Nana Thama : Aparat Penegak Hukum Jangan Tutup Mata Periksa dan Usut Dana Sapi Bantuan Presiden Prabowo di Aceh Timur

Idi Rayeuk ( Aceh dalam berita ) Senin 9-3-2026 Polemik pengadaan sapi bantuan Meugang untuk masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Timur memasuki babak baru. Sejumlah pihak mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut transparansi penggunaan anggaran bantuan sebesar Rp7,55 miliar yang digelontorkan pemerintah pusat.

Desakan tersebut disampaikan oleh Nana Thama, wartawan media online sekaligus Ketua DPC Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Aceh Timur. Ia meminta aparat penegak hukum agar segera melakukan pemeriksaan terhadap proses pengadaan sapi bantuan yang dinilai menimbulkan banyak pertanyaan di tengah masyarakat.

“Aparat penegak hukum jangan tutup mata. Periksa dan usut dana sapi meugang Rp7,5 miliar ini. Hukum harus on the track, tidak ada kata terlambat,” tegas Nana Thama kepada media.

Polemik bermula saat Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Aceh Timur, Murdani, S.STP., M.Si, menyampaikan bahwa jumlah sapi yang dibeli melalui pihak vendor mencapai 398 ekor.

“Ada bang, jumlahnya 398 ekor… bagi saja dengan Rp7,5 miliar,” ujar Murdani saat dikonfirmasi.

Berdasarkan perhitungan tersebut, jika total anggaran Rp7,55 miliar dibagi dengan 398 ekor sapi, maka rata-rata harga sapi diperkirakan sekitar Rp18,4 juta per ekor.

Namun ketika awak media mencoba mengonfirmasi kembali terkait rincian RAP belanja, harga per ekor, serta spesifikasi sapi, nomor WhatsApp kepala dinas disebut tidak lagi dapat dihubungi.

“Ini aneh, sekelas kepala dinas memberikan pernyataan tanpa didasari data atau RAP belanja yang jelas,” kata Nana Thama.

Ia juga menyoroti kondisi sejumlah sapi bantuan yang dinilai berukuran kecil.

“Kalau harga per ekor sekitar Rp18 juta, sementara kondisi sapi kurus dan sebagian masih anakan, ini tentu memunculkan dugaan adanya mark up anggaran,” ujarnya.

Menanggapi polemik tersebut, Kepala Disbunnak Aceh Timur Murdani memberikan klarifikasi saat ditemui tim media di ruang kerjanya.

Menurutnya, dana Rp7,5 miliar merupakan bantuan dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang diperuntukkan bagi 150 desa terdampak banjir di Aceh Timur.

Ia menjelaskan bahwa skema awal penganggaran sebenarnya dihitung sekitar Rp50 juta untuk satu ekor sapi yang dialokasikan bagi setiap desa terdampak.

“Anggaran awal sekitar Rp50 juta per ekor untuk 150 desa yang terdampak,” jelasnya.

Namun dalam pelaksanaannya, proses pembelian sapi dilakukan oleh pihak rekanan atau pihak ketiga yang ditunjuk oleh Bupati Aceh Timur, dengan sapi didatangkan dari wilayah Sumatera Utara.

Murdani mengakui bahwa proses pengadaan dilakukan dalam waktu yang sangat terbatas sehingga tidak seluruh prosedur berjalan maksimal.

“Memang tidak maksimal karena waktu mepet. Pihak rekanan membeli dengan sistem pukul rata harga, besar kecil sesuai permintaan pemilik kandang ternak,” katanya.
Ia juga tidak menampik bahwa terdapat sejumlah sapi yang berukuran kecil.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa dinas tidak sempat melakukan penimbangan atau verifikasi fisik secara detail terhadap seluruh sapi sebelum didistribusikan.

“Tidak sempat karena waktu mepet. Pada intinya kita sudah mempercayakan kepada pihak rekanan,” ujarnya.

