Bank Aceh Kembali Dipercaya sebagai Bank Penyalur Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)Program BSPS Tahun 2026

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-3-2026 Bank Aceh kembali mengukuhkan posisinya sebagai lembaga keuangan terpercaya dalam mendukung program-program strategis nasional. Untuk tahun anggaran 2026, Bank Aceh kembali ditetapkan sebagai Bank Penyalur Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk wilayah Provinsi Aceh oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia melalui Satuan Kerja (Satker) Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Aceh, Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sumatera I.

Penunjukan ini ditandai dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Penyaluran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Provinsi Aceh Tahun 2026 tanggal 12 Maret 2026 di Bank Aceh Kantor Pusat yang dilakukan oleh Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh, M. Hendra Supardi, bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Swadaya dan Pengembangan Kawasan Permukiman Delineasi Kawasan Permukiman, Perdesaan dan Perkotaan, Lukman Hakim. Sinergi ini menjadi bukti nyata atas komitmen dan kapabilitas Bank Aceh dalam menyalurkan dana bantuan sosial secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran bagi masyarakat prasejahtera di Bumi Serambi Mekkah.

M. Hendra Supardi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kementerian terkait atas kepercayaan yang terus diberikan kepada Bank Aceh. “Alhamdulillah, melalui proses seleksi yang ketat, Bank Aceh kembali terpilih menjadi mitra penyalur dana BSPS tahun anggaran 2026. Ini adalah sebuah tanggung jawab besar bagi kami. Fokus utama kami bukan hanya sekadar menyalurkan dana, tetapi memastikan bahwa setiap rupiah dari program pemerintah ini sampai ke tangan yang berhak tanpa kendala teknis sedikitpun,” ujar M. Hendra Supardi.

Beliau menambahkan bahwa keberhasilan Bank Aceh memenangkan kepercayaan ini tidak lepas dari infrastruktur kantor cabang yang tersebar luas hingga ke pelosok Aceh, sehingga memudahkan akses bagi penerima bantuan di 23 Kabupaten/Kota.

Kepala Balai Pelaksana Pemyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumatera I Iswanto, ST, M.Si mengatakan bahwa semoga kerjasama ini dapat berjalan sebagaimana harapan kita bersama. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Aceh atas dukungannya dalam membantu kami untuk penyaluran bantuan stimulant perumahan swadaya ini,” ujar Iswanto.

Sejak pertama kali terlibat dalam program BSPS pada tahun 2018, Bank Aceh telah menunjukkan performa yang konsisten. Hingga akhir tahun 2025, total dana yang telah difasilitasi penyalurannya oleh Bank Aceh mencapai angka fantastis, yakni Rp964.780.000.000,- (Sembilan ratus enam puluh empat miliar tujuh ratus delapan puluh juta rupiah).

Adapun rincian historis keberhasilan penyaluran tersebut adalah sebagai berikut:
• Tahun 2018: Mengawali langkah dengan penyaluran sebesar Rp51,9 Miliar bagi 3.458 keluarga penerima manfaat di 19 Kabupaten/Kota.
• Tahun 2022: Mengalami lonjakan signifikan dengan realisasi Rp343 Miliar untuk 17.150 penerima di 13 Kabupaten/Kota.
• Tahun 2023: Berhasil menuntaskan penyaluran Rp247,8 Miliar bagi 12.392 penerima yang tersebar merata di 23 Kabupaten/Kota.
• Tahun 2024: Menyalurkan Rp270 Miliar kepada 13.501 penerima di 13 Kabupaten/Kota.
• Tahun 2025: Menutup tahun dengan penyaluran Rp54 Miliar bagi 2.602 penerima di 14 Kabupaten/Kota.

Sebagai bank syariah, Bank Aceh memastikan bahwa proses administrasi penyaluran dana BSPS tetap selaras dengan nilai-nilai syariah. Seluruh penerima bantuan akan menggunakan produk Tabungan Aneka Guna dengan pola Akad Wadiah.

