BSI Raih Sertifikasi ISO Global 27701:2019 Untuk Etika Digital dan Pelindungan Data Nasabah

Jakarta ( Aceh dalam berita ) PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memperkuat komitmennya terhadap tata kelola dan etika digital di tengah percepatan transformasi teknologi dengan meraih sertifikasi internasional ISO 27701:2019 untuk pelindungan data pribadi nasabah.

BSI mengambil langkah ini sebagai bagian dari upaya strategis Perseroan mendukung layanan keuangan modern yang aman, terpercaya, dan beretika, terutama di era di mana penggunaan data dan kecerdasan buatan (AI) makin dominan dalam pengambilan keputusan perbankan. Standar ISO 27701:2019 adalah standar internasional untuk Privacy Information Management System (PIMS) yang memastikan organisasi mampu mengelola data pribadi secara sistematis, aman, transparan, dan bertanggung jawab sesuai praktik terbaik global.

Pencapaian sertifikasi ini mencerminkan kesiapan BSI dalam menjawab tantangan transformasi digital yang semakin kompleks. BSI memastikan bahwa seluruh siklus pengelolaan data—mulai dari pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan, hingga penghapusan—dijalankan dalam kerangka tata kelola yang kuat, terukur, dan berorientasi pada pelindungan hak nasabah. Dengan demikian, pemanfaatan data dan teknologi, termasuk sistem analitik dan pengembangan AI, tetap berada dalam koridor etika, kehati-hatian, dan akuntabilitas.

Bagi BSI, inovasi digital tidak hanya dimaknai sebagai upaya meningkatkan efisiensi dan kecepatan layanan, tetapi juga sebagai proses membangun kepercayaan jangka panjang. Sertifikasi ISO 27701:2019 menjadi landasan penting agar setiap pengembangan sistem berbasis data mampu meminimalkan risiko penyalahgunaan informasi, mencegah bias yang tidak diinginkan, serta menjaga integritas keputusan yang dihasilkan oleh teknologi.

Direktur Compliance & Human Capital BSI Arief Adhi Sanjaya menyampaikan bahwa BSI merupakan first mover dalam implementasi ISO 27701:2019 yang efektif berlaku sejak tanggal 16 Desember 2025 dan menjadi bagian dari transformasi menyeluruh yang mencakup sistem, proses, dan budaya organisasi.

“Di era pemanfaatan AI dan data analytics, kepercayaan adalah aset yang tidak dapat digantikan. ISO 27701:2019 memastikan bahwa inovasi digital yang kami kembangkan tetap berlandaskan etika, akuntabilitas, dan pelindungan hak nasabah. Karena bagi BSI, teknologi harus memperkuat amanah dan tanggung jawab, bukan sekadar kecepatan,” ujar Arief.

Lebih dari sekadar pemenuhan kepatuhan regulasi, sertifikasi ini memperkuat tata kelola perusahaan yang berkelanjutan dan berorientasi masa depan. Di tengah meningkatnya ekspektasi publik terhadap transparansi dan etika digital, BSI menempatkan pelindungan data sebagai bagian integral dari reputasi, kredibilitas, dan kepercayaan pemangku kepentingan—baik nasabah, regulator, investor, maupun mitra global.

Saat ini, BSI telah dipercaya oleh lebih dari 23 juta nasabah dari berbagai segmen. Dengan diraihnya sertifikasi ISO 27701:2019, BSI semakin mantap memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan pertumbuhan nasabah secara berkelanjutan, sejalan dengan penguatan kepercayaan publik terhadap sistem, tata kelola, dan integritas perusahaan.

BSI Raih Sertifikasi ISO Global 27701:2019 Untuk Etika Digital dan Pelindungan Data Nasabah

Jakarta ( Aceh dalam berita ) PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memperkuat komitmennya terhadap tata kelola dan etika digital di tengah percepatan transformasi teknologi dengan meraih sertifikasi internasional ISO 27701:2019 untuk pelindungan data pribadi nasabah.

BSI mengambil langkah ini sebagai bagian dari upaya strategis Perseroan mendukung layanan keuangan modern yang aman, terpercaya, dan beretika, terutama di era di mana penggunaan data dan kecerdasan buatan (AI) makin dominan dalam pengambilan keputusan perbankan. Standar ISO 27701:2019 adalah standar internasional untuk Privacy Information Management System (PIMS) yang memastikan organisasi mampu mengelola data pribadi secara sistematis, aman, transparan, dan bertanggung jawab sesuai praktik terbaik global.