Murdani menjelaskan bahwa data penerima bantuan merujuk pada laporan BPBD Aceh Timur yang mencatat 454 desa terdampak banjir dengan jumlah penduduk lebih dari 18 ribu jiwa.

Distribusi sapi dilakukan secara terpusat di kantor Satpol PP Aceh Timur, di mana para kepala desa atau geuchik datang langsung mengambil sapi yang telah disediakan untuk dibagikan kepada masyarakat.

Dalam keterangannya, Murdani juga mengakui bahwa Inspektorat daerah tidak secara langsung terlibat dalam proses pengadaan sapi bantuan tersebut, meskipun pihak dinas mengklaim telah melakukan koordinasi.

Sementara terkait transparansi dokumen seperti RAP/RAB, kontrak pengadaan, dan daftar vendor, ia menyebut dokumen tersebut dapat diberikan apabila diminta oleh lembaga resmi.

“Kalau lembaga resmi yang meminta, tentu akan kita berikan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Murdani kepada tim investigasi AWPI Aceh Timur yang dipimpin Haris Nduru selaku Ketua Investigasi, didampingi Erwin Nainggolan selaku Humas AWPI Aceh Timur.

Kasus pengadaan sapi Meugang ini kini menjadi perhatian publik di Aceh Timur. Sejumlah kalangan menilai transparansi penggunaan dana bantuan pemerintah harus dibuka secara jelas agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat.

Desakan pun menguat agar aparat penegak hukum segera melakukan penelusuran guna memastikan proses pengadaan berjalan sesuai aturan dan tidak merugikan kepentingan masyarakat yang terdampak bencana.

BSI Berbagi: 5.000 Anak Yatim Terima Santunan Serentak di Seluruh Indonesia

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Sabtu 7-32026 — Aroma bubur kanji rumbi mengepul dari dapur besar di halaman Masjid Darussalam, Aceh Tamiang, Ratusan anak duduk berbaris rapi menunggu waktu berbuka. Di tangan mereka, kantong berisi perlengkapan sekolah dan santunan Ramadan.
Di tempat itulah PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) bersama Danantara Indonesia menggelar kegiatan berbagi dengan 5.000 anak yatim dan dhuafa di seluruh Indonesia. Kegiatan ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia dengan kegiatan dipusatkan di sembilan titik Lokasi.

Aceh Tamiang dipilih sebagai pusat utama kegiatan BSI Berbagi tahun ini. Wilayah tersebut merupakan salah satu daerah yang tengah menjalani masa pemulihan setelah bencana. Bagi banyak anak di sana, kegiatan berbagi ini menjadi momen Ramadan yang menghadirkan kembali keceriaan. Lokasi kegiatan juga dekat dengan tempat hunian sementara (huntara) masyarakat yang dibangun pemerintah Indonesia bersama Danantara dan BUMN Indonesia, termasuk BSI.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo hadir langsung di lokasi bersama Komisaris Utama Prof Muhadjir Effendy serta Ketua Dewan Pengawas Syariah Prof KH Hasanudin dan Direktur Information Technology BSI Muharto Hadi Suprapto. Mereka ikut memasak bubur bersama warga, menu khas berbuka puasa masyarakat Aceh yang dikenal sebagai kanji rumbi.

“Pendidikan menjadi fondasi penting bagi masa depan Indonesia. Melalui kegiatan santunan ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan sekaligus memberi semangat bagi anak-anak agar terus belajar dan meraih cita-cita,” kata Anggoro.

Kegiatan berbagi ini juga berlangsung secara paralel di berbagai wilayah operasional BSI, mulai dari Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, hingga Makassar dan Kalimantan. Di setiap kota, jajaran direksi BSI turut hadir untuk menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim.

Program santunan ini merupakan bagian dari BSI Berbagi, kegiatan sosial yang rutin diselenggarakan sejak bank syariah terbesar di Indonesia itu berdiri pada 2021. Tahun ini menjadi penyelenggaraan kelima sekaligus bertepatan dengan ulang tahun ke-5 BSI.