Keunggulan skema ini adalah para penerima manfaat tidak dibebankan biaya administrasi bulanan dan tidak dikenakan biaya apapun saat penutupan rekening. Hal ini dilakukan agar dana bantuan yang diterima masyarakat tetap utuh dan dapat digunakan sepenuhnya untuk perbaikan kualitas hunian mereka.

Kepercayaan Pemerintah Pusat kepada Bank Aceh tidak hanya terbatas pada sektor perumahan. Bank Aceh juga tercatat sukses mengelola berbagai program bantuan nasional lainnya, seperti:
1. Sektor UMKM: Penyaluran BPUM tahun 2021 kepada 291.778 pelaku usaha.
2. Infrastruktur Nasional: Penyaluran Uang Ganti Rugi (UGR) untuk PSN Jalan Tol Sigli-Banda Aceh dan Tol Binjai-Langsa.
3. Pembangunan Wilayah: Penyaluran dana PISEW (2022-2024) dan program KOTAKU (2024).
4. Pendidikan & Sosial: Penyaluran Dana BOS, Bantuan Sosial Jaring Pengaman Sosial, hingga insentif guru non-PNS bagi 114.922 penerima.
5. Ketahanan Pangan: Penyaluran dana Peremajaan Sawit Rakyat (BPDPKS) bagi petani kelapa sawit periode 2020-2025.

“Harapan kami, program BSPS tahun 2026 ini dapat menjadi stimulus yang kuat bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Aceh. Memiliki rumah yang layak huni adalah langkah awal menuju keluarga yang lebih sejahtera dan sehat,” tutup M. Hendra Supardi.

Bank Aceh Kembali Dipercaya sebagai Bank Penyalur Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)Program BSPS Tahun 2026

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-3-2026 Bank Aceh kembali mengukuhkan posisinya sebagai lembaga keuangan terpercaya dalam mendukung program-program strategis nasional. Untuk tahun anggaran 2026, Bank Aceh kembali ditetapkan sebagai Bank Penyalur Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk wilayah Provinsi Aceh oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia melalui Satuan Kerja (Satker) Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Aceh, Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sumatera I.

Penunjukan ini ditandai dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Penyaluran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Provinsi Aceh Tahun 2026 tanggal 12 Maret 2026 di Bank Aceh Kantor Pusat yang dilakukan oleh Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh, M. Hendra Supardi, bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Swadaya dan Pengembangan Kawasan Permukiman Delineasi Kawasan Permukiman, Perdesaan dan Perkotaan, Lukman Hakim. Sinergi ini menjadi bukti nyata atas komitmen dan kapabilitas Bank Aceh dalam menyalurkan dana bantuan sosial secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran bagi masyarakat prasejahtera di Bumi Serambi Mekkah.

M. Hendra Supardi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kementerian terkait atas kepercayaan yang terus diberikan kepada Bank Aceh. “Alhamdulillah, melalui proses seleksi yang ketat, Bank Aceh kembali terpilih menjadi mitra penyalur dana BSPS tahun anggaran 2026. Ini adalah sebuah tanggung jawab besar bagi kami. Fokus utama kami bukan hanya sekadar menyalurkan dana, tetapi memastikan bahwa setiap rupiah dari program pemerintah ini sampai ke tangan yang berhak tanpa kendala teknis sedikitpun,” ujar M. Hendra Supardi.

Beliau menambahkan bahwa keberhasilan Bank Aceh memenangkan kepercayaan ini tidak lepas dari infrastruktur kantor cabang yang tersebar luas hingga ke pelosok Aceh, sehingga memudahkan akses bagi penerima bantuan di 23 Kabupaten/Kota.

Kepala Balai Pelaksana Pemyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumatera I Iswanto, ST, M.Si mengatakan bahwa semoga kerjasama ini dapat berjalan sebagaimana harapan kita bersama. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Aceh atas dukungannya dalam membantu kami untuk penyaluran bantuan stimulant perumahan swadaya ini,” ujar Iswanto.

