Jelang Idul Fitri, Kodam IM rampungkan pembangunan Jembatan Bailey Desa Buket Bata, Kec Pante Bidari, Aceh Timur

Aceh Timur ( Aceh dalam berita ) Senin 16-3-2026 Personel gabungan dari Zidam Iskandar Muda, Yonif TP 853/Bawar Reje Bur, serta Kodim 0104/Aceh Timur berhasil merampungkan pembangunan jembatan Bailey di Desa Buket Bata, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur.

Pembangunan jembatan tersebut merupakan respon cepat TNI dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada November 2025 lalu. Akibat bencana tersebut, jembatan penghubung antar desa di wilayah Kecamatan Pante Bidari terputus, sehingga menghambat aktivitas dan mobilitas masyarakat setempat.

Jembatan Bailey yang dibangun memiliki tipe 3-1 dengan panjang mencapai 30 meter, terdiri dari 10 petak, serta menggunakan material dari Kementerian Pertahanan berupa modular luar negeri tahun 2026. Saat ini, progres pembangunan telah mencapai 100 persen dan jembatan telah siap digunakan oleh masyarakat.

Meski pelaksanaan pembangunan berlangsung di tengah bulan suci Ramadhan, para prajurit TNI tetap menunjukkan semangat dan dedikasi tinggi dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut. Pembangunan dilakukan secara intensif, baik siang maupun malam hari, demi memastikan jembatan dapat segera difungsikan sebelum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Semangat pengabdian para prajurit ini menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam membantu kesulitan rakyat di wilayah binaannya. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu kembali memperlancar akses transportasi, mendukung aktivitas ekonomi, serta mempercepat pemulihan kondisi sosial masyarakat pascabencana.

Salah satu warga setempat, Hasbi Salam, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kerja keras TNI dalam membangun kembali jembatan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang telah bekerja tanpa kenal lelah, bahkan di bulan puasa ini. Jembatan ini sangat penting bagi kami untuk beraktivitas sehari-hari,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan jembatan tersebut sangat membantu masyarakat, terutama dalam mendukung distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok warga.

“Dengan selesainya jembatan ini, kami tidak lagi kesulitan untuk pergi ke desa tetangga maupun ke pusat kecamatan. Semoga jembatan ini dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh masyarakat,” tambahnya.

Masyarakat berharap ke depan sinergi antara TNI dan rakyat dapat terus terjalin dengan baik, terutama dalam membantu percepatan pembangunan dan penanggulangan bencana di wilayah Aceh Timur.

Jelang Idul Fitri, Kodam IM rampungkan pembangunan Jembatan Bailey Desa Buket Bata, Kec Pante Bidari, Aceh Timur

Aceh Timur ( Aceh dalam berita ) Senin 16-3-2026 Personel gabungan dari Zidam Iskandar Muda, Yonif TP 853/Bawar Reje Bur, serta Kodim 0104/Aceh Timur berhasil merampungkan pembangunan jembatan Bailey di Desa Buket Bata, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur.

Pembangunan jembatan tersebut merupakan respon cepat TNI dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada November 2025 lalu. Akibat bencana tersebut, jembatan penghubung antar desa di wilayah Kecamatan Pante Bidari terputus, sehingga menghambat aktivitas dan mobilitas masyarakat setempat.

Jembatan Bailey yang dibangun memiliki tipe 3-1 dengan panjang mencapai 30 meter, terdiri dari 10 petak, serta menggunakan material dari Kementerian Pertahanan berupa modular luar negeri tahun 2026. Saat ini, progres pembangunan telah mencapai 100 persen dan jembatan telah siap digunakan oleh masyarakat.

Meski pelaksanaan pembangunan berlangsung di tengah bulan suci Ramadhan, para prajurit TNI tetap menunjukkan semangat dan dedikasi tinggi dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut. Pembangunan dilakukan secara intensif, baik siang maupun malam hari, demi memastikan jembatan dapat segera difungsikan sebelum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Semangat pengabdian para prajurit ini menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam membantu kesulitan rakyat di wilayah binaannya. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu kembali memperlancar akses transportasi, mendukung aktivitas ekonomi, serta mempercepat pemulihan kondisi sosial masyarakat pascabencana.

