah yang harus kita sukseskan bersama.

Satgas Yonif 112/DJ Dorong Program Ketahanan Pangan Nasional Di Papua

Puncak Jaya ( Aceh dalam berita ) Kamis 22-1-2026 Satgas Yonif 112/DJ Pos Tinggi Nambut terus menggalakkan dan berupaya memperkuat ketahanan pangan nasional di daerah penugasan dengan menanam segala jenis tanaman kebutuhan pokok di Distrik Tinggi Nambut Kabupaten Puncak Jaya Provinsi Papua Tengah.

Kegiatan ketahanan pangan ini dilaksanakan bersama kelompok warga setempat disekitar Pos diatas lahan masyarakat dan menjadi tonggak penting bagi ekonomi masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian, sekaligus sebagai bentuk nyata dukungan TNI terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional.

Personel Satgas Yonif 112/DJ Pos Tinggi Nambut dari sejak awal turut serta dalam memproses pengolahan lahan, mulai dari pembibitan, penanaman perawatan tanaman, pemberian pupuk, sampai menjelang panen raya.

Dengan memanfaatkan lahan tanah milik masyarakat sehingga menjadi berguna untuk upaya mendukung ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan program pemerintah yang harus kita sukseskan bersama.

Bank Aceh Raih Penghargaan Bergengsi di 6th Anniversary Indonesia 20 Syariah Awards 2026, Direktur Utama Fadhil Ilyas Dinobatkan Sebagai Best CEO

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Ka.is 22-1-2026 PT Bank Aceh Syariah kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional dengan memenangkan penghargaan dalam ajang “6th Anniversary Indonesia 20 Syariah Awards 2026”. Bank Aceh berhasil meraih penghargaan dengan titel Top Sharia Regional Bank. Selain penghargaan untuk institusi, Direktur Utama Bank Aceh, Bapak Fadhil Ilyas, juga mendapatkan pengakuan sebagai penerima penghargaan “6th Anniversary 20 Best CEO Syariah Awards”.

Acara penganugerahan ini diselenggarakan oleh The Iconomics Media yang didukung oleh Axia Research sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Marketing & Halal Summit 2026. Perhelatan ini mengusung tema “Humanizing Halal Brand:  Storytelling, Purpose, dan Trust ” dan bertempat di Auditorium Lt. 3 Gedung A, Kementerian Pendidikan Dasar Menengah RI, Jakarta.

Penghargaan Top Sharia Regional Bank diberikan kepada Bank Aceh berdasarkan penilaian kinerja keuangan yang baik melalui kajian laporan keuangan perusahaan, termasuk neraca keuangan serta laba/rugi. Sementara itu, penghargaan 20 Best CEO Syariah Awards yang diterima oleh Fadhil Ilyas didasarkan pada survei terhadap ribuan responden yang menilai aspek Popularity, Competency, Crisis Leadership, dan Personality.

Kinerja Keuangan sebagai Kunci Keberhasilan Penetapan Bank Aceh sebagai Top Sharia Regional Bank didasarkan pada kajian mendalam terhadap kinerja keuangan perusahaan. The Iconomics melakukan evaluasi terhadap laporan keuangan, termasuk neraca, laba/rugi, serta pendapatan komprehensif untuk memastikan bahwa penerima penghargaan memiliki performa yang sehat dan berkelanjutan di sektor keuangan syariah.

“Penghargaan ini merupakan kado indah awal tahun 2026 sekaligus bukti kerja keras seluruh keluarga besar Bank Aceh Syariah. Menjadi ‘Top Sharia Regional Bank’ dan menerima ‘Best CEO Syariah Award’ bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah motivasi besar bagi kami untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan terbaik bagi nasabah serta masyarakat Aceh dan Indonesia pada umumnya,” ujar Fadhil Ilyas dalam sambutannya.