Sejak pertama kali terlibat dalam program BSPS pada tahun 2018, Bank Aceh telah menunjukkan performa yang konsisten. Hingga akhir tahun 2025, total dana yang telah difasilitasi penyalurannya oleh Bank Aceh mencapai angka fantastis, yakni Rp964.780.000.000,- (Sembilan ratus enam puluh empat miliar tujuh ratus delapan puluh juta rupiah).

Adapun rincian historis keberhasilan penyaluran tersebut adalah sebagai berikut:
• Tahun 2018: Mengawali langkah dengan penyaluran sebesar Rp51,9 Miliar bagi 3.458 keluarga penerima manfaat di 19 Kabupaten/Kota.
• Tahun 2022: Mengalami lonjakan signifikan dengan realisasi Rp343 Miliar untuk 17.150 penerima di 13 Kabupaten/Kota.
• Tahun 2023: Berhasil menuntaskan penyaluran Rp247,8 Miliar bagi 12.392 penerima yang tersebar merata di 23 Kabupaten/Kota.
• Tahun 2024: Menyalurkan Rp270 Miliar kepada 13.501 penerima di 13 Kabupaten/Kota.
• Tahun 2025: Menutup tahun dengan penyaluran Rp54 Miliar bagi 2.602 penerima di 14 Kabupaten/Kota.

Sebagai bank syariah, Bank Aceh memastikan bahwa proses administrasi penyaluran dana BSPS tetap selaras dengan nilai-nilai syariah. Seluruh penerima bantuan akan menggunakan produk Tabungan Aneka Guna dengan pola Akad Wadiah.

Keunggulan skema ini adalah para penerima manfaat tidak dibebankan biaya administrasi bulanan dan tidak dikenakan biaya apapun saat penutupan rekening. Hal ini dilakukan agar dana bantuan yang diterima masyarakat tetap utuh dan dapat digunakan sepenuhnya untuk perbaikan kualitas hunian mereka.

Kepercayaan Pemerintah Pusat kepada Bank Aceh tidak hanya terbatas pada sektor perumahan. Bank Aceh juga tercatat sukses mengelola berbagai program bantuan nasional lainnya, seperti:
1. Sektor UMKM: Penyaluran BPUM tahun 2021 kepada 291.778 pelaku usaha.
2. Infrastruktur Nasional: Penyaluran Uang Ganti Rugi (UGR) untuk PSN Jalan Tol Sigli-Banda Aceh dan Tol Binjai-Langsa.
3. Pembangunan Wilayah: Penyaluran dana PISEW (2022-2024) dan program KOTAKU (2024).
4. Pendidikan & Sosial: Penyaluran Dana BOS, Bantuan Sosial Jaring Pengaman Sosial, hingga insentif guru non-PNS bagi 114.922 penerima.
5. Ketahanan Pangan: Penyaluran dana Peremajaan Sawit Rakyat (BPDPKS) bagi petani kelapa sawit periode 2020-2025.

“Harapan kami, program BSPS tahun 2026 ini dapat menjadi stimulus yang kuat bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Aceh. Memiliki rumah yang layak huni adalah langkah awal menuju keluarga yang lebih sejahtera dan sehat,” tutup M. Hendra Supardi.

Bank Aceh Kembali Dipercaya sebagai Bank Penyalur Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)Program BSPS Tahun 2026

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 12-3-2026 Bank Aceh kembali mengukuhkan posisinya sebagai lembaga keuangan terpercaya dalam mendukung program-program strategis nasional. Untuk tahun anggaran 2026, Bank Aceh kembali ditetapkan sebagai Bank Penyalur Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk wilayah Provinsi Aceh oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia melalui Satuan Kerja (Satker) Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Aceh, Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sumatera I.

Penunjukan ini ditandai dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Penyaluran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Provinsi Aceh Tahun 2026 tanggal 12 Maret 2026 di Bank Aceh Kantor Pusat yang dilakukan oleh Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh, M. Hendra Supardi, bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Swadaya dan Pengembangan Kawasan Permukiman Delineasi Kawasan Permukiman, Perdesaan dan Perkotaan, Lukman Hakim. Sinergi ini menjadi bukti nyata atas komitmen dan kapabilitas Bank Aceh dalam menyalurkan dana bantuan sosial secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran bagi masyarakat prasejahtera di Bumi Serambi Mekkah.