Salah satu warga setempat, Hasbi Salam, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kerja keras TNI dalam membangun kembali jembatan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang telah bekerja tanpa kenal lelah, bahkan di bulan puasa ini. Jembatan ini sangat penting bagi kami untuk beraktivitas sehari-hari,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan jembatan tersebut sangat membantu masyarakat, terutama dalam mendukung distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok warga.

“Dengan selesainya jembatan ini, kami tidak lagi kesulitan untuk pergi ke desa tetangga maupun ke pusat kecamatan. Semoga jembatan ini dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh masyarakat,” tambahnya.

Masyarakat berharap ke depan sinergi antara TNI dan rakyat dapat terus terjalin dengan baik, terutama dalam membantu percepatan pembangunan dan penanggulangan bencana di wilayah Aceh Timur.

TNI Tuntaskan Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Meunasah Krueng, Akses Warga kembali Normal

Bireuen  (Aceh dalam berita ) Senin 16-3-2026 Komandan Kodim (Dandim) 0111/Bireuen, Letkol Arh Luthfi Novriadi, S.E., S.Sos., M.Han., M.Sc., secara resmi membuka penggunaan Jembatan Perintis Garuda yang berlokasi di Desa Meunasah Krueng, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Peresmian jembatan tersebut menjadi momentum penting dalam meningkatkan konektivitas serta memperlancar mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan wujud nyata kepedulian TNI dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat di daerah, khususnya terkait akses transportasi yang sebelumnya terhambat akibat rusaknya jalur penghubung antar desa. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu mendukung aktivitas masyarakat, baik dalam bidang pertanian, perdagangan, pendidikan, maupun kegiatan sosial lainnya.

Jembatan Perintis Garuda yang dibangun oleh personel gabungan dari Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 837/Ksatria Trunojoyo, Batalyon Infanteri 113/JS, Yonzipur 16/Dhika Anoraga, serta personel Kodim 0111/Bireuen, memiliki panjang jembatan mencapai 170 meter, dengan lebar jembatan 1,2 meter, melintasi sungai dengan lebar sekitar 140 meter. Pembangunan jembatan tersebut kini telah mencapai 100 persen dan siap dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

Kegiatan peresmian jembatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Acara tersebut turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Peudada, para tokoh masyarakat, aparatur desa, serta warga sekitar yang tampak antusias menyambut hadirnya jembatan yang selama ini sangat dinantikan oleh masyarakat.

Dalam sambutannya, Dandim 0111/Bireuen Letkol Arh Luthfi Novriadi menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bentuk sinergi antara TNI dan masyarakat dalam upaya membantu meningkatkan kesejahteraan warga. Menurutnya, keberadaan infrastruktur seperti jembatan sangat penting dalam menunjang berbagai aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Dengan adanya Jembatan Perintis Garuda ini, diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat, memperlancar mobilitas warga antar desa, serta mendorong peningkatan perekonomian masyarakat di wilayah Kecamatan Peudada,” ujar Dandim.

Ia juga menegaskan bahwa TNI melalui satuan kewilayahan akan terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan kontribusi nyata dalam membantu mengatasi berbagai kesulitan rakyat. Hal tersebut sejalan dengan salah satu tugas TNI dalam operasi militer selain perang, yaitu membantu pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan di wilayah.

Sebelumnya, jembatan penghubung antara Desa Meunasah Krueng dan Desa Ara Bungoen mengalami kerusakan akibat bencana banjir dan longsor yang terjadi pada November 2025 lalu. Kondisi tersebut menyebabkan akses transportasi masyarakat menjadi terputus dan cukup sulit dilalui, terutama ketika kondisi cuaca kurang bersahabat.

Akibatnya, aktivitas masyarakat, khususnya dalam mengangkut hasil pertanian dan menjalankan kegiatan ekonomi sehari-hari, sempat mengalami kendala. Oleh karena itu, pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi solusi penting bagi masyarakat setempat untuk kembali mendapatkan akses transportasi yang aman dan memadai.