Pencapaian sertifikasi ini mencerminkan kesiapan BSI dalam menjawab tantangan transformasi digital yang semakin kompleks. BSI memastikan bahwa seluruh siklus pengelolaan data—mulai dari pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan, hingga penghapusan—dijalankan dalam kerangka tata kelola yang kuat, terukur, dan berorientasi pada pelindungan hak nasabah. Dengan demikian, pemanfaatan data dan teknologi, termasuk sistem analitik dan pengembangan AI, tetap berada dalam koridor etika, kehati-hatian, dan akuntabilitas.

Bagi BSI, inovasi digital tidak hanya dimaknai sebagai upaya meningkatkan efisiensi dan kecepatan layanan, tetapi juga sebagai proses membangun kepercayaan jangka panjang. Sertifikasi ISO 27701:2019 menjadi landasan penting agar setiap pengembangan sistem berbasis data mampu meminimalkan risiko penyalahgunaan informasi, mencegah bias yang tidak diinginkan, serta menjaga integritas keputusan yang dihasilkan oleh teknologi.

Direktur Compliance & Human Capital BSI Arief Adhi Sanjaya menyampaikan bahwa BSI merupakan first mover dalam implementasi ISO 27701:2019 yang efektif berlaku sejak tanggal 16 Desember 2025 dan menjadi bagian dari transformasi menyeluruh yang mencakup sistem, proses, dan budaya organisasi.

“Di era pemanfaatan AI dan data analytics, kepercayaan adalah aset yang tidak dapat digantikan. ISO 27701:2019 memastikan bahwa inovasi digital yang kami kembangkan tetap berlandaskan etika, akuntabilitas, dan pelindungan hak nasabah. Karena bagi BSI, teknologi harus memperkuat amanah dan tanggung jawab, bukan sekadar kecepatan,” ujar Arief.

Lebih dari sekadar pemenuhan kepatuhan regulasi, sertifikasi ini memperkuat tata kelola perusahaan yang berkelanjutan dan berorientasi masa depan. Di tengah meningkatnya ekspektasi publik terhadap transparansi dan etika digital, BSI menempatkan pelindungan data sebagai bagian integral dari reputasi, kredibilitas, dan kepercayaan pemangku kepentingan—baik nasabah, regulator, investor, maupun mitra global.

Saat ini, BSI telah dipercaya oleh lebih dari 23 juta nasabah dari berbagai segmen. Dengan diraihnya sertifikasi ISO 27701:2019, BSI semakin mantap memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan pertumbuhan nasabah secara berkelanjutan, sejalan dengan penguatan kepercayaan publik terhadap sistem, tata kelola, dan integritas perusahaan.

Warga Leupung Hidupkan KDKMP dengan Ragam Kegiatan Sosial dan Religi

Aceh Besar ( Aceh dalam berita) Senin 2-3-2026 Suasana berbeda tampak di kawasan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar, Meski secara administratif bangunan tersebut belum secara resmi diserahterimakan kepada masyarakat, denyut aktivitas di lingkungan gedung justru telah terasa hidup dan penuh semangat kebersamaan.

Alih-alih membiarkan bangunan baru itu kosong tanpa aktivitas, masyarakat Leupung berinisiatif memanfaatkannya untuk berbagai kegiatan sosial, ekonomi, dan keagamaan. Langkah tersebut menjadi bukti nyata tingginya rasa memiliki (sense of belonging) warga terhadap fasilitas desa yang dibangun untuk kepentingan bersama.

Sejak pagi hari, area KDKMP telah dipadati warga yang mengikuti dan menyukseskan sejumlah agenda. Di salah satu sisi halaman, digelar Bazar Murah yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kegiatan ini sangat membantu masyarakat, terlebih di bulan suci Ramadhan, ketika kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat.

Menjelang waktu berbuka puasa, kawasan tersebut berubah menjadi pusat penjualan takjil. Deretan lapak sederhana milik pelaku UMKM lokal tampak ramai dikunjungi warga. Momentum ini tidak hanya menghadirkan suasana kebersamaan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat setempat. Para pedagang mengaku terbantu dengan adanya ruang usaha yang representatif dan strategis.

Selain sektor ekonomi, perhatian terhadap aspek kesehatan juga menjadi prioritas. Bekerja sama dengan tenaga medis, masyarakat menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, serta konsultasi kesehatan umum. Layanan ini disambut antusias, terutama oleh kalangan lanjut usia dan warga yang ingin memastikan kondisi kesehatannya tetap terjaga selama menjalankan ibadah puasa.