M. Hendra Supardi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kementerian terkait atas kepercayaan yang terus diberikan kepada Bank Aceh. “Alhamdulillah, melalui proses seleksi yang ketat, Bank Aceh kembali terpilih menjadi mitra penyalur dana BSPS tahun anggaran 2026. Ini adalah sebuah tanggung jawab besar bagi kami. Fokus utama kami bukan hanya sekadar menyalurkan dana, tetapi memastikan bahwa setiap rupiah dari program pemerintah ini sampai ke tangan yang berhak tanpa kendala teknis sedikitpun,” ujar M. Hendra Supardi.

Beliau menambahkan bahwa keberhasilan Bank Aceh memenangkan kepercayaan ini tidak lepas dari infrastruktur kantor cabang yang tersebar luas hingga ke pelosok Aceh, sehingga memudahkan akses bagi penerima bantuan di 23 Kabupaten/Kota.

Kepala Balai Pelaksana Pemyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumatera I Iswanto, ST, M.Si mengatakan bahwa semoga kerjasama ini dapat berjalan sebagaimana harapan kita bersama. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Aceh atas dukungannya dalam membantu kami untuk penyaluran bantuan stimulant perumahan swadaya ini,” ujar Iswanto.

Sejak pertama kali terlibat dalam program BSPS pada tahun 2018, Bank Aceh telah menunjukkan performa yang konsisten. Hingga akhir tahun 2025, total dana yang telah difasilitasi penyalurannya oleh Bank Aceh mencapai angka fantastis, yakni Rp964.780.000.000,- (Sembilan ratus enam puluh empat miliar tujuh ratus delapan puluh juta rupiah).

Adapun rincian historis keberhasilan penyaluran tersebut adalah sebagai berikut:
• Tahun 2018: Mengawali langkah dengan penyaluran sebesar Rp51,9 Miliar bagi 3.458 keluarga penerima manfaat di 19 Kabupaten/Kota.
• Tahun 2022: Mengalami lonjakan signifikan dengan realisasi Rp343 Miliar untuk 17.150 penerima di 13 Kabupaten/Kota.
• Tahun 2023: Berhasil menuntaskan penyaluran Rp247,8 Miliar bagi 12.392 penerima yang tersebar merata di 23 Kabupaten/Kota.
• Tahun 2024: Menyalurkan Rp270 Miliar kepada 13.501 penerima di 13 Kabupaten/Kota.
• Tahun 2025: Menutup tahun dengan penyaluran Rp54 Miliar bagi 2.602 penerima di 14 Kabupaten/Kota.

Sebagai bank syariah, Bank Aceh memastikan bahwa proses administrasi penyaluran dana BSPS tetap selaras dengan nilai-nilai syariah. Seluruh penerima bantuan akan menggunakan produk Tabungan Aneka Guna dengan pola Akad Wadiah.

Keunggulan skema ini adalah para penerima manfaat tidak dibebankan biaya administrasi bulanan dan tidak dikenakan biaya apapun saat penutupan rekening. Hal ini dilakukan agar dana bantuan yang diterima masyarakat tetap utuh dan dapat digunakan sepenuhnya untuk perbaikan kualitas hunian mereka.

Kepercayaan Pemerintah Pusat kepada Bank Aceh tidak hanya terbatas pada sektor perumahan. Bank Aceh juga tercatat sukses mengelola berbagai program bantuan nasional lainnya, seperti:
1. Sektor UMKM: Penyaluran BPUM tahun 2021 kepada 291.778 pelaku usaha.
2. Infrastruktur Nasional: Penyaluran Uang Ganti Rugi (UGR) untuk PSN Jalan Tol Sigli-Banda Aceh dan Tol Binjai-Langsa.
3. Pembangunan Wilayah: Penyaluran dana PISEW (2022-2024) dan program KOTAKU (2024).
4. Pendidikan & Sosial: Penyaluran Dana BOS, Bantuan Sosial Jaring Pengaman Sosial, hingga insentif guru non-PNS bagi 114.922 penerima.
5. Ketahanan Pangan: Penyaluran dana Peremajaan Sawit Rakyat (BPDPKS) bagi petani kelapa sawit periode 2020-2025.