Salah seorang warga setempat, Heri, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas diresmikannya jembatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa keberadaan Jembatan Perintis Garuda sangat membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada TNI yang telah membantu membangun jembatan ini. Sekarang masyarakat sudah lebih mudah melintas dan membawa hasil pertanian. Semoga jembatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh warga,” ungkapnya.

Masyarakat berharap keberadaan Jembatan Perintis Garuda tidak hanya menjadi sarana penghubung antar desa, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan wilayah serta mempererat hubungan sosial antar masyarakat.

Dengan diresmikannya Jembatan Perintis Garuda ini, diharapkan dapat menjadi sarana pendukung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di wilayah Kabupaten Bireuen. Ke depan, kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan terus terjalin guna mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.

TNI Tuntaskan Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Meunasah Krueng, Akses Warga kembali Normal

Bireuen  (Aceh dalam berita ) Senin 16-3-2026 Komandan Kodim (Dandim) 0111/Bireuen, Letkol Arh Luthfi Novriadi, S.E., S.Sos., M.Han., M.Sc., secara resmi membuka penggunaan Jembatan Perintis Garuda yang berlokasi di Desa Meunasah Krueng, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Peresmian jembatan tersebut menjadi momentum penting dalam meningkatkan konektivitas serta memperlancar mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan wujud nyata kepedulian TNI dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat di daerah, khususnya terkait akses transportasi yang sebelumnya terhambat akibat rusaknya jalur penghubung antar desa. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu mendukung aktivitas masyarakat, baik dalam bidang pertanian, perdagangan, pendidikan, maupun kegiatan sosial lainnya.

Jembatan Perintis Garuda yang dibangun oleh personel gabungan dari Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 837/Ksatria Trunojoyo, Batalyon Infanteri 113/JS, Yonzipur 16/Dhika Anoraga, serta personel Kodim 0111/Bireuen, memiliki panjang jembatan mencapai 170 meter, dengan lebar jembatan 1,2 meter, melintasi sungai dengan lebar sekitar 140 meter. Pembangunan jembatan tersebut kini telah mencapai 100 persen dan siap dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

Kegiatan peresmian jembatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Acara tersebut turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Peudada, para tokoh masyarakat, aparatur desa, serta warga sekitar yang tampak antusias menyambut hadirnya jembatan yang selama ini sangat dinantikan oleh masyarakat.

Dalam sambutannya, Dandim 0111/Bireuen Letkol Arh Luthfi Novriadi menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bentuk sinergi antara TNI dan masyarakat dalam upaya membantu meningkatkan kesejahteraan warga. Menurutnya, keberadaan infrastruktur seperti jembatan sangat penting dalam menunjang berbagai aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Dengan adanya Jembatan Perintis Garuda ini, diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat, memperlancar mobilitas warga antar desa, serta mendorong peningkatan perekonomian masyarakat di wilayah Kecamatan Peudada,” ujar Dandim.

Ia juga menegaskan bahwa TNI melalui satuan kewilayahan akan terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan kontribusi nyata dalam membantu mengatasi berbagai kesulitan rakyat. Hal tersebut sejalan dengan salah satu tugas TNI dalam operasi militer selain perang, yaitu membantu pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan di wilayah.

Sebelumnya, jembatan penghubung antara Desa Meunasah Krueng dan Desa Ara Bungoen mengalami kerusakan akibat bencana banjir dan longsor yang terjadi pada November 2025 lalu. Kondisi tersebut menyebabkan akses transportasi masyarakat menjadi terputus dan cukup sulit dilalui, terutama ketika kondisi cuaca kurang bersahabat.

Akibatnya, aktivitas masyarakat, khususnya dalam mengangkut hasil pertanian dan menjalankan kegiatan ekonomi sehari-hari, sempat mengalami kendala. Oleh karena itu, pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi solusi penting bagi masyarakat setempat untuk kembali mendapatkan akses transportasi yang aman dan memadai.

Salah seorang warga setempat, Heri, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas diresmikannya jembatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa keberadaan Jembatan Perintis Garuda sangat membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada TNI yang telah membantu membangun jembatan ini. Sekarang masyarakat sudah lebih mudah melintas dan membawa hasil pertanian. Semoga jembatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh warga,” ungkapnya.

Masyarakat berharap keberadaan Jembatan Perintis Garuda tidak hanya menjadi sarana penghubung antar desa, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan wilayah serta mempererat hubungan sosial antar masyarakat.

Dengan diresmikannya Jembatan Perintis Garuda ini, diharapkan dapat menjadi sarana pendukung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di wilayah Kabupaten Bireuen. Ke depan, kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan terus terjalin guna mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.

TNI Tuntaskan Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Meunasah Krueng, Akses Warga kembali Normal

Bireuen  (Aceh dalam berita ) Senin 16-3-2026 Komandan Kodim (Dandim) 0111/Bireuen, Letkol Arh Luthfi Novriadi, S.E., S.Sos., M.Han., M.Sc., secara resmi membuka penggunaan Jembatan Perintis Garuda yang berlokasi di Desa Meunasah Krueng, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Peresmian jembatan tersebut menjadi momentum penting dalam meningkatkan konektivitas serta memperlancar mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan wujud nyata kepedulian TNI dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat di daerah, khususnya terkait akses transportasi yang sebelumnya terhambat akibat rusaknya jalur penghubung antar desa. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu mendukung aktivitas masyarakat, baik dalam bidang pertanian, perdagangan, pendidikan, maupun kegiatan sosial lainnya.

Jembatan Perintis Garuda yang dibangun oleh personel gabungan dari Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 837/Ksatria Trunojoyo, Batalyon Infanteri 113/JS, Yonzipur 16/Dhika Anoraga, serta personel Kodim 0111/Bireuen, memiliki panjang jembatan mencapai 170 meter, dengan lebar jembatan 1,2 meter, melintasi sungai dengan lebar sekitar 140 meter. Pembangunan jembatan tersebut kini telah mencapai 100 persen dan siap dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

Kegiatan peresmian jembatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Acara tersebut turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Peudada, para tokoh masyarakat, aparatur desa, serta warga sekitar yang tampak antusias menyambut hadirnya jembatan yang selama ini sangat dinantikan oleh masyarakat.

Dalam sambutannya, Dandim 0111/Bireuen Letkol Arh Luthfi Novriadi menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bentuk sinergi antara TNI dan masyarakat dalam upaya membantu meningkatkan kesejahteraan warga. Menurutnya, keberadaan infrastruktur seperti jembatan sangat penting dalam menunjang berbagai aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Dengan adanya Jembatan Perintis Garuda ini, diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat, memperlancar mobilitas warga antar desa, serta mendorong peningkatan perekonomian masyarakat di wilayah Kecamatan Peudada,” ujar Dandim.

Ia juga menegaskan bahwa TNI melalui satuan kewilayahan akan terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan kontribusi nyata dalam membantu mengatasi berbagai kesulitan rakyat. Hal tersebut sejalan dengan salah satu tugas TNI dalam operasi militer selain perang, yaitu membantu pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan di wilayah.

Sebelumnya, jembatan penghubung antara Desa Meunasah Krueng dan Desa Ara Bungoen mengalami kerusakan akibat bencana banjir dan longsor yang terjadi pada November 2025 lalu. Kondisi tersebut menyebabkan akses transportasi masyarakat menjadi terputus dan cukup sulit dilalui, terutama ketika kondisi cuaca kurang bersahabat.

Akibatnya, aktivitas masyarakat, khususnya dalam mengangkut hasil pertanian dan menjalankan kegiatan ekonomi sehari-hari, sempat mengalami kendala. Oleh karena itu, pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi solusi penting bagi masyarakat setempat untuk kembali mendapatkan akses transportasi yang aman dan memadai.

Salah seorang warga setempat, Heri, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas diresmikannya jembatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa keberadaan Jembatan Perintis Garuda sangat membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada TNI yang telah membantu membangun jembatan ini. Sekarang masyarakat sudah lebih mudah melintas dan membawa hasil pertanian. Semoga jembatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh warga,” ungkapnya.

Masyarakat berharap keberadaan Jembatan Perintis Garuda tidak hanya menjadi sarana penghubung antar desa, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan wilayah serta mempererat hubungan sosial antar masyarakat.

Dengan diresmikannya Jembatan Perintis Garuda ini, diharapkan dapat menjadi sarana pendukung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di wilayah Kabupaten Bireuen. Ke depan, kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan terus terjalin guna mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.

Kapolres Pidie dan Ketua Bhayangkari Cabang Pidie Kunjungi Pos Pam, Pos Yan dan Pos Pantau, Serahkan Bingkisan untuk Personel Pengamanan

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Minggu sore 15-3-2026 Dalam rangka memberikan dukungan moril serta memastikan kesiapsiagaan personel dalam pelaksanaan pengamanan arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 H, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Pidie Ny. Ruri Jaka melakukan kunjungan ke sejumlah Pos Pengamanan (Pos Pam), Pos Pelayanan (Pos Yan) dan Pos Pantau di wilayah hukum Polres Pidie.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau secara langsung kesiapan personel yang bertugas dalam Operasi Ketupat Seulawah 2026 sekaligus memberikan motivasi kepada petugas yang melaksanakan pengamanan saat arus mudik lebaran.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Pidie bersama Ketua Bhayangkari Cabang Pidie juga menyerahkan bingkisan kepada para personel yang bertugas di Pos Pam, Pos Yan dan Pos Pantau sebagai bentuk perhatian dan apresiasi atas dedikasi mereka dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan bentuk dukungan pimpinan kepada seluruh personel yang tetap siaga menjalankan tugas pengamanan selama perayaan Idulfitri.

“Kami ingin memastikan seluruh personel yang bertugas di Pos Pengamanan di Kecamatan Mutiara, Pos Pelayanan di Terminal Kota Sigli maupun Pos Pantau di gerbang pintu tol Padang Tiji dalam kondisi siap serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Bingkisan ini sebagai bentuk perhatian dan dukungan moril kepada anggota yang bertugas di lapangan,” ujar Kapolres Pidie.

Kapolres Pidie juga mengingatkan kepada seluruh personel agar tetap menjaga kesehatan, meningkatkan kewaspadaan serta memberikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang melintas di wilayah Kabupaten Pidie.

Sementara itu, Ketua Bhayangkari Cabang Pidie Ny. Ruri Jaka menyampaikan bahwa Bhayangkari turut memberikan dukungan kepada para personel yang sedang melaksanakan tugas pengamanan dengan harapan dapat menambah semangat dalam menjalankan tugas.

“Kami dari pengurus Bhayangkari Cabang Pidie memberikan dukungan moril kepada para personel yang sedang bertugas agar tetap semangat dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan pelaksanaan pengamanan arus mudik dan perayaan Idulfitri di wilayah Kabupaten Pidie dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar, serta masyarakat dapat merasakan kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman dan nyaman.

Kapolres Pidie dan Ketua Bhayangkari Cabang Pidie Kunjungi Pos Pam, Pos Yan dan Pos Pantau, Serahkan Bingkisan untuk Personel Pengamanan

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Minggu sore 15-3-2026 Dalam rangka memberikan dukungan moril serta memastikan kesiapsiagaan personel dalam pelaksanaan pengamanan arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 H, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Pidie Ny. Ruri Jaka melakukan kunjungan ke sejumlah Pos Pengamanan (Pos Pam), Pos Pelayanan (Pos Yan) dan Pos Pantau di wilayah hukum Polres Pidie.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau secara langsung kesiapan personel yang bertugas dalam Operasi Ketupat Seulawah 2026 sekaligus memberikan motivasi kepada petugas yang melaksanakan pengamanan saat arus mudik lebaran.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Pidie bersama Ketua Bhayangkari Cabang Pidie juga menyerahkan bingkisan kepada para personel yang bertugas di Pos Pam, Pos Yan dan Pos Pantau sebagai bentuk perhatian dan apresiasi atas dedikasi mereka dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan bentuk dukungan pimpinan kepada seluruh personel yang tetap siaga menjalankan tugas pengamanan selama perayaan Idulfitri.

“Kami ingin memastikan seluruh personel yang bertugas di Pos Pengamanan di Kecamatan Mutiara, Pos Pelayanan di Terminal Kota Sigli maupun Pos Pantau di gerbang pintu tol Padang Tiji dalam kondisi siap serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Bingkisan ini sebagai bentuk perhatian dan dukungan moril kepada anggota yang bertugas di lapangan,” ujar Kapolres Pidie.

Kapolres Pidie juga mengingatkan kepada seluruh personel agar tetap menjaga kesehatan, meningkatkan kewaspadaan serta memberikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang melintas di wilayah Kabupaten Pidie.

Sementara itu, Ketua Bhayangkari Cabang Pidie Ny. Ruri Jaka menyampaikan bahwa Bhayangkari turut memberikan dukungan kepada para personel yang sedang melaksanakan tugas pengamanan dengan harapan dapat menambah semangat dalam menjalankan tugas.

“Kami dari pengurus Bhayangkari Cabang Pidie memberikan dukungan moril kepada para personel yang sedang bertugas agar tetap semangat dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan pelaksanaan pengamanan arus mudik dan perayaan Idulfitri di wilayah Kabupaten Pidie dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar, serta masyarakat dapat merasakan kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman dan nyaman.

Forkopimda Aceh Lepas Program Mudik Gratis Pemerintah Aceh 2026 di Terminal Batoh, Fasilitasi Ribuan Pemudik

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Minggu 15-3-2026 Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh menghadiri sekaligus melepas peserta Program Mudik Gratis Pemerintah Aceh Tahun 2026 yang berlangsung di Depo Angkutan Massal Transkutaraja, Komplek Terminal Tipe A Batoh, Banda Aceh.

Kegiatan pelepasan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf dan turut dihadiri Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., bersama sejumlah pejabat Forkopimda dan pimpinan instansi terkait lainnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kabinda Aceh, Kepala BNNP Aceh, Dirlantas Polda Aceh, Pa Ahli Bidang Ideologi Politik Pangdam Iskandar Muda, Sekda Aceh, Rektor Universitas Syiah Kuala, Wali Kota Banda Aceh, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Kepala PT Jasa Raharja Cabang Aceh, Direktur PT PEMA Aceh, para kepala SKPA dan pimpinan BUMN, Kasat Lantas Polresta Banda Aceh, serta Kapolsek Banda Raya.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S. I. K, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka pelepasan peserta Program Mudik Gratis Pemerintah Aceh Tahun 2026 menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Program ini merupakan bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat agar dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan terjangkau.

“Program ini mengusung semangat Seulamat Bak Jalan, Bahgia di Gampoeng, yang bertujuan memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk pulang ke kampung halaman dengan selamat,” ujar Kabid Humas.

Selain itu, program mudik gratis tersebut juga diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan arus lalu lintas selama periode mudik Lebaran sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan masyarakat.

Pada tahun 2026, tercatat sebanyak 6.109 pemudik difasilitasi melalui program ini dengan menggunakan transportasi jalur darat dan laut menuju berbagai daerah di Aceh hingga ke Kota Medan.

Sarana transportasi yang diberangkatkan pada hari ini terdiri dari 11 unit bus dan 21 unit kendaraan Hiace dengan rute tujuan ke sejumlah kabupaten/kota di Aceh serta Medan, Sumatera Utara.

Melalui program tersebut masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan lebih aman dan nyaman, serta dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman dengan penuh kebahagiaan, tutup Kabid Humas.

Forkopimda Aceh Lepas Program Mudik Gratis Pemerintah Aceh 2026 di Terminal Batoh, Fasilitasi Ribuan Pemudik

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Minggu 15-3-2026 Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh menghadiri sekaligus melepas peserta Program Mudik Gratis Pemerintah Aceh Tahun 2026 yang berlangsung di Depo Angkutan Massal Transkutaraja, Komplek Terminal Tipe A Batoh, Banda Aceh.

Kegiatan pelepasan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf dan turut dihadiri Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., bersama sejumlah pejabat Forkopimda dan pimpinan instansi terkait lainnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kabinda Aceh, Kepala BNNP Aceh, Dirlantas Polda Aceh, Pa Ahli Bidang Ideologi Politik Pangdam Iskandar Muda, Sekda Aceh, Rektor Universitas Syiah Kuala, Wali Kota Banda Aceh, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Kepala PT Jasa Raharja Cabang Aceh, Direktur PT PEMA Aceh, para kepala SKPA dan pimpinan BUMN, Kasat Lantas Polresta Banda Aceh, serta Kapolsek Banda Raya.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S. I. K, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka pelepasan peserta Program Mudik Gratis Pemerintah Aceh Tahun 2026 menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Program ini merupakan bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat agar dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan terjangkau.

“Program ini mengusung semangat Seulamat Bak Jalan, Bahgia di Gampoeng, yang bertujuan memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk pulang ke kampung halaman dengan selamat,” ujar Kabid Humas.

Selain itu, program mudik gratis tersebut juga diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan arus lalu lintas selama periode mudik Lebaran sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan masyarakat.

Pada tahun 2026, tercatat sebanyak 6.109 pemudik difasilitasi melalui program ini dengan menggunakan transportasi jalur darat dan laut menuju berbagai daerah di Aceh hingga ke Kota Medan.

Sarana transportasi yang diberangkatkan pada hari ini terdiri dari 11 unit bus dan 21 unit kendaraan Hiace dengan rute tujuan ke sejumlah kabupaten/kota di Aceh serta Medan, Sumatera Utara.

Melalui program tersebut masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan lebih aman dan nyaman, serta dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman dengan penuh kebahagiaan, tutup Kabid Humas.

Forkopimda Aceh Lepas Program Mudik Gratis Pemerintah Aceh 2026 di Terminal Batoh, Fasilitasi Ribuan Pemudik

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Minggu 15-3-2026 Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh menghadiri sekaligus melepas peserta Program Mudik Gratis Pemerintah Aceh Tahun 2026 yang berlangsung di Depo Angkutan Massal Transkutaraja, Komplek Terminal Tipe A Batoh, Banda Aceh.

Kegiatan pelepasan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf dan turut dihadiri Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., bersama sejumlah pejabat Forkopimda dan pimpinan instansi terkait lainnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kabinda Aceh, Kepala BNNP Aceh, Dirlantas Polda Aceh, Pa Ahli Bidang Ideologi Politik Pangdam Iskandar Muda, Sekda Aceh, Rektor Universitas Syiah Kuala, Wali Kota Banda Aceh, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Kepala PT Jasa Raharja Cabang Aceh, Direktur PT PEMA Aceh, para kepala SKPA dan pimpinan BUMN, Kasat Lantas Polresta Banda Aceh, serta Kapolsek Banda Raya.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S. I. K, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka pelepasan peserta Program Mudik Gratis Pemerintah Aceh Tahun 2026 menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Program ini merupakan bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat agar dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan terjangkau.

“Program ini mengusung semangat Seulamat Bak Jalan, Bahgia di Gampoeng, yang bertujuan memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk pulang ke kampung halaman dengan selamat,” ujar Kabid Humas.

Selain itu, program mudik gratis tersebut juga diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan arus lalu lintas selama periode mudik Lebaran sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan masyarakat.

Pada tahun 2026, tercatat sebanyak 6.109 pemudik difasilitasi melalui program ini dengan menggunakan transportasi jalur darat dan laut menuju berbagai daerah di Aceh hingga ke Kota Medan.

Sarana transportasi yang diberangkatkan pada hari ini terdiri dari 11 unit bus dan 21 unit kendaraan Hiace dengan rute tujuan ke sejumlah kabupaten/kota di Aceh serta Medan, Sumatera Utara.

Melalui program tersebut masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan lebih aman dan nyaman, serta dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman dengan penuh kebahagiaan, tutup Kabid Humas.