Jumlah penerima santunan tahun ini mencapai 5.000 anak, meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 4.444 anak. Selain santunan, BSI juga menyalurkan wakaf Alquran ke berbagai pesantren di seluruh Indonesia.

Bagi BSI, Ramadan bukan sekadar momentum ibadah, tetapi juga kesempatan memperkuat kepedulian sosial. Bank ini juga memfasilitasi masyarakat yang ingin berbagi melalui layanan digital di aplikasi BYOND by BSI, termasuk fitur Donasi Anak Yatim dan Berbagi THR Yatim.
Selama dua pekan pertama Ramadan 1447 Hijriah, transaksi zakat, infak, sedekah, dan wakaf melalui aplikasi tersebut tercatat meningkat sekitar 14 %.

Selain itu, BSI juga terus mendorong akses pendidikan bagi generasi muda melalui program BSI Scholarship. Hingga kini lebih dari 10.000 beasiswa telah disalurkan kepada pelajar dan mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu di berbagai daerah.

Di Aceh Tamiang sore itu, menjelang adzan magrib, anak-anak mulai membuka paket makanan mereka. Tawa kecil terdengar di antara mereka.
Ramadan, bagi mereka, menjadi sedikit lebih hangat.

#CahayaGenerasiBangsa
#SatuDanantara
#LangkahEmasRaihKemenangan
#MelayaniSepenuhHati

BSI Berbagi: 5.000 Anak Yatim Terima Santunan Serentak di Seluruh Indonesia

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Sabtu 7-32026 — Aroma bubur kanji rumbi mengepul dari dapur besar di halaman Masjid Darussalam, Aceh Tamiang, Ratusan anak duduk berbaris rapi menunggu waktu berbuka. Di tangan mereka, kantong berisi perlengkapan sekolah dan santunan Ramadan.
Di tempat itulah PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) bersama Danantara Indonesia menggelar kegiatan berbagi dengan 5.000 anak yatim dan dhuafa di seluruh Indonesia. Kegiatan ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia dengan kegiatan dipusatkan di sembilan titik Lokasi.

Aceh Tamiang dipilih sebagai pusat utama kegiatan BSI Berbagi tahun ini. Wilayah tersebut merupakan salah satu daerah yang tengah menjalani masa pemulihan setelah bencana. Bagi banyak anak di sana, kegiatan berbagi ini menjadi momen Ramadan yang menghadirkan kembali keceriaan. Lokasi kegiatan juga dekat dengan tempat hunian sementara (huntara) masyarakat yang dibangun pemerintah Indonesia bersama Danantara dan BUMN Indonesia, termasuk BSI.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo hadir langsung di lokasi bersama Komisaris Utama Prof Muhadjir Effendy serta Ketua Dewan Pengawas Syariah Prof KH Hasanudin dan Direktur Information Technology BSI Muharto Hadi Suprapto. Mereka ikut memasak bubur bersama warga, menu khas berbuka puasa masyarakat Aceh yang dikenal sebagai kanji rumbi.

“Pendidikan menjadi fondasi penting bagi masa depan Indonesia. Melalui kegiatan santunan ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan sekaligus memberi semangat bagi anak-anak agar terus belajar dan meraih cita-cita,” kata Anggoro.

Kegiatan berbagi ini juga berlangsung secara paralel di berbagai wilayah operasional BSI, mulai dari Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, hingga Makassar dan Kalimantan. Di setiap kota, jajaran direksi BSI turut hadir untuk menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim.

Program santunan ini merupakan bagian dari BSI Berbagi, kegiatan sosial yang rutin diselenggarakan sejak bank syariah terbesar di Indonesia itu berdiri pada 2021. Tahun ini menjadi penyelenggaraan kelima sekaligus bertepatan dengan ulang tahun ke-5 BSI.

Jumlah penerima santunan tahun ini mencapai 5.000 anak, meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 4.444 anak. Selain santunan, BSI juga menyalurkan wakaf Alquran ke berbagai pesantren di seluruh Indonesia.

