Tingkatkan Keamanan Action Mobile, Bank Aceh Rilis Versi Baru

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Rabu 18-3-2026 Dalam rangka menjaga keamanan dan kenyamanan nasabah yang menggunakan fasilitas layanan Action Mobile, Bank Aceh telah melakukan update terhadap Aplikasi Action Mobile dari versi 1.2.7 menjadi Action Mobile versi 1.3.0

Ilham Novrizal, Pemimpin Divisi Sekretariat Perusahaan Bank Aceh menyampaikan aplikasi Mobile Banking versi 1.3.0 menghadirkan penguatan signifikan pada aspek security. Pembaruan ini mencakup peningkatan mekanisme perlindungan aplikasi, penyempurnaan proses autentikasi, serta kemampuan deteksi aktivitas tidak wajar secara lebih optimal.

Fitur Action Mobile terbaru ini dapat mendeteksi aplikasi lain yang terpasang pada perangkat handphone nasabah yang terdeteksi kurang aman dan berbahaya, sehingga nasabah di anjurkan untul melalukan uninstall aplikasi tersebut agar aman untuk menjalankan aplikasi Action Mobile.

Selain itu, versi terbaru ini juga membawa peningkatan performa dan stabilitas sistem guna memastikan pengalaman transaksi yang lebih aman, cepat, dan andal bagi nasabah.

Versi terbaru saat ini juga nasabah dapat menggunakan password tanpa karakter unik, cukup menggunakan kombinasi huruf besar dan kecil serta angka, nasabah juga dapat melakukan login ke aplikasi Action Mobile menggunakan biometric seperti sidik jari maupaun scan wajah.

Ilham juga mengingatkan kepada para nasabah pengguna layanan Action Mobile agar bijak dan berhati-hati dalam bertransaksi dan tetap menjaga kerahasian data pribadi seperti User, Password, PIN serta Kode OTP.

Bank Aceh tidak pernah meminta nasabah untuk memberikan data baik User, Password, PIN maupun Kode OTP.

Tingkatkan Keamanan Action Mobile, Bank Aceh Rilis Versi Baru

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Rabu 18-3-2026 Dalam rangka menjaga keamanan dan kenyamanan nasabah yang menggunakan fasilitas layanan Action Mobile, Bank Aceh telah melakukan update terhadap Aplikasi Action Mobile dari versi 1.2.7 menjadi Action Mobile versi 1.3.0

Ilham Novrizal, Pemimpin Divisi Sekretariat Perusahaan Bank Aceh menyampaikan aplikasi Mobile Banking versi 1.3.0 menghadirkan penguatan signifikan pada aspek security. Pembaruan ini mencakup peningkatan mekanisme perlindungan aplikasi, penyempurnaan proses autentikasi, serta kemampuan deteksi aktivitas tidak wajar secara lebih optimal.

Fitur Action Mobile terbaru ini dapat mendeteksi aplikasi lain yang terpasang pada perangkat handphone nasabah yang terdeteksi kurang aman dan berbahaya, sehingga nasabah di anjurkan untul melalukan uninstall aplikasi tersebut agar aman untuk menjalankan aplikasi Action Mobile.

Selain itu, versi terbaru ini juga membawa peningkatan performa dan stabilitas sistem guna memastikan pengalaman transaksi yang lebih aman, cepat, dan andal bagi nasabah.

Versi terbaru saat ini juga nasabah dapat menggunakan password tanpa karakter unik, cukup menggunakan kombinasi huruf besar dan kecil serta angka, nasabah juga dapat melakukan login ke aplikasi Action Mobile menggunakan biometric seperti sidik jari maupaun scan wajah.

Ilham juga mengingatkan kepada para nasabah pengguna layanan Action Mobile agar bijak dan berhati-hati dalam bertransaksi dan tetap menjaga kerahasian data pribadi seperti User, Password, PIN serta Kode OTP.

Bank Aceh tidak pernah meminta nasabah untuk memberikan data baik User, Password, PIN maupun Kode OTP.