Tidak hanya itu, suasana religius turut mewarnai aktivitas di gedung KDKMP. Sejumlah perlombaan keagamaan digelar, di antaranya pencarian bakat mu’azin serta Musabaqah Hafiz dan Hafizah. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema di dalam gedung menghadirkan nuansa syahdu dan penuh kekhusyukan. Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah pembinaan generasi muda dalam meningkatkan kecintaan terhadap nilai-nilai keagamaan.

Keuchik Desa Layeun, Junaidi, menyampaikan bahwa pemanfaatan lokasi KDKMP dilakukan murni demi kepentingan masyarakat. Ia menegaskan bahwa meskipun proses administrasi serah terima bangunan masih berlangsung, secara fungsi fasilitas tersebut sudah dapat dirasakan manfaatnya oleh warga.

“Kami ingin fasilitas ini segera memberikan dampak positif bagi masyarakat. Walaupun secara formal proses serah terima belum selesai, namun warga sudah memanfaatkannya untuk kegiatan yang produktif dan bermanfaat,” ungkapnya di sela-sela kegiatan.

Inisiatif masyarakat Leupung ini patut diapresiasi sebagai bentuk kemandirian dan kedewasaan dalam mengelola aset desa. Semangat gotong royong dan kebersamaan yang ditunjukkan menjadi cerminan bahwa pembangunan infrastruktur harus sejalan dengan kesiapan mental serta partisipasi aktif masyarakat.

Dengan sinergi yang terbangun antara fasilitas yang tersedia dan semangat warga untuk memanfaatkannya secara positif, KDKMP Kecamatan Leupung diharapkan dapat berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi, sosial, dan keagamaan yang mampu mendorong terwujudnya desa yang lebih maju, mandiri, dan religius di wilayah Kabupaten Aceh Besar.

Warga Leupung Hidupkan KDKMP dengan Ragam Kegiatan Sosial dan Religi

Aceh Besar ( Aceh dalam berita) Senin 2-3-2026 Suasana berbeda tampak di kawasan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar, Meski secara administratif bangunan tersebut belum secara resmi diserahterimakan kepada masyarakat, denyut aktivitas di lingkungan gedung justru telah terasa hidup dan penuh semangat kebersamaan.

Alih-alih membiarkan bangunan baru itu kosong tanpa aktivitas, masyarakat Leupung berinisiatif memanfaatkannya untuk berbagai kegiatan sosial, ekonomi, dan keagamaan. Langkah tersebut menjadi bukti nyata tingginya rasa memiliki (sense of belonging) warga terhadap fasilitas desa yang dibangun untuk kepentingan bersama.

Sejak pagi hari, area KDKMP telah dipadati warga yang mengikuti dan menyukseskan sejumlah agenda. Di salah satu sisi halaman, digelar Bazar Murah yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kegiatan ini sangat membantu masyarakat, terlebih di bulan suci Ramadhan, ketika kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat.

Menjelang waktu berbuka puasa, kawasan tersebut berubah menjadi pusat penjualan takjil. Deretan lapak sederhana milik pelaku UMKM lokal tampak ramai dikunjungi warga. Momentum ini tidak hanya menghadirkan suasana kebersamaan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat setempat. Para pedagang mengaku terbantu dengan adanya ruang usaha yang representatif dan strategis.

Selain sektor ekonomi, perhatian terhadap aspek kesehatan juga menjadi prioritas. Bekerja sama dengan tenaga medis, masyarakat menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, serta konsultasi kesehatan umum. Layanan ini disambut antusias, terutama oleh kalangan lanjut usia dan warga yang ingin memastikan kondisi kesehatannya tetap terjaga selama menjalankan ibadah puasa.

Tidak hanya itu, suasana religius turut mewarnai aktivitas di gedung KDKMP. Sejumlah perlombaan keagamaan digelar, di antaranya pencarian bakat mu’azin serta Musabaqah Hafiz dan Hafizah. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema di dalam gedung menghadirkan nuansa syahdu dan penuh kekhusyukan. Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah pembinaan generasi muda dalam meningkatkan kecintaan terhadap nilai-nilai keagamaan.

Keuchik Desa Layeun, Junaidi, menyampaikan bahwa pemanfaatan lokasi KDKMP dilakukan murni demi kepentingan masyarakat. Ia menegaskan bahwa meskipun proses administrasi serah terima bangunan masih berlangsung, secara fungsi fasilitas tersebut sudah dapat dirasakan manfaatnya oleh warga.

