Polres Pidie Ungkap Motif Menantu Bakar Rumah Mertua

SIGLI (Inforakyataceh) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pidie mengungkap motif pembakaran rumah milik Nuraini binti Abdul Karim (51), warga Gampong Gajah Ayee, Kecamatan Pidie, yang diduga dilakukan oleh menantunya berinisial HMD (41), Rabu (8/7/2026) siang.

Nuraini diketahui merupakan mertua dari HMD, warga Dusun Dujung Sakti, Kecamatan Kota Baru, Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi, yang berdomisili di Gampong Gajah Ayee.HMD berhasil ditangkap kurang dari 1×24 jam setelah kejadian. Ia diamankan oleh Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Pidie yang bekerja sama dengan URC Satreskrim Polres Bireuen di Terminal Bus Bireuen, Kecamatan Kota Juang, sekitar pukul 23.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Pidie, Iptu Mirzan, S.H., M.Si., mewakili Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., mengatakan motif pembakaran tersebut terungkap setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap tersangka pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, kami berhasil mengungkap motif pelaku membakar rumah tersebut,” kata Iptu Mirzan kepada Serambinews.com, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, HMD mengaku nekat membakar rumah mertuanya karena merasa kesal setelah uang miliknya yang disimpan oleh istrinya sudah tidak ada lagi.Uang tersebut rencananya akan digunakan untuk menyewa rumah di Banda Aceh. Selain itu, HMD juga mengajak istrinya untuk bekerja di Calang, Kabupaten Aceh Jaya. Namun, ajakan tersebut ditolak oleh istrinya.

Akibat penolakan tersebut, HMD mengaku pulang ke Sigli dalam kondisi marah. Setibanya di rumah mertuanya di Gampong Gajah Ayee, tersangka masuk ke dalam rumah dan mencongkel pintu kamar menggunakan obeng bunga.Setelah pintu terbuka, HMD menuju lemari pakaian miliknya dan istrinya.

Di dalam lemari tersebut, tersangka melihat sebuah kotak bekas botol air mineral gelas yang berisi sisa barang dagangan.

Tersangka kemudian mengambil korek api dari tas selempangnya dan membakar kotak tersebut. Api yang membakar barang dagangan di dalam lemari kemudian menyambar pakaian hingga menyebabkan api membesar.

Saat kejadian berlangsung, Nuraini sedang berada di Banda Aceh.Usai melakukan aksinya, HMD keluar dari rumah dan meminta bantuan Abu Muslim untuk mengantarkannya ke Beureunuen. Tersangka kemudian melanjutkan perjalanan pulang ke kampung halamannya di Dujung Sakti, Kecamatan Kota Baru, Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi.

Ditangkap di Terminal Bireuen

Iptu Mirzan menjelaskan, penangkapan HMD dilakukan setelah tim melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta melakukan penyelidikan hingga berhasil mengidentifikasi pelaku.

Setelah identitas pelaku diketahui, tim kemudian melakukan pengejaran hingga HMD berhasil diamankan di Terminal Bus Bireuen kurang dari 1×24 jam setelah kejadian.

Saat ini, tersangka telah diamankan di Mapolres Pidie untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Wagub Aceh Lepas 4 Pelajar Penerima Beasiswa ke Tiongkok, Disiapkan Jadi Penggerak Hilirisasi

Banda Aceh ( Inforakyataceh ) Pemerintah Aceh terus berkomitmen menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global. Salah satunya melalui pemberian beasiswa kepada empat pelajar Aceh untuk melanjutkan pendidikan di Sichuan Vocational College of Chemical Technology, Provinsi Sichuan, Republik Rakyat Tiongkok.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mengatakan keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Aceh sekaligus investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi muda yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah.”Keberhasilan ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga dan sekolah, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Aceh. Kami berharap mereka dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik dan kembali mengabdikan ilmunya untuk daerah,” ujar Fadhlullah.

Empat pelajar penerima beasiswa tersebut adalah Enver Maula Aufasyah Putra dari SMAN 3 Banda Aceh, Maxalmina Mughayatsyah dari MAS Jeumala Amal Lueng Putu, Kabupaten Pidie Jaya, serta Muhammad Izyan Azhar dan Muhammad Badawi Fadillah dari SMKN 2 Banda Aceh.Sebelum berangkat ke Tiongkok, mereka akan mengikuti pelatihan intensif Bahasa Mandarin selama tiga bulan di Morowali, Sulawesi Tengah. Pelatihan tersebut menjadi bekal sebelum memulai perkuliahan pada September 2026.

Menurut Fadhlullah, Aceh membutuhkan generasi muda yang memiliki kompetensi global dan siap mengambil peran dalam pengembangan industri serta hilirisasi sumber daya alam di daerah.”Putra-putri Aceh jangan hanya menjadi penonton dalam proses hilirisasi. Mereka harus menjadi pelaku utama yang mampu mengelola, mengembangkan, dan mengambil peran strategis dalam pembangunan industri di daerah sendiri,” tegasnya.

Keberangkatan para penerima beasiswa dilepas oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh, Marthunis, S.T., D.E.A., di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu (19/7/2026).

Marthunis berharap para penerima beasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya, menjaga nama baik Aceh dan Indonesia, serta kembali membawa ilmu dan pengalaman untuk mendukung pembangunan daerah.Pemerintah Aceh meyakini program beasiswa ini akan melahirkan generasi muda yang unggul, berwawasan global, dan mampu menjadi penggerak pembangunan Aceh, khususnya dalam mendukung agenda industrialisasi dan hilirisasi di masa depan.