Bagi BSI, Ramadan bukan sekadar momentum ibadah, tetapi juga kesempatan memperkuat kepedulian sosial. Bank ini juga memfasilitasi masyarakat yang ingin berbagi melalui layanan digital di aplikasi BYOND by BSI, termasuk fitur Donasi Anak Yatim dan Berbagi THR Yatim.
Selama dua pekan pertama Ramadan 1447 Hijriah, transaksi zakat, infak, sedekah, dan wakaf melalui aplikasi tersebut tercatat meningkat sekitar 14 %.

Selain itu, BSI juga terus mendorong akses pendidikan bagi generasi muda melalui program BSI Scholarship. Hingga kini lebih dari 10.000 beasiswa telah disalurkan kepada pelajar dan mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu di berbagai daerah.

Di Aceh Tamiang sore itu, menjelang adzan magrib, anak-anak mulai membuka paket makanan mereka. Tawa kecil terdengar di antara mereka.
Ramadan, bagi mereka, menjadi sedikit lebih hangat.

#CahayaGenerasiBangsa
#SatuDanantara
#LangkahEmasRaihKemenangan
#MelayaniSepenuhHati

Kapolres Pidie Ikuti Tanam Raya Jagung Serentak Kuartal I 2026 Secara Virtual Bersama Kapolri

Mapolres Sigli ( Aceh dalam berita ) Sabtu 7-3-2026 Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK mengikuti kegiatan Tanam Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 secara virtual yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap program swasembada jagung nasional dan ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.

Di Kabupaten Pidie, kegiatan tanam raya jagung ini yang dilaksanakan di Gampong Jijiem Kecamatan Keuamla, juga melibatkan unsur Forkopimda, para pejabat utama Polres Pidie, instansi terkait, serta masyarakat dan kelompok tani setempat.

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, melalui kegiatan tanam raya jagung serentak ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan para petani, khususnya di wilayah Kabupaten Pidie.

“Program tanam jagung ini merupakan upaya bersama antara Polri, pemerintah daerah dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta mendorong terciptanya swasembada jagung,” ujar Kapolres Pidie.

Ia juga menegaskan bahwa Polres Pidie siap terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam mendukung sektor pertanian, mulai dari pendampingan kepada kelompok tani hingga mendorong pemanfaatan lahan produktif secara optimal.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Pidie bersama unsur Forkopimda dan kelompok tani turut melakukan penanaman bibit jagung sebagai simbol dimulainya program tanam jagung serentak di wilayah Kabupaten Pidie.

Melalui kegiatan ini diharapkan kolaborasi antara Polri, pemerintah dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik dalam mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya para petani.

Kapolres Pidie Ikuti Tanam Raya Jagung Serentak Kuartal I 2026 Secara Virtual Bersama Kapolri

Mapolres Sigli ( Aceh dalam berita ) Sabtu 7-3-2026 Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK mengikuti kegiatan Tanam Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 secara virtual yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap program swasembada jagung nasional dan ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.

Di Kabupaten Pidie, kegiatan tanam raya jagung ini yang dilaksanakan di Gampong Jijiem Kecamatan Keuamla, juga melibatkan unsur Forkopimda, para pejabat utama Polres Pidie, instansi terkait, serta masyarakat dan kelompok tani setempat.

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, melalui kegiatan tanam raya jagung serentak ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan para petani, khususnya di wilayah Kabupaten Pidie.

“Program tanam jagung ini merupakan upaya bersama antara Polri, pemerintah daerah dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta mendorong terciptanya swasembada jagung,” ujar Kapolres Pidie.

Ia juga menegaskan bahwa Polres Pidie siap terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam mendukung sektor pertanian, mulai dari pendampingan kepada kelompok tani hingga mendorong pemanfaatan lahan produktif secara optimal.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Pidie bersama unsur Forkopimda dan kelompok tani turut melakukan penanaman bibit jagung sebagai simbol dimulainya program tanam jagung serentak di wilayah Kabupaten Pidie.