Ia juga menambahkan bahwa tema ‘Humanizing Halal Brand’ sangat relevan dengan visi Bank Aceh. “Kami percaya bahwa perbankan syariah bukan sekadar soal kepatuhan terhadap prinsip syariah secara administratif, tetapi bagaimana kami bisa ‘memanusiakan’ layanan kami, membangun kepercayaan (trust) yang tulus, dan hadir sebagai solusi yang nyata bagi kebutuhan ekonomi umat melalui nilai-nilai kejujuran dan integritas,” pungkasnya.

Mendukung Ekosistem Halal Nasional Penyelenggaraan Marketing & Halal Summit 2026 sendiri bertujuan untuk memperkuat ekosistem halal nasional dan memberikan wawasan mengenai tren halal di masa depan. Acara ini turut dihadiri dan didukung oleh tokoh-tokoh penting seperti Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, serta Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan.

Dengan diraihnya penghargaan ini, Bank Aceh Syariah semakin mengukuhkan posisinya sebagai pionir bank daerah syariah yang memiliki daya saing nasional dan berkomitmen penuh dalam mendukung pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.

Bank Aceh Raih Penghargaan Bergengsi di 6th Anniversary Indonesia 20 Syariah Awards 2026, Direktur Utama Fadhil Ilyas Dinobatkan Sebagai Best CEO

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Ka.is 22-1-2026 PT Bank Aceh Syariah kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional dengan memenangkan penghargaan dalam ajang “6th Anniversary Indonesia 20 Syariah Awards 2026”. Bank Aceh berhasil meraih penghargaan dengan titel Top Sharia Regional Bank. Selain penghargaan untuk institusi, Direktur Utama Bank Aceh, Bapak Fadhil Ilyas, juga mendapatkan pengakuan sebagai penerima penghargaan “6th Anniversary 20 Best CEO Syariah Awards”.

Acara penganugerahan ini diselenggarakan oleh The Iconomics Media yang didukung oleh Axia Research sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Marketing & Halal Summit 2026. Perhelatan ini mengusung tema “Humanizing Halal Brand:  Storytelling, Purpose, dan Trust ” dan bertempat di Auditorium Lt. 3 Gedung A, Kementerian Pendidikan Dasar Menengah RI, Jakarta.

Penghargaan Top Sharia Regional Bank diberikan kepada Bank Aceh berdasarkan penilaian kinerja keuangan yang baik melalui kajian laporan keuangan perusahaan, termasuk neraca keuangan serta laba/rugi. Sementara itu, penghargaan 20 Best CEO Syariah Awards yang diterima oleh Fadhil Ilyas didasarkan pada survei terhadap ribuan responden yang menilai aspek Popularity, Competency, Crisis Leadership, dan Personality.

Kinerja Keuangan sebagai Kunci Keberhasilan Penetapan Bank Aceh sebagai Top Sharia Regional Bank didasarkan pada kajian mendalam terhadap kinerja keuangan perusahaan. The Iconomics melakukan evaluasi terhadap laporan keuangan, termasuk neraca, laba/rugi, serta pendapatan komprehensif untuk memastikan bahwa penerima penghargaan memiliki performa yang sehat dan berkelanjutan di sektor keuangan syariah.

“Penghargaan ini merupakan kado indah awal tahun 2026 sekaligus bukti kerja keras seluruh keluarga besar Bank Aceh Syariah. Menjadi ‘Top Sharia Regional Bank’ dan menerima ‘Best CEO Syariah Award’ bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah motivasi besar bagi kami untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan terbaik bagi nasabah serta masyarakat Aceh dan Indonesia pada umumnya,” ujar Fadhil Ilyas dalam sambutannya.

Ia juga menambahkan bahwa tema ‘Humanizing Halal Brand’ sangat relevan dengan visi Bank Aceh. “Kami percaya bahwa perbankan syariah bukan sekadar soal kepatuhan terhadap prinsip syariah secara administratif, tetapi bagaimana kami bisa ‘memanusiakan’ layanan kami, membangun kepercayaan (trust) yang tulus, dan hadir sebagai solusi yang nyata bagi kebutuhan ekonomi umat melalui nilai-nilai kejujuran dan integritas,” pungkasnya.