“Harapan kami, program BSPS tahun 2026 ini dapat menjadi stimulus yang kuat bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Aceh. Memiliki rumah yang layak huni adalah langkah awal menuju keluarga yang lebih sejahtera dan sehat,” tutup M. Hendra Supardi.

Polres Pidie Buka Layanan Penitipan Kendaraan untuk Warga Selama Mudik Lebaran

Mapolres sigli  ( Aceh dalam berita ) Rabu 11-3-2026 Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang akan mudik pada momentum Idulfitri 1447 Hijriah, Polres Pidie membuka layanan penitipan kendaraan bermotor secara gratis bagi warga Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh.

Layanan penitipan kendaraan tersebut disediakan sebagai bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang akan meninggalkan rumah dalam waktu beberapa hari untuk melakukan perjalanan mudik maupun berlibur saat Hari Raya Idulfitri, hal tersebut disampaikan Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK kepada wartawan.

“Layanan penitipan kendaraan ini kami sediakan secara gratis bagi masyarakat yang akan mudik atau bepergian selama libur Lebaran, sehingga kendaraan dapat disimpan dengan aman di lingkungan Mapolres maupun Polsek jajaran,” ujar Kapolres Pidie.

Ia menjelaskan, langkah ini merupakan bagian dari upaya Polres Pidie dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat yang meninggalkan rumah selama perjalanan mudik. Dengan adanya fasilitas penitipan kendaraan tersebut, diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap keamanan kendaraan yang ditinggalkan.

Selain itu, Kapolres Pidie juga mengimbau masyarakat yang akan mudik agar memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan, seperti mematikan aliran listrik yang tidak diperlukan, memastikan pintu dan jendela terkunci dengan baik, serta memberitahukan kepada tetangga atau aparat gampong setempat.

Menurutnya, Polres Pidie berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama pada momen Hari Raya Idulfitri yang identik dengan meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat.

“Melalui layanan penitipan kendaraan ini, kami berharap masyarakat dapat melaksanakan mudik dengan lebih tenang dan nyaman, karena kendaraan mereka berada dalam pengawasan pihak kepolisian,” tutup Kapolres Pidie

Pulihkan Akses tranportasi, Prajurit TNI bersihkan Longsor di Ruas Jalan Takengon–Bintang

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita )  Personel TNI dari Satuan Kodim 0106/Aceh Tengah bersama Personel Yonif TP 854/Dharma Kersaka bergerak cepat melakukan pembersihan material longsor yang menutupi badan jalan pada ruas Takengon–Bintang, tepatnya di Dusun Kalang, kawasan Ujung Sere, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk respons cepat TNI dalam membantu penanganan dampak bencana alam sekaligus memastikan kelancaran akses transportasi masyarakat yang sempat terganggu akibat tertutupnya badan jalan oleh material longsor.

Melalui pengerahan personel di lapangan, proses pembersihan dilakukan dengan memindahkan material tanah, batu, serta puing-puing yang menutupi badan jalan agar jalur penghubung antarwilayah tersebut dapat kembali dilalui kendaraan dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal.

Penanganan cepat terhadap kejadian ini menjadi bagian dari komitmen TNI dalam mendukung upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di daerah, khususnya dalam menjaga keberlangsungan konektivitas wilayah yang memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian.

Selain itu, keterlibatan TNI dalam kegiatan ini juga mencerminkan sinergi antara aparat negara dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan kebencanaan, sekaligus memperkuat upaya kolektif dalam menjaga ketahanan wilayah dan keselamatan masyarakat.

Diharapkan dengan langkah cepat yang dilakukan tersebut, akses jalan pada ruas Takengon–Bintang dapat segera pulih sepenuhnya sehingga mobilitas masyarakat di Kabupaten Aceh Tengah kembali berjalan dengan aman dan lancar.

Pulihkan Akses tranportasi, Prajurit TNI bersihkan Longsor di Ruas Jalan Takengon–Bintang

Aceh Tengah ( Aceh dalam berita )  Personel TNI dari Satuan Kodim 0106/Aceh Tengah bersama Personel Yonif TP 854/Dharma Kersaka bergerak cepat melakukan pembersihan material longsor yang menutupi badan jalan pada ruas Takengon–Bintang, tepatnya di Dusun Kalang, kawasan Ujung Sere, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk respons cepat TNI dalam membantu penanganan dampak bencana alam sekaligus memastikan kelancaran akses transportasi masyarakat yang sempat terganggu akibat tertutupnya badan jalan oleh material longsor.

Melalui pengerahan personel di lapangan, proses pembersihan dilakukan dengan memindahkan material tanah, batu, serta puing-puing yang menutupi badan jalan agar jalur penghubung antarwilayah tersebut dapat kembali dilalui kendaraan dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal.

Penanganan cepat terhadap kejadian ini menjadi bagian dari komitmen TNI dalam mendukung upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di daerah, khususnya dalam menjaga keberlangsungan konektivitas wilayah yang memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian.

Selain itu, keterlibatan TNI dalam kegiatan ini juga mencerminkan sinergi antara aparat negara dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan kebencanaan, sekaligus memperkuat upaya kolektif dalam menjaga ketahanan wilayah dan keselamatan masyarakat.

Diharapkan dengan langkah cepat yang dilakukan tersebut, akses jalan pada ruas Takengon–Bintang dapat segera pulih sepenuhnya sehingga mobilitas masyarakat di Kabupaten Aceh Tengah kembali berjalan dengan aman dan lancar.

Di Bulan Ramadan, Kapolda Aceh Bersilaturahmi dengan Wali Nanggroe Aceh

Aceh Besar  ( Aceh dalam berita ) Selasa 10-3-2026 Dalam suasana bulan Ramadan yang penuh berkah, Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M. M, melakukan silaturahmi dengan Wali Nanggroe Aceh Teungku Malik Mahmud Al-Haythar.

Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Lembaga Wali Nanggroe Aceh di Aceh Besar dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S. I. K, mengatakan, silaturahmi itu merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan serta memperkuat sinergitas antara Polda Aceh dan Lembaga Wali Nanggroe Aceh sebagai unsur pimpinan adat yang memiliki peran penting dalam mempersatukan masyarakat Aceh.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Aceh turut didampingi Wakapolda Aceh, Irwasda Polda Aceh, serta Dirintelkam Polda Aceh.

Menurut Kabid Humas, dalam kesempatan itu juga disampaikan perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Aceh yang hingga saat ini relatif kondusif.

Selain itu, turut dibahas keberhasilan Polda Aceh dalam pelaksanaan penanganan bencana hidrometeorologi yang terjadi di sejumlah wilayah Aceh beberapa waktu lalu.

“Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dengan komitmen bersama untuk terus menjaga koordinasi serta kerja sama yang harmonis antara kepolisian dan lembaga adat demi menjaga stabilitas dan keamanan di Aceh,” tutup Kabid Humas.

Di Bulan Ramadan, Kapolda Aceh Bersilaturahmi dengan Wali Nanggroe Aceh

Aceh Besar  ( Aceh dalam berita ) Selasa 10-3-2026 Dalam suasana bulan Ramadan yang penuh berkah, Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M. M, melakukan silaturahmi dengan Wali Nanggroe Aceh Teungku Malik Mahmud Al-Haythar.

Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Lembaga Wali Nanggroe Aceh di Aceh Besar dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S. I. K, mengatakan, silaturahmi itu merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan serta memperkuat sinergitas antara Polda Aceh dan Lembaga Wali Nanggroe Aceh sebagai unsur pimpinan adat yang memiliki peran penting dalam mempersatukan masyarakat Aceh.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Aceh turut didampingi Wakapolda Aceh, Irwasda Polda Aceh, serta Dirintelkam Polda Aceh.

Menurut Kabid Humas, dalam kesempatan itu juga disampaikan perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Aceh yang hingga saat ini relatif kondusif.

Selain itu, turut dibahas keberhasilan Polda Aceh dalam pelaksanaan penanganan bencana hidrometeorologi yang terjadi di sejumlah wilayah Aceh beberapa waktu lalu.

“Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dengan komitmen bersama untuk terus menjaga koordinasi serta kerja sama yang harmonis antara kepolisian dan lembaga adat demi menjaga stabilitas dan keamanan di Aceh,” tutup Kabid Humas.

Penyegaran Organisasi, Kapolres Aceh Timur Pimpin Sertijab Kasat Lantas, Kapolsek hingga Kasi Humas

Idi Rayeuk ( Aceh dalam berita ) Selasa 10-3-2026 Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi, S.I.K. memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat utama dan kapolsek di jajaran Polres Aceh Timur. Pergantian jabatan tersebut meliputi posisi Kasat Lantas, sejumlah Kapolsek, serta Kasihumas Polres Aceh Timur.

Upacara yang berlangsung di Aula Bhara Daksa Polres Aceh Timur dan diikuti para pejabat utama, perwira staf, kapolsek jajaran, serta perwakilan personel Polres Aceh Timur. Hadir pula Wakapolres Aceh Timur Kompol Abdul Muin, S.H.,M.M. dan Ketua Bhayangkari Cabang Aceh Timur Ny. Zilka Irwan Kurniadi beserta pengurus.

Dalam upacara tersebut dibacakan keputusan Kapolda Aceh Nomor ST/123/III/KEP.3/2026 dan ST/124/III/KEP.3/2026 tertanggal 2 Maret 2026 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polda Aceh.

Melalui keputusan tersebut, AKP Hardi, S.H. yang sebelumnya menjabat Kasat Lantas Polres Aceh Timur diangkat menjadi Kasihumas Polres Aceh Timur. Jabatan Kasat Lantas kemudian diisi AKP Aditya Hadmanto, S.Tr.K.,S.I.K.,M.H. yang sebelumnya bertugas sebagai Kasat Lantas Polres Bireuen.

Selain itu, AKP Rahmad Syah yang sebelumnya menjabat Kapolsek Idi Rayeuk dipercaya mengemban tugas baru sebagai Kasubbagbinkar Bag SDM Polres Aceh Timur. Posisi Kapolsek Idi Rayeuk selanjutnya dijabat AKP JM Tambunan, S.H. yang sebelumnya menjabat Kasikum Polres Aceh Timur.

Pergantian juga terjadi di sejumlah polsek. AKP Muslim Siregar, S.H. yang sebelumnya menjabat Kapolsek Peureulak kini dipercaya sebagai Kasikum Polres Aceh Timur. Posisi Kapolsek Peureulak dijabat AKP Syamsul Bahri, S.H. yang sebelumnya menjabat Kapolsek Darul Aman.

Sementara itu, jabatan Kapolsek Darul Aman kini dipercayakan kepada Iptu Muhammad Kadar yang sebelumnya bertugas sebagai Paur Subbagkerma Bagops Polres Aceh Timur.

Untuk jabatan Kapolsek Peudawa kini diemban Ipda Jamaluddin, S.H. menggantikan Iptu Syahril yang mendapat tugas baru sebagai Ps. Kasubbagdalpers Bag SDM Polres Aceh Timur.

Selain serah terima jabatan, pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan pelantikan jabatan Kapolsek Peureulak Timur yang kini dijabat Ipda Maulizar Rahmadi, S.H. yang sebelumnya bertugas sebagai Kaurbinopsnal Satreskrim Polres Aceh Timur.