Melalui kegiatan ini diharapkan kolaborasi antara Polri, pemerintah dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik dalam mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya para petani.

Kapolda Aceh Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying, Stok BBM Dipastikan Aman

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Jum’at 6-3-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M. mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan atau panic buying. Pasokan BBM di wilayah Aceh dipastikan dalam kondisi aman dan distribusinya berjalan normal.

Kapolda menjelaskan, informasi yang beredar di masyarakat terkait angka 20 hari bukan menunjukkan keterbatasan pasokan BBM, melainkan cadangan operasional yang disiapkan untuk menjaga stabilitas distribusi.

“Pertamina telah menyampaikan bahwa angka 20 hari yang dimaksud adalah cadangan operasional BBM. Bahkan secara kapasitas penyimpanan, pasokan BBM dapat menampung hingga sekitar 25 sampai 26 hari,” ujar Kapolda Aceh.

Ia menjelaskan bahwa stok BBM di Aceh dalam kondisi aman sehingga masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat menimbulkan kekhawatiran berlebihan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Pasokan BBM di Aceh dalam kondisi aman dan distribusinya berjalan lancar,” ucap Kapolda Aceh.

Untuk memastikan kelancaran distribusi energi tersebut, Polda Aceh terus berkoordinasi dengan pihak terkait. Selain itu, jajaran kepolisian juga melakukan langkah-langkah preventif dengan memberikan pengamanan di sejumlah SPBU serta meningkatkan patroli guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Masyarakat diharapkan membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan, sehingga distribusi energi dapat berjalan merata dan tidak menimbulkan kelangkaan di tengah masyarakat.

Kapolda juga menegaskan bahwa penjualan BBM secara eceran di atas harga normal merupakan tindakan ilegal yang dapat merugikan masyarakat.

“Penimbunan BBM merupakan pelanggaran hukum. Pelaku dapat dikenakan sanksi sesuai Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, dengan ancaman pidana penjara maksimal enam tahun atau denda paling banyak Rp60 miliar,” tegas Kapolda Aceh.

Kapolda Aceh Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying, Stok BBM Dipastikan Aman

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Jum’at 6-3-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M. mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan atau panic buying. Pasokan BBM di wilayah Aceh dipastikan dalam kondisi aman dan distribusinya berjalan normal.

Kapolda menjelaskan, informasi yang beredar di masyarakat terkait angka 20 hari bukan menunjukkan keterbatasan pasokan BBM, melainkan cadangan operasional yang disiapkan untuk menjaga stabilitas distribusi.

“Pertamina telah menyampaikan bahwa angka 20 hari yang dimaksud adalah cadangan operasional BBM. Bahkan secara kapasitas penyimpanan, pasokan BBM dapat menampung hingga sekitar 25 sampai 26 hari,” ujar Kapolda Aceh.

Ia menjelaskan bahwa stok BBM di Aceh dalam kondisi aman sehingga masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat menimbulkan kekhawatiran berlebihan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Pasokan BBM di Aceh dalam kondisi aman dan distribusinya berjalan lancar,” ucap Kapolda Aceh.

Untuk memastikan kelancaran distribusi energi tersebut, Polda Aceh terus berkoordinasi dengan pihak terkait. Selain itu, jajaran kepolisian juga melakukan langkah-langkah preventif dengan memberikan pengamanan di sejumlah SPBU serta meningkatkan patroli guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Masyarakat diharapkan membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan, sehingga distribusi energi dapat berjalan merata dan tidak menimbulkan kelangkaan di tengah masyarakat.

Kapolda juga menegaskan bahwa penjualan BBM secara eceran di atas harga normal merupakan tindakan ilegal yang dapat merugikan masyarakat.

“Penimbunan BBM merupakan pelanggaran hukum. Pelaku dapat dikenakan sanksi sesuai Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, dengan ancaman pidana penjara maksimal enam tahun atau denda paling banyak Rp60 miliar,” tegas Kapolda Aceh.