Tingkatkan Keamanan Action Mobile, Bank Aceh Rilis Versi Baru

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Rabu 18-3-2026 Dalam rangka menjaga keamanan dan kenyamanan nasabah yang menggunakan fasilitas layanan Action Mobile, Bank Aceh telah melakukan update terhadap Aplikasi Action Mobile dari versi 1.2.7 menjadi Action Mobile versi 1.3.0

Ilham Novrizal, Pemimpin Divisi Sekretariat Perusahaan Bank Aceh menyampaikan aplikasi Mobile Banking versi 1.3.0 menghadirkan penguatan signifikan pada aspek security. Pembaruan ini mencakup peningkatan mekanisme perlindungan aplikasi, penyempurnaan proses autentikasi, serta kemampuan deteksi aktivitas tidak wajar secara lebih optimal.

Fitur Action Mobile terbaru ini dapat mendeteksi aplikasi lain yang terpasang pada perangkat handphone nasabah yang terdeteksi kurang aman dan berbahaya, sehingga nasabah di anjurkan untul melalukan uninstall aplikasi tersebut agar aman untuk menjalankan aplikasi Action Mobile.

Selain itu, versi terbaru ini juga membawa peningkatan performa dan stabilitas sistem guna memastikan pengalaman transaksi yang lebih aman, cepat, dan andal bagi nasabah.

Versi terbaru saat ini juga nasabah dapat menggunakan password tanpa karakter unik, cukup menggunakan kombinasi huruf besar dan kecil serta angka, nasabah juga dapat melakukan login ke aplikasi Action Mobile menggunakan biometric seperti sidik jari maupaun scan wajah.

Ilham juga mengingatkan kepada para nasabah pengguna layanan Action Mobile agar bijak dan berhati-hati dalam bertransaksi dan tetap menjaga kerahasian data pribadi seperti User, Password, PIN serta Kode OTP.

Bank Aceh tidak pernah meminta nasabah untuk memberikan data baik User, Password, PIN maupun Kode OTP.

Kapolda Aceh Tinjau Pos Pelayanan Ops Ketupat Seulawah 2026 di Banda Aceh, Tekankan Optimalisasi Upaya Preemtif dan Preventif

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Senin 17-3-2026 Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meninjau langsung Pos Pelayanan Operasi Ketupat Seulawah 2026 Polresta Banda Aceh di dua lokasi, yakni Pos Pelayanan di depan Masjid Raya Baiturrahman dan Posko Terpadu Terminal Batoh.

Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana pendukung dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026 guna mengamankan arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda Aceh didampingi sejumlah pejabat utama Polda Aceh, di antaranya Karoops Polda Aceh, Dirlantas Polda Aceh, Dirpamobvit Polda Aceh, serta Kapolresta Banda Aceh.

Saat berada di Pos Pengamanan Masjid Raya Baiturrahman, Kapolda melakukan pengecekan terhadap kesiapan personel lintas instansi, kelengkapan administrasi seperti buku mutasi, serta pelaksanaan tugas pengamanan di lapangan. Ia menekankan agar laporan kegiatan yang dibuat tidak bersifat umum, melainkan harus menggambarkan pelaksanaan tugas operasional sesuai dengan fungsi masing-masing personel.

Selanjutnya, pada kunjungan di Posko Terpadu Terminal Batoh, Kapolda memberikan arahan terkait penyusunan panel data operasi. Ia menegaskan agar data yang disajikan tidak hanya mengacu secara umum dari pusat, tetapi harus disesuaikan dengan kondisi, karakteristik, serta potensi kerawanan wilayah setempat.

Kapolda juga menyoroti pentingnya pemetaan terhadap titik-titik rawan, seperti kemacetan lalu lintas, kecelakaan, balap liar, hingga potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kepada seluruh personel, saya tekankan untuk mengoptimalkan pelaksanaan tugas melalui kegiatan preemtif dan preventif, deteksi dini, serta patroli pada jam-jam rawan. Lakukan penanganan terhadap potensi gangguan seperti calo, copet, dan taksi ilegal,” tegas Kapolda.

Selain itu, Kapolda Aceh juga mengingatkan pentingnya memperkuat sinergitas dengan seluruh instansi terkait guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama arus mudik dan perayaan Idulfitri.