“Kami ingin fasilitas ini segera memberikan dampak positif bagi masyarakat. Walaupun secara formal proses serah terima belum selesai, namun warga sudah memanfaatkannya untuk kegiatan yang produktif dan bermanfaat,” ungkapnya di sela-sela kegiatan.

Inisiatif masyarakat Leupung ini patut diapresiasi sebagai bentuk kemandirian dan kedewasaan dalam mengelola aset desa. Semangat gotong royong dan kebersamaan yang ditunjukkan menjadi cerminan bahwa pembangunan infrastruktur harus sejalan dengan kesiapan mental serta partisipasi aktif masyarakat.

Dengan sinergi yang terbangun antara fasilitas yang tersedia dan semangat warga untuk memanfaatkannya secara positif, KDKMP Kecamatan Leupung diharapkan dapat berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi, sosial, dan keagamaan yang mampu mendorong terwujudnya desa yang lebih maju, mandiri, dan religius di wilayah Kabupaten Aceh Besar.

Dorong Transaksi Digital Saat Lebaran, BYOND dan E-Channel BSI Siap Hadapi Lonjakan Transaksi

Jakarta ( Aceh dalam berita ) Senin 2-3-2026 PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mendorong nasabah untuk mengedepankan transaksi digital (digital first) pada momentum Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Menghadapi lonjakan transaksi selama periode persiapan hari raya, BSI memperkuat seluruh layanan e-channel, khususnya superapps BYOND by BSI, sebagai salah satu kanal utama transaksi masyarakat. Selama periode Ramadan dan Idul Fitri, rata-rata peningkatan transaksi melalui e-channel BSI naik sekitar 24% (month to month).

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, tren transaksi menunjukkan peningkatan signifikan pada layanan digital menjelang dan selama Lebaran, terutama untuk pembayaran, pembelian, transfer, serta layanan ZISWAF. “Momentum Lebaran selalu mendorong lonjakan transaksi di kanal digital. Karena itu, kami meningkatkan kapasitas sistem teknologi informasi, melakukan monitoring transaksi secara real time, dan memastikan seluruh e-channel beroperasi optimal agar nasabah dapat bertransaksi secara cepat, aman, dan nyaman,” ujarnya.

BSI mengoptimalkan layanan digital melalui superapps BYOND by BSI yang menyediakan berbagai fitur khas perbankan syariah, mulai dari tarik tunai tanpa kartu, transaksi ZISWAF, kalkulator zakat, informasi masjid terdekat dan arah kiblat, hingga layanan Bank Emas untuk pembelian emas dan transfer saldo emas (gramase) secara real time. Selain itu, BSI juga memperkuat layanan BSI QRIS, EDC merchant, BEWIZE,remitansi, serta BSI Call Center 14040 sebagai bagian dari ekosistem digital perseroan.

Nasabah juga dapat berbagi kepada keluarga atau berbelanja kebutuhan hari raya dengan cara digital sehingga mengurangi penggunaan uang tunai. Untuk menjangkau masyarakat hingga ke pelosok, BSI mengintegrasikan layanan digital dengan jaringan fisik dan lebih dari 126 ribu BSI Agen di seluruh Indonesia yang melayani transaksi setor dan tarik tunai, transfer, pembayaran, hingga pembelian berbagai kebutuhan harian.

Sebagai penopang layanan digital, BSI juga menyiapkan kecukupan likuiditas sekitar Rp45 triliun guna mengantisipasi kebutuhan uang tunai masyarakat, dengan puncak transaksi diperkirakan terjadi pada H-7 Idul Fitri. Dana tersebut didistribusikan melalui lebih dari 6.000 ATM/CRM serta 1.049 outlet kantor cabang di seluruh Indonesia.

Selain itu, BSI turut berpartisipasi dalam program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia hingga 15 Maret 2026 dengan menyediakan layanan penukaran uang di 178 titik dan layanan terpadu di 41 titik ruang publik.

Di tengah meningkatnya aktivitas digital masyarakat, BSI juga mengimbau nasabah untuk waspada terhadap potensi penipuan dengan hanya mengakses informasi melalui kanal resmi perusahaan, termasuk website resmi, media sosial resmi BSI, serta layanan WhatsApp resmi BSI 081584114040, edukasi informasi resmi BSI melalui www.bankbsi.co.id maupun official media sosial BSI Call 14040, Media social: Facebook: Bank Syariah Indonesia|Instagram: @banksyariahindonesia; Twitter : @bankbsi_id |@bsihelp| Youtube: Bank Syariah Indonesia.
Dengan strategi digital-first yang terintegrasi dengan jaringan fisik, BSI menargetkan layanan transaksi masyarakat selama Lebaran tetap stabil, cepat, dan aman, seiring meningkatnya adopsi layanan keuangan digital di masyarakat.