Kapolda Aceh Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying, Stok BBM Dipastikan Aman

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Jum’at 6-3-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M. mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan atau panic buying. Pasokan BBM di wilayah Aceh dipastikan dalam kondisi aman dan distribusinya berjalan normal.

Kapolda menjelaskan, informasi yang beredar di masyarakat terkait angka 20 hari bukan menunjukkan keterbatasan pasokan BBM, melainkan cadangan operasional yang disiapkan untuk menjaga stabilitas distribusi.

“Pertamina telah menyampaikan bahwa angka 20 hari yang dimaksud adalah cadangan operasional BBM. Bahkan secara kapasitas penyimpanan, pasokan BBM dapat menampung hingga sekitar 25 sampai 26 hari,” ujar Kapolda Aceh.

Ia menjelaskan bahwa stok BBM di Aceh dalam kondisi aman sehingga masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat menimbulkan kekhawatiran berlebihan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Pasokan BBM di Aceh dalam kondisi aman dan distribusinya berjalan lancar,” ucap Kapolda Aceh.

Untuk memastikan kelancaran distribusi energi tersebut, Polda Aceh terus berkoordinasi dengan pihak terkait. Selain itu, jajaran kepolisian juga melakukan langkah-langkah preventif dengan memberikan pengamanan di sejumlah SPBU serta meningkatkan patroli guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Masyarakat diharapkan membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan, sehingga distribusi energi dapat berjalan merata dan tidak menimbulkan kelangkaan di tengah masyarakat.

Kapolda juga menegaskan bahwa penjualan BBM secara eceran di atas harga normal merupakan tindakan ilegal yang dapat merugikan masyarakat.

“Penimbunan BBM merupakan pelanggaran hukum. Pelaku dapat dikenakan sanksi sesuai Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, dengan ancaman pidana penjara maksimal enam tahun atau denda paling banyak Rp60 miliar,” tegas Kapolda Aceh.

Babinsa Koramil 02/Karang Baru Kodim 0117/Aceh Tamiang Bantu Padamkan Kebakaran Tumpukan Kayu Pasca Banjir Bandang di Desa Tanjung Karang

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Kamis malam 6-3-2026 Babinsa Koramil 02/Karang Baru Kodim 0117/Aceh Tamiang, Kopka Mhd. Fauzi Kurniawan, turut membantu proses pemadaman kebakaran yang terjadi pada tumpukan kayu sisa material pasca banjir bandang di belakang Pondok Pesantren Al-Mucklisin, Dusun Bukit, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.

Peristiwa kebakaran tersebut pertama kali terpantau sekitar pukul 19.30 WIB ketika api mulai terlihat membesar dari tumpukan kayu yang sebelumnya terbawa arus banjir bandang dan menumpuk di area tersebut. Tumpukan kayu yang cukup banyak serta kondisi material yang kering membuat api dengan cepat membesar dan berpotensi meluas ke area sekitar.

Menyadari potensi bahaya yang dapat ditimbulkan, Babinsa Kopka Mhd. Fauzi Kurniawan bersama perangkat desa dan warga setempat segera melakukan langkah cepat dengan melakukan pemantauan sekaligus berupaya melakukan penanganan awal sambil berkoordinasi dengan pihak pemadam kebakaran agar segera turun ke lokasi.

Babinsa yang berada di lokasi kejadian juga turut membantu masyarakat dalam mengamankan area sekitar serta memastikan api tidak merambat ke fasilitas lain, khususnya kawasan Pondok Pesantren Al-Mucklisin yang berada tidak jauh dari titik kebakaran. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya tanggap cepat aparat teritorial dalam membantu masyarakat menghadapi situasi darurat.

Sekitar pukul 20.27 WIB, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Kota Kuala Simpang tiba di lokasi untuk melakukan proses pemadaman. Petugas pemadam kebakaran bersama Babinsa serta masyarakat bahu-membahu memadamkan api yang membakar tumpukan kayu tersebut.
Upaya pemadaman terus dilakukan secara maksimal mengingat besarnya tumpukan kayu yang terbakar. Tidak lama kemudian, tepatnya pada pukul 20.40 WIB, tambahan tujuh unit mobil pemadam kebakaran kembali tiba di lokasi untuk memperkuat proses pemadaman. Tiga unit mobil pemadam kebakaran berasal dari Mabes TNI AD, sementara empat unit lainnya berasal dari Pos Kota Kuala Simpang.