Peninjauan ini merupakan bagian dari komitmen Polda Aceh dalam memastikan pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026 berjalan optimal, sehingga masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman.

Kapolda Aceh Tinjau Pos Pelayanan Ops Ketupat Seulawah 2026 di Banda Aceh, Tekankan Optimalisasi Upaya Preemtif dan Preventif

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Senin 17-3-2026 Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meninjau langsung Pos Pelayanan Operasi Ketupat Seulawah 2026 Polresta Banda Aceh di dua lokasi, yakni Pos Pelayanan di depan Masjid Raya Baiturrahman dan Posko Terpadu Terminal Batoh.

Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana pendukung dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026 guna mengamankan arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda Aceh didampingi sejumlah pejabat utama Polda Aceh, di antaranya Karoops Polda Aceh, Dirlantas Polda Aceh, Dirpamobvit Polda Aceh, serta Kapolresta Banda Aceh.

Saat berada di Pos Pengamanan Masjid Raya Baiturrahman, Kapolda melakukan pengecekan terhadap kesiapan personel lintas instansi, kelengkapan administrasi seperti buku mutasi, serta pelaksanaan tugas pengamanan di lapangan. Ia menekankan agar laporan kegiatan yang dibuat tidak bersifat umum, melainkan harus menggambarkan pelaksanaan tugas operasional sesuai dengan fungsi masing-masing personel.

Selanjutnya, pada kunjungan di Posko Terpadu Terminal Batoh, Kapolda memberikan arahan terkait penyusunan panel data operasi. Ia menegaskan agar data yang disajikan tidak hanya mengacu secara umum dari pusat, tetapi harus disesuaikan dengan kondisi, karakteristik, serta potensi kerawanan wilayah setempat.

Kapolda juga menyoroti pentingnya pemetaan terhadap titik-titik rawan, seperti kemacetan lalu lintas, kecelakaan, balap liar, hingga potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kepada seluruh personel, saya tekankan untuk mengoptimalkan pelaksanaan tugas melalui kegiatan preemtif dan preventif, deteksi dini, serta patroli pada jam-jam rawan. Lakukan penanganan terhadap potensi gangguan seperti calo, copet, dan taksi ilegal,” tegas Kapolda.

Selain itu, Kapolda Aceh juga mengingatkan pentingnya memperkuat sinergitas dengan seluruh instansi terkait guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama arus mudik dan perayaan Idulfitri.

Peninjauan ini merupakan bagian dari komitmen Polda Aceh dalam memastikan pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026 berjalan optimal, sehingga masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman.

Dirpolairud Polda Aceh Sandang Pangkat Pengabdian Jadi Bintang Satu

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Selasa 17-3-2026 Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Aceh, Kombes Pol. Wahyu Prihatmaka, S.H., M.H., resmi naik pangkat pengabdian menjadi Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) atau bintang satu.

Upacara kenaikan pangkat tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., dan berlangsung di Lobby Gedung Satya Haprabu, Mapolda Aceh.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., para Pejabat Utama Polda Aceh, serta Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki beserta jajaran pengurus.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., menjelaskan bahwa upacara tersebut dilaksanakan dalam rangka kenaikan pangkat pengabdian personel Polda Aceh dari pangkat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) menjadi Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) atas nama Wahyu Prihatmaka, S.H., M.H., yang menjabat sebagai Dirpolairud Polda Aceh. Kenaikan pangkat tersebut diberikan berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia.

“Upacara ini merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama bertugas di institusi Polri,” ujar Kabid Humas.

Dengan kenaikan pangkat pengabdian tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel Polda Aceh untuk terus meningkatkan kinerja, profesionalisme, serta dedikasi dalam pelaksanaan tugas, jelasnya lagi.

“Diharapkan hal ini dapat mendorong seluruh personel untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mendukung pelaksanaan tugas-tugas Kepolisian secara optimal,” pungkasnya.