Kapolres Aceh Timur dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa rotasi jabatan di lingkungan Polri merupakan bagian dari dinamika organisasi serta upaya penyegaran untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

“Mutasi jabatan adalah hal yang biasa dalam organisasi Polri. Ini merupakan bentuk kepercayaan pimpinan sekaligus bagian dari pembinaan karier untuk meningkatkan profesionalitas dalam pelaksanaan tugas.” Ungkap Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi, S.I.K.

Penyegaran Organisasi, Kapolres Aceh Timur Pimpin Sertijab Kasat Lantas, Kapolsek hingga Kasi Humas

Idi Rayeuk ( Aceh dalam berita ) Selasa 10-3-2026 Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi, S.I.K. memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat utama dan kapolsek di jajaran Polres Aceh Timur. Pergantian jabatan tersebut meliputi posisi Kasat Lantas, sejumlah Kapolsek, serta Kasihumas Polres Aceh Timur.

Upacara yang berlangsung di Aula Bhara Daksa Polres Aceh Timur dan diikuti para pejabat utama, perwira staf, kapolsek jajaran, serta perwakilan personel Polres Aceh Timur. Hadir pula Wakapolres Aceh Timur Kompol Abdul Muin, S.H.,M.M. dan Ketua Bhayangkari Cabang Aceh Timur Ny. Zilka Irwan Kurniadi beserta pengurus.

Dalam upacara tersebut dibacakan keputusan Kapolda Aceh Nomor ST/123/III/KEP.3/2026 dan ST/124/III/KEP.3/2026 tertanggal 2 Maret 2026 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polda Aceh.

Melalui keputusan tersebut, AKP Hardi, S.H. yang sebelumnya menjabat Kasat Lantas Polres Aceh Timur diangkat menjadi Kasihumas Polres Aceh Timur. Jabatan Kasat Lantas kemudian diisi AKP Aditya Hadmanto, S.Tr.K.,S.I.K.,M.H. yang sebelumnya bertugas sebagai Kasat Lantas Polres Bireuen.

Selain itu, AKP Rahmad Syah yang sebelumnya menjabat Kapolsek Idi Rayeuk dipercaya mengemban tugas baru sebagai Kasubbagbinkar Bag SDM Polres Aceh Timur. Posisi Kapolsek Idi Rayeuk selanjutnya dijabat AKP JM Tambunan, S.H. yang sebelumnya menjabat Kasikum Polres Aceh Timur.

Pergantian juga terjadi di sejumlah polsek. AKP Muslim Siregar, S.H. yang sebelumnya menjabat Kapolsek Peureulak kini dipercaya sebagai Kasikum Polres Aceh Timur. Posisi Kapolsek Peureulak dijabat AKP Syamsul Bahri, S.H. yang sebelumnya menjabat Kapolsek Darul Aman.

Sementara itu, jabatan Kapolsek Darul Aman kini dipercayakan kepada Iptu Muhammad Kadar yang sebelumnya bertugas sebagai Paur Subbagkerma Bagops Polres Aceh Timur.

Untuk jabatan Kapolsek Peudawa kini diemban Ipda Jamaluddin, S.H. menggantikan Iptu Syahril yang mendapat tugas baru sebagai Ps. Kasubbagdalpers Bag SDM Polres Aceh Timur.

Selain serah terima jabatan, pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan pelantikan jabatan Kapolsek Peureulak Timur yang kini dijabat Ipda Maulizar Rahmadi, S.H. yang sebelumnya bertugas sebagai Kaurbinopsnal Satreskrim Polres Aceh Timur.

Kapolres Aceh Timur dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa rotasi jabatan di lingkungan Polri merupakan bagian dari dinamika organisasi serta upaya penyegaran untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

“Mutasi jabatan adalah hal yang biasa dalam organisasi Polri. Ini merupakan bentuk kepercayaan pimpinan sekaligus bagian dari pembinaan karier untuk meningkatkan profesionalitas dalam pelaksanaan tugas.” Ungkap Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi, S.I.K.