Bank Aceh Hadirkan “Gampong Ramadhan in Action 2026” di Masjid Raya Baiturrahman, Dapatkan Promo Belanja Hanya Rp. 1

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Minggu 1-3-2026 Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, Bank Aceh dengan bangga mempersembahkan Gampong Ramadhan in Action 2026. Acara ini merupakan bagian utama dari rangkaian Aceh Ramadhan Festival 2026 yang telah masuk dalam agenda bergengsi Kharisma Event Nusantara (KEN).

​Kegiatan ini akan dipusatkan di kawasan ikonik Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, mulai tanggal 1 hingga 7 Maret 2026. “Bank Aceh mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan merasakan pengalaman spiritual serta keseruan festival yang autentik”, ujar Fadhil Direktur Utama Bank Aceh.

​Gampong Ramadhan in Action akan dimeriahkan oleh berbagai program yang mengombinasikan pemberdayaan ekonomi umat dengan syiar Islam, di antaranya menghadirkan 70 stand bazar UMKM produk kuliner dan fashion pilihan dari pelaku usaha binaan dengan harga yang lebih terjangkau. Talkshow Interaktif Edukasi keuangan syariah bersama pakar dari Bank Aceh, Bank Indonesia, dan OJK. Fashion Street Ramadhan yang menampilkan tren busana muslim lokal yang modest dan elegan.Pameran & Lomba mulai dari pameran artefak Islam, mushaf Al-Qur’an, hingga lomba kaligrafi nasional. Serta program Bank Aceh Ramadhan Berbagi: Kegiatan sosial dan tadarus bersama untuk mempererat silaturahmi.

​Fadhil menambahkan bagi pengunjung yang hadir, Bank Aceh menyediakan berbagai keuntungan melalui aplikasi Action Mobile yaitu Voucher Belanja Cukup scan QRIS senilai Rp1, dapatkan voucher belanja senilai Rp10.000 di merchant terpilih. Juga tersedia programRacing Merchant & Transaksi dengan Hadiah total belasan juta rupiah bagi merchant dan pengguna Action Mobile dengan frekuensi transaksi tertinggi.

​”Kami ingin menjadikan Ramadhan tahun ini lebih bermakna. Melalui Gampong Ramadhan in Action, kami menyediakan ruang bagi UMKM untuk berkembang sekaligus memberikan hiburan edukatif bagi masyarakat. Mari ajak keluarga dan kerabat untuk berkunjung, berbelanja produk lokal, dan menikmati suasana religius di jantung kota Banda Aceh,” ujar Fadhil.

​Jangan lewatkan kesempatan untuk berburu kuliner berbuka puasa, melihat pameran bersejarah, hingga berswafoto di Photo Booth estetik yang telah disediakan.
​Sampai jumpa di Gampong Ramadhan in Action 2026!

Bank Aceh Hadirkan “Gampong Ramadhan in Action 2026” di Masjid Raya Baiturrahman, Dapatkan Promo Belanja Hanya Rp. 1

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Minggu 1-3-2026 Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, Bank Aceh dengan bangga mempersembahkan Gampong Ramadhan in Action 2026. Acara ini merupakan bagian utama dari rangkaian Aceh Ramadhan Festival 2026 yang telah masuk dalam agenda bergengsi Kharisma Event Nusantara (KEN).

​Kegiatan ini akan dipusatkan di kawasan ikonik Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, mulai tanggal 1 hingga 7 Maret 2026. “Bank Aceh mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan merasakan pengalaman spiritual serta keseruan festival yang autentik”, ujar Fadhil Direktur Utama Bank Aceh.

​Gampong Ramadhan in Action akan dimeriahkan oleh berbagai program yang mengombinasikan pemberdayaan ekonomi umat dengan syiar Islam, di antaranya menghadirkan 70 stand bazar UMKM produk kuliner dan fashion pilihan dari pelaku usaha binaan dengan harga yang lebih terjangkau. Talkshow Interaktif Edukasi keuangan syariah bersama pakar dari Bank Aceh, Bank Indonesia, dan OJK. Fashion Street Ramadhan yang menampilkan tren busana muslim lokal yang modest dan elegan.Pameran & Lomba mulai dari pameran artefak Islam, mushaf Al-Qur’an, hingga lomba kaligrafi nasional. Serta program Bank Aceh Ramadhan Berbagi: Kegiatan sosial dan tadarus bersama untuk mempererat silaturahmi.

​Fadhil menambahkan bagi pengunjung yang hadir, Bank Aceh menyediakan berbagai keuntungan melalui aplikasi Action Mobile yaitu Voucher Belanja Cukup scan QRIS senilai Rp1, dapatkan voucher belanja senilai Rp10.000 di merchant terpilih. Juga tersedia programRacing Merchant & Transaksi dengan Hadiah total belasan juta rupiah bagi merchant dan pengguna Action Mobile dengan frekuensi transaksi tertinggi.

​”Kami ingin menjadikan Ramadhan tahun ini lebih bermakna. Melalui Gampong Ramadhan in Action, kami menyediakan ruang bagi UMKM untuk berkembang sekaligus memberikan hiburan edukatif bagi masyarakat. Mari ajak keluarga dan kerabat untuk berkunjung, berbelanja produk lokal, dan menikmati suasana religius di jantung kota Banda Aceh,” ujar Fadhil.

​Jangan lewatkan kesempatan untuk berburu kuliner berbuka puasa, melihat pameran bersejarah, hingga berswafoto di Photo Booth estetik yang telah disediakan.
​Sampai jumpa di Gampong Ramadhan in Action 2026!

249 Mahasiswa STIK Selesai Pengabdian Masyarakat di Aceh, Wakapolda Pimpin Apel Pelepasan

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Minggu 1-3-2026 Wakapolda Aceh, Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., memimpin apel pelepasan 249 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri Angkatan ke-83/WPS yang telah menuntaskan tugas Pengabdian Masyarakat (Dianmas) di sejumlah daerah terdampak bencana di Provinsi Aceh.

Apel pelepasan berlangsung di Meuligoe Polda Aceh yang dihadiri para Paping mahasiswa STIK, seluruh mahasiswa peserta Dianmas, Irwasda Polda Aceh, Karo SDM Polda Aceh, Kabidpropam Polda Aceh, Kabidhumas Polda Aceh, serta tamu undangan lainnya.

Dalam amanat Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M. M, yang dibacakan Wakapolda Aceh, mengatakan bahwa sejak 9 Februari 2026, sebanyak 249 mahasiswa STIK Angkatan ke-83/WPS telah tiba di Aceh untuk melaksanakan Dianmas di 12 kabupaten/kota terdampak bencana alam.

Disebutkan, kehadiran para mahasiswa bukan sekadar bagian dari kurikulum pendidikan, melainkan wujud komitmen Polri dalam menyiapkan pemimpin masa depan yang tidak hanya cakap secara konseptual, tetapi juga teruji secara moral, emosional, dan sosial di tengah masyarakat.

“Penugasan tersebut menuntut kepekaan, kemampuan adaptasi, serta kepemimpinan lapangan yang nyata. Dalam situasi pascabencana, masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan material, tetapi juga kehadiran negara yang menenangkan, menguatkan, dan memberikan harapan. Di sinilah saudara hadir sebagai wajah Polri yang humanis dan solutif,” demikian amanat Kapolda Aceh.

Selama pelaksanaan Dianmas, para mahasiswa terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, antara lain penyaluran bantuan, pembersihan fasilitas umum, pemberian trauma healing, pelayanan kesehatan, serta kegiatan sosial lainnya. Kegiatan tersebut dinilai tidak hanya mempercepat pemulihan fisik pascabencana, tetapi juga membangun kembali optimisme masyarakat.

Kapolda Aceh juga menyampaikan bahwa pada Rapim Polda Aceh tanggal 24 Februari 2026 lalu, telah diberikan penghargaan kepada para Paping dan perwakilan mahasiswa STIK Angkatan ke-83 sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi nyata yang telah diberikan.

“Penghargaan tersebut merupakan refleksi bahwa kerja keras, loyalitas, dan keikhlasan tidak pernah luput dari perhatian,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, pengalaman selama melaksanakan Dianmas di Aceh hendaknya menjadi laboratorium kepemimpinan yang sangat berharga. Para mahasiswa belajar bahwa memimpin bukan sekadar memberi perintah, tetapi juga mendengar; bukan hanya mengatur, tetapi merasakan; serta tidak sekadar hadir secara fisik, melainkan hadir dengan empati.
Ke depan, para mahasiswa akan mengemban amanah yang lebih besar sebagai perwira Polri dengan tantangan tugas yang semakin kompleks. Karena itu, mereka diharapkan menanamkan nilai integritas, profesionalisme, dan kemanusiaan dalam setiap pelaksanaan tugas.

Menutup amanatnya, Kapolda Aceh menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para Paping dan seluruh mahasiswa STIK Angkatan ke-83/WPS atas dedikasi, disiplin, serta semangat pengabdian selama pelaksanaan Dianmas di wilayah hukum Polda Aceh.

“Saudara telah bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga nama baik institusi, serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan selaras dengan tujuan pendidikan. Semoga seluruh pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran yang telah dicurahkan menjadi amal pengabdian yang bernilai dan membanggakan, baik bagi institusi maupun bagi diri pribadi,” pungkas Kapolda Aceh dalam amanatnya.

Pembangunan Jembatan Bailey di Lukup Sabun Barat Capai 20 Persen, Perkuat Konektivitas Antar Desa di Kute Panang

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Minggu 1-3-2026 Pembangunan Jembatan Bailey di Desa Lukup Sabun Barat, Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. progres pengerjaan fisik jembatan telah mencapai 20 persen dan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai dengan perencanaan teknis yang telah disusun sebelumnya.

Jembatan tipe konvensional dengan panjang bentang 12 meter tersebut dibangun menggunakan material Bailey, yang dikenal memiliki kekuatan struktur tinggi, fleksibel, serta efektif dalam proses pemasangannya. Pembangunan jembatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat akses penghubung antar desa yang selama ini menjadi jalur vital bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Pengerjaan konstruksi dilaksanakan oleh delapan personel Satgas Gulbencal dari Kodim 0106/Aceh Tengah bersama personel Satuan Zeni Angkatan Darat (Zidam). Para prajurit bekerja secara profesional dan terukur dengan tetap mengutamakan standar keamanan dan kualitas konstruksi. Di lapangan, setiap tahapan mulai dari persiapan fondasi, perakitan rangka baja, hingga penyesuaian struktur dilakukan dengan penuh ketelitian guna memastikan hasil akhir yang kokoh dan aman digunakan.

Selain keterlibatan personel TNI, pembangunan jembatan ini juga mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat. Warga secara sukarela turut membantu proses pengerjaan, baik dalam penyediaan tenaga tambahan, pengangkutan material, maupun pekerjaan pendukung lainnya. Semangat gotong royong yang terjalin antara TNI dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat progres pembangunan.

Meskipun capaian saat ini baru mencapai 20 persen, seluruh rangkaian pekerjaan berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Para prajurit terus mengoptimalkan tenaga, waktu, serta koordinasi di lapangan agar pembangunan dapat selesai tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan. Pengawasan teknis juga dilakukan secara berkala untuk memastikan kualitas konstruksi tetap terjaga.

Pembangunan Jembatan Bailey ini tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik semata, namun juga menitikberatkan pada kekuatan dan daya tahan struktur dalam jangka panjang. Jembatan dirancang agar mampu dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat secara aman, sehingga benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat pengguna.

Adapun ruas jalan yang akan terhubung melalui jembatan ini meliputi Desa Ratawali, Desa Tawardi, Desa Tawarmiko, Desa Lukup Sabun, Desa Lukup Sabun Tengah, hingga Desa Lukup Sabun Barat di Kecamatan Kute Panang. Selama ini, akses di jalur tersebut kerap mengalami hambatan, terutama pada musim hujan ketika debit air sungai meningkat. Kondisi tersebut sering memperlambat mobilitas warga, termasuk dalam mendistribusikan hasil pertanian ke pasar.

Salah seorang warga Desa Lukup Sabun Barat, Rahmat (45), menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, keberadaan jembatan Bailey sangat dinantikan oleh masyarakat karena menjadi penghubung utama antar desa.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas pembangunan jembatan ini. Selama ini kalau air sungai naik, kami kesulitan membawa hasil kebun ke pasar. Dengan adanya jembatan ini nanti, akses akan lebih mudah dan aman,” ungkapnya.

Diketahui, sektor pertanian menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat di Kecamatan Kute Panang. Komoditas seperti kopi, sayur-mayur, serta berbagai hasil perkebunan lainnya merupakan sumber penghasilan utama warga. Dengan terbangunnya jembatan ini, distribusi hasil pertanian diharapkan menjadi lebih lancar, efisien, dan tidak lagi terhambat oleh kondisi cuaca.

Melalui sinergi yang solid antara TNI dan masyarakat, progres pembangunan Jembatan Bailey di Desa Lukup Sabun Barat diharapkan terus meningkat hingga selesai sesuai jadwal. Kehadiran jembatan ini nantinya tidak hanya memperkuat konektivitas antar desa, tetapi juga menjadi pendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Aceh Tengah secara berkelanjutan.

Pembangunan Jembatan Bailey di Lukup Sabun Barat Capai 20 Persen, Perkuat Konektivitas Antar Desa di Kute Panang

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita ) Minggu 1-3-2026 Pembangunan Jembatan Bailey di Desa Lukup Sabun Barat, Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. progres pengerjaan fisik jembatan telah mencapai 20 persen dan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai dengan perencanaan teknis yang telah disusun sebelumnya.

Jembatan tipe konvensional dengan panjang bentang 12 meter tersebut dibangun menggunakan material Bailey, yang dikenal memiliki kekuatan struktur tinggi, fleksibel, serta efektif dalam proses pemasangannya. Pembangunan jembatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat akses penghubung antar desa yang selama ini menjadi jalur vital bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Pengerjaan konstruksi dilaksanakan oleh delapan personel Satgas Gulbencal dari Kodim 0106/Aceh Tengah bersama personel Satuan Zeni Angkatan Darat (Zidam). Para prajurit bekerja secara profesional dan terukur dengan tetap mengutamakan standar keamanan dan kualitas konstruksi. Di lapangan, setiap tahapan mulai dari persiapan fondasi, perakitan rangka baja, hingga penyesuaian struktur dilakukan dengan penuh ketelitian guna memastikan hasil akhir yang kokoh dan aman digunakan.

Selain keterlibatan personel TNI, pembangunan jembatan ini juga mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat. Warga secara sukarela turut membantu proses pengerjaan, baik dalam penyediaan tenaga tambahan, pengangkutan material, maupun pekerjaan pendukung lainnya. Semangat gotong royong yang terjalin antara TNI dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat progres pembangunan.

Meskipun capaian saat ini baru mencapai 20 persen, seluruh rangkaian pekerjaan berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Para prajurit terus mengoptimalkan tenaga, waktu, serta koordinasi di lapangan agar pembangunan dapat selesai tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan. Pengawasan teknis juga dilakukan secara berkala untuk memastikan kualitas konstruksi tetap terjaga.

Pembangunan Jembatan Bailey ini tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik semata, namun juga menitikberatkan pada kekuatan dan daya tahan struktur dalam jangka panjang. Jembatan dirancang agar mampu dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat secara aman, sehingga benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat pengguna.

Adapun ruas jalan yang akan terhubung melalui jembatan ini meliputi Desa Ratawali, Desa Tawardi, Desa Tawarmiko, Desa Lukup Sabun, Desa Lukup Sabun Tengah, hingga Desa Lukup Sabun Barat di Kecamatan Kute Panang. Selama ini, akses di jalur tersebut kerap mengalami hambatan, terutama pada musim hujan ketika debit air sungai meningkat. Kondisi tersebut sering memperlambat mobilitas warga, termasuk dalam mendistribusikan hasil pertanian ke pasar.

Salah seorang warga Desa Lukup Sabun Barat, Rahmat (45), menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, keberadaan jembatan Bailey sangat dinantikan oleh masyarakat karena menjadi penghubung utama antar desa.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas pembangunan jembatan ini. Selama ini kalau air sungai naik, kami kesulitan membawa hasil kebun ke pasar. Dengan adanya jembatan ini nanti, akses akan lebih mudah dan aman,” ungkapnya.

Diketahui, sektor pertanian menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat di Kecamatan Kute Panang. Komoditas seperti kopi, sayur-mayur, serta berbagai hasil perkebunan lainnya merupakan sumber penghasilan utama warga. Dengan terbangunnya jembatan ini, distribusi hasil pertanian diharapkan menjadi lebih lancar, efisien, dan tidak lagi terhambat oleh kondisi cuaca.

Melalui sinergi yang solid antara TNI dan masyarakat, progres pembangunan Jembatan Bailey di Desa Lukup Sabun Barat diharapkan terus meningkat hingga selesai sesuai jadwal. Kehadiran jembatan ini nantinya tidak hanya memperkuat konektivitas antar desa, tetapi juga menjadi pendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Aceh Tengah secara berkelanjutan.