Mendukung Ekosistem Halal Nasional Penyelenggaraan Marketing & Halal Summit 2026 sendiri bertujuan untuk memperkuat ekosistem halal nasional dan memberikan wawasan mengenai tren halal di masa depan. Acara ini turut dihadiri dan didukung oleh tokoh-tokoh penting seperti Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, serta Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan.

Dengan diraihnya penghargaan ini, Bank Aceh Syariah semakin mengukuhkan posisinya sebagai pionir bank daerah syariah yang memiliki daya saing nasional dan berkomitmen penuh dalam mendukung pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.

Bank Aceh Raih Penghargaan Bergengsi di 6th Anniversary Indonesia 20 Syariah Awards 2026, Direktur Utama Fadhil Ilyas Dinobatkan Sebagai Best CEO

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Ka.is 22-1-2026 PT Bank Aceh Syariah kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional dengan memenangkan penghargaan dalam ajang “6th Anniversary Indonesia 20 Syariah Awards 2026”. Bank Aceh berhasil meraih penghargaan dengan titel Top Sharia Regional Bank. Selain penghargaan untuk institusi, Direktur Utama Bank Aceh, Bapak Fadhil Ilyas, juga mendapatkan pengakuan sebagai penerima penghargaan “6th Anniversary 20 Best CEO Syariah Awards”.

Acara penganugerahan ini diselenggarakan oleh The Iconomics Media yang didukung oleh Axia Research sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Marketing & Halal Summit 2026. Perhelatan ini mengusung tema “Humanizing Halal Brand:  Storytelling, Purpose, dan Trust ” dan bertempat di Auditorium Lt. 3 Gedung A, Kementerian Pendidikan Dasar Menengah RI, Jakarta.

Penghargaan Top Sharia Regional Bank diberikan kepada Bank Aceh berdasarkan penilaian kinerja keuangan yang baik melalui kajian laporan keuangan perusahaan, termasuk neraca keuangan serta laba/rugi. Sementara itu, penghargaan 20 Best CEO Syariah Awards yang diterima oleh Fadhil Ilyas didasarkan pada survei terhadap ribuan responden yang menilai aspek Popularity, Competency, Crisis Leadership, dan Personality.

Kinerja Keuangan sebagai Kunci Keberhasilan Penetapan Bank Aceh sebagai Top Sharia Regional Bank didasarkan pada kajian mendalam terhadap kinerja keuangan perusahaan. The Iconomics melakukan evaluasi terhadap laporan keuangan, termasuk neraca, laba/rugi, serta pendapatan komprehensif untuk memastikan bahwa penerima penghargaan memiliki performa yang sehat dan berkelanjutan di sektor keuangan syariah.

“Penghargaan ini merupakan kado indah awal tahun 2026 sekaligus bukti kerja keras seluruh keluarga besar Bank Aceh Syariah. Menjadi ‘Top Sharia Regional Bank’ dan menerima ‘Best CEO Syariah Award’ bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah motivasi besar bagi kami untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan terbaik bagi nasabah serta masyarakat Aceh dan Indonesia pada umumnya,” ujar Fadhil Ilyas dalam sambutannya.

Ia juga menambahkan bahwa tema ‘Humanizing Halal Brand’ sangat relevan dengan visi Bank Aceh. “Kami percaya bahwa perbankan syariah bukan sekadar soal kepatuhan terhadap prinsip syariah secara administratif, tetapi bagaimana kami bisa ‘memanusiakan’ layanan kami, membangun kepercayaan (trust) yang tulus, dan hadir sebagai solusi yang nyata bagi kebutuhan ekonomi umat melalui nilai-nilai kejujuran dan integritas,” pungkasnya.

Mendukung Ekosistem Halal Nasional Penyelenggaraan Marketing & Halal Summit 2026 sendiri bertujuan untuk memperkuat ekosistem halal nasional dan memberikan wawasan mengenai tren halal di masa depan. Acara ini turut dihadiri dan didukung oleh tokoh-tokoh penting seperti Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, serta Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan.

Dengan diraihnya penghargaan ini, Bank Aceh Syariah semakin mengukuhkan posisinya sebagai pionir bank daerah syariah yang memiliki daya saing nasional dan berkomitmen penuh dalam mendukung pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.