Kapolda Aceh Hadiri Penyerahan Bantuan oleh Mendagri dan Mensos bagi Korban Banjir di Aceh Timur

Aceh Timur ( Aceh dalam berita ) Senin 16-3-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., menghadiri kegiatan penyerahan bantuan bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Timur yang disalurkan oleh Kementerian Sosial dan Kementerian Dalam Negeri. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur.

Kegiatan penyerahan bantuan itu turut dihadiri Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh), Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, serta Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S. I. K, mengatakan, dalam kesempatan tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa pemerintah menyalurkan bantuan senilai Rp100.935.850.000 atau sekitar Rp100,9 miliar bagi masyarakat yang terdampak banjir di Aceh Timur. Bantuan tersebut meliputi santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia, jaminan hidup (jadup), bantuan isi hunian, serta bantuan stimulan sosial ekonomi bagi masyarakat terdampak.

Ia menegaskan bahwa proses pendataan penerima bantuan harus dilakukan secara transparan dan akuntabel agar seluruh bantuan dapat disalurkan tepat sasaran. Selain itu, setiap bantuan yang disalurkan akan melalui proses audit guna memastikan pemanfaatannya sesuai dengan peruntukan, kutip Kabid Humas

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menjelaskan bahwa mekanisme penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh kementerian melalui PT Pos Indonesia. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan dapat diterima langsung oleh masyarakat yang berhak tanpa melalui perantara pemerintah daerah, jelas Kabid Humas.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada perwakilan korban banjir bandang Aceh Timur di Pendopo Idi Rayeuk. Adapun bantuan yang diberikan diperuntukkan bagi para korban terdampak bencana, baik korban jiwa maupun masyarakat yang mengalami kerugian materil akibat banjir.

Untuk korban meninggal dunia, pemerintah memberikan santunan kepada ahli waris sebesar Rp15 juta. Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan jaminan hidup sebesar Rp15 ribu per jiwa per hari yang diberikan untuk periode tiga bulan.

Dalam kegiatan itu turut disalurkan 200 paket peralatan rumah tangga kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat terdampak bencana.

Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung kepada masyarakat terdampak melalui mekanisme yang telah ditetapkan, guna memastikan bantuan tepat sasaran serta mendukung percepatan pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Kehadiran Kapolda Aceh dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap upaya pemerintah dalam penanganan bencana serta percepatan pemulihan kondisi masyarakat yang terdampak, khususnya di wilayah Aceh Timur, jelas Kabid Humas lagi

Polri juga terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan proses penanganan bencana dan penyaluran bantuan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik, transparan, dan tepat sasaran, pungkas Kabid Humas.

Kapolda Aceh Hadiri Penyerahan Bantuan oleh Mendagri dan Mensos bagi Korban Banjir di Aceh Timur

Aceh Timur ( Aceh dalam berita ) Senin 16-3-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., menghadiri kegiatan penyerahan bantuan bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Timur yang disalurkan oleh Kementerian Sosial dan Kementerian Dalam Negeri. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur.

Kegiatan penyerahan bantuan itu turut dihadiri Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh), Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, serta Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S. I. K, mengatakan, dalam kesempatan tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa pemerintah menyalurkan bantuan senilai Rp100.935.850.000 atau sekitar Rp100,9 miliar bagi masyarakat yang terdampak banjir di Aceh Timur. Bantuan tersebut meliputi santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia, jaminan hidup (jadup), bantuan isi hunian, serta bantuan stimulan sosial ekonomi bagi masyarakat terdampak.

Ia menegaskan bahwa proses pendataan penerima bantuan harus dilakukan secara transparan dan akuntabel agar seluruh bantuan dapat disalurkan tepat sasaran. Selain itu, setiap bantuan yang disalurkan akan melalui proses audit guna memastikan pemanfaatannya sesuai dengan peruntukan, kutip Kabid Humas

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menjelaskan bahwa mekanisme penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh kementerian melalui PT Pos Indonesia. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan dapat diterima langsung oleh masyarakat yang berhak tanpa melalui perantara pemerintah daerah, jelas Kabid Humas.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada perwakilan korban banjir bandang Aceh Timur di Pendopo Idi Rayeuk. Adapun bantuan yang diberikan diperuntukkan bagi para korban terdampak bencana, baik korban jiwa maupun masyarakat yang mengalami kerugian materil akibat banjir.