Dengan demikian, total sembilan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Kehadiran tambahan armada pemadam kebakaran tersebut sangat membantu mempercepat proses pemadaman serta mencegah api agar tidak meluas ke area permukiman maupun fasilitas lainnya di sekitar lokasi kejadian.

Dalam proses pemadaman tersebut, Babinsa bersama perangkat desa dan masyarakat juga terus membantu petugas pemadam kebakaran dengan melakukan pengamanan lokasi, membantu pengaturan akses di sekitar area kebakaran, serta memastikan masyarakat tetap berada pada jarak aman.

Babinsa Koramil 02/Karang Baru Kodim 0117/Aceh Tamiang terus melakukan pemantauan perkembangan situasi di lapangan guna memastikan api benar-benar dapat dikendalikan dan tidak kembali menyala. Koordinasi antara aparat TNI, petugas pemadam kebakaran, pemerintah desa, serta masyarakat terus dilakukan demi mempercepat penanganan kejadian tersebut.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila melihat adanya potensi kebakaran atau kondisi yang dapat membahayakan lingkungan sekitar, terutama di area yang masih terdapat tumpukan material sisa banjir bandang.

Hingga saat ini, situasi di lokasi kebakaran masih terus dipantau oleh aparat terkait guna memastikan kondisi benar-benar aman dan terkendali. Informasi perkembangan lebih lanjut akan terus dimonitor dan dilaporkan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Polda Aceh Gelar Bukber Bersama Awak Media

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 5-3-2026 Polda Aceh melalui Bidhumas menggelar kegiatan buka puasa bersama ratusan awak media di MZ Coffee, Banda Aceh.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S. I. K yang memimpin kegiatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada awak media yang sudah hadir dalam buka puasa bersama ini.

Kehadiran awak media dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen kebersamaan dan sinergi yang selama ini telah terjalin dengan baik, sambungnya.

Bulan suci ramadhan adalah momentum untuk mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta merefleksikan nilai-nilai pengabdian dalam setiap tugas dan tanggung jawab kita.

Ia menjelaskan, kemitraan antara Polda Aceh dan rekan-rekan media memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga stabilitas Kamtibmas dan membangun kepercayaan publik.

” Kami menyadari sepenuhnya bahwa selama ini rekan-rekan media telah memberikan kontribusi aktif dalam mengamplifikasi rilis, menyampaikan informasi yang berimbang kepada masyarakat, serta turut menjaga ruang publik tetap kondusif, ” sebut Kabid Humas.

Saya menyadari bahwa keterbukaan informasi dan komunikasi yang konstruktif merupakan kunci dalam membangun institusi Polri yang presisi, ucapnya lagi

Media bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai kontrol sosial yang objektif dan mitra strategis dalam menciptakan ruang publik yang sehat dan edukatif. Berbagai kritik, masukan, dan saran yang selama ini diberikan menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan pembenahan internal kami, kata Kabid Humas.

Kami di Bidang Humas Polda Aceh berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik, mempercepat respons terhadap isu-isu yang berkembang, serta menjalin koordinasi yang harmonis dengan seluruh insan pers, tuturnya.

Melalui momentum buka puasa bersama ini, kami berharap sinergi dan kolaborasi antara Polda Aceh dan awak media semakin solid, profesional dan berlandaskan semangat kebersamaan untuk menjaga kondusivitas Aceh yang kita cintai, tutup Kabid Humas

Kegiatan kemitraan yang dirangkai dengan buka puasa bersama ini dihadiri Para Kasubbid dan personel Bidhumas Polda Aceh dan ratusan insan pers dari media cetak, online dan media elektronik.