Mualem–Dek Fadh Hadiri Rakornas 2026, Tegaskan Komitmen Aceh Perkuat Sinergi Pusat–Daerah

Bogor  ( Aceh dalam berita ) Senin 2-2-2026 Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) bersama Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kehadiran keduanya didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh.

Rakornas yang mengusung tema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas Tahun 2045” ini dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, serta seluruh kepala dan wakil kepala daerah se-Indonesia.

Partisipasi aktif Mualem dan Fadhlullah dalam forum strategis nasional ini menegaskan komitmen Pemerintah Aceh untuk memastikan seluruh kebijakan dan program pembangunan daerah berjalan selaras dengan arah pembangunan nasional. Kepemimpinan Mualem–Dek Fadh diposisikan sebagai jembatan strategis antara kepentingan pusat dan kebutuhan riil masyarakat Aceh.

Rakornas ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Aceh untuk memperkuat konsolidasi lintas sektor, sekaligus menyerap arahan langsung Presiden terkait prioritas pembangunan nasional, stabilitas pemerintahan, dan kesiapan daerah menghadapi tantangan global.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kewaspadaan seluruh jajaran pemerintahan terhadap dinamika dan tantangan global yang terus berkembang. Presiden mengingatkan bahwa hanya dengan persatuan, kerja sama, dan kesiapsiagaan antara pusat dan daerah, Indonesia dapat menjaga stabilitas nasional dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 secara berkelanjutan.

Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta mengumumkan rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Dalam konteks ini, kepala daerah didorong untuk menjadi motor penggerak perubahan perilaku masyarakat, khususnya dalam pengelolaan lingkungan. “Sampah itu bencana, sampah itu penyakit. Kita harus menyatakan perang terhadap sampah,” tegas Presiden.

Menanggapi arahan tersebut, kehadiran Mualem dan Fadhlullah dinilai sejalan dengan semangat Pemerintah Aceh dalam memperkuat pembangunan berbasis keberlanjutan, kesehatan masyarakat, serta tata kelola lingkungan yang lebih baik di daerah.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakornas ini merupakan arahan langsung Presiden sebagai upaya menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, dan memastikan sinkronisasi program antara pemerintah pusat dan daerah.

Melalui Rakornas ini, Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Mualem–Dek Fadh diharapkan mampu mengakselerasi implementasi program prioritas nasional di Aceh, sekaligus menghadirkan pembangunan daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Aceh. []

Jembatan Bailey Karang Rejo, Bener Meriah Rampung, TNI, Pemda bersama Warga Gelar Syukuran