Untuk korban meninggal dunia, pemerintah memberikan santunan kepada ahli waris sebesar Rp15 juta. Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan jaminan hidup sebesar Rp15 ribu per jiwa per hari yang diberikan untuk periode tiga bulan.

Dalam kegiatan itu turut disalurkan 200 paket peralatan rumah tangga kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat terdampak bencana.

Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung kepada masyarakat terdampak melalui mekanisme yang telah ditetapkan, guna memastikan bantuan tepat sasaran serta mendukung percepatan pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Kehadiran Kapolda Aceh dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap upaya pemerintah dalam penanganan bencana serta percepatan pemulihan kondisi masyarakat yang terdampak, khususnya di wilayah Aceh Timur, jelas Kabid Humas lagi

Polri juga terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan proses penanganan bencana dan penyaluran bantuan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik, transparan, dan tepat sasaran, pungkas Kabid Humas.

BSI Aceh Gelar Literasi Keuangan Syariah bagi Insan Pers di Momentum Ramadhan

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Senin 16-3-2026 Dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah, Bank Syariah Indonesia (BSI) Regional Aceh menggelar kegiatan Literasi Keuangan Syariah yang dirangkai dengan Kajian Ramadhan bersama insan pers di Banda Aceh.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh wartawan dari berbagai media online serta pegawai Bank Syariah Indonesia. Acara menghadirkan narasumber Ustaz Mursalin Basyah, Lc., MA, yang menyampaikan tausiah mengenai nilai-nilai spiritual Ramadhan serta pentingnya memahami prinsip-prinsip ekonomi syariah dalam kehidupan sehari-hari.

Regional CEO **Bank Syariah Indonesia Aceh**, **Imsak Ramadhan**, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BSI untuk terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di tengah masyarakat.

Menurutnya, media memiliki peran penting sebagai mitra strategis dalam menyebarkan informasi dan edukasi kepada masyarakat, termasuk dalam memperkenalkan prinsip-prinsip keuangan syariah secara lebih luas.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat silaturahmi dengan rekan-rekan media sekaligus menghadirkan ruang pembelajaran bersama mengenai ekonomi dan keuangan syariah. Peran media sangat penting dalam menyampaikan informasi yang edukatif kepada masyarakat,” ujar Imsak.

Ia menambahkan bahwa sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, Bank Syariah Indonesia tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan, tetapi juga berkomitmen menjadi sahabat finansial, sahabat spiritual, dan sahabat sosial bagi masyarakat.

“BSI hadir tidak hanya menyediakan layanan keuangan syariah, tetapi juga ingin menjadi mitra masyarakat dalam mengelola keuangan secara sehat (financial), memperkuat nilai-nilai keislaman (spiritual), serta memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan sosial masyarakat,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, **Ustaz Mursalin Basyah** menyampaikan tausiah Ramadhan yang menekankan pentingnya integritas, kejujuran, serta nilai keberkahan dalam aktivitas ekonomi. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat keimanan sekaligus memperbaiki etika dalam bermuamalah.

Ia mengatakan bahwa peran insan pers sangat penting dalam menyebarkan informasi dan berita positif kepada masyarakat, khususnya terkait perkembangan dan pemahaman mengenai keuangan syariah. Menurutnya, penyampaian informasi yang baik dan edukatif tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat luas, tetapi juga menjadi amal kebaikan yang insyaAllah bernilai pahala bagi siapa saja yang turut menyebarkan kebaikan tersebut.

Kegiatan ini juga menjadi ajang memperkuat sinergi antara Bank Syariah Indonesia Regional Aceh dengan insan pers yang selama ini menjadi mitra penting dalam menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat.

Melalui kegiatan literasi seperti ini, BSI berharap pemahaman masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah terus meningkat, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekosistem ekonomi syariah yang lebih kuat di Aceh, sekaligus memperkuat peran BSI sebagai sahabat finansial, spiritual, dan sosial bagi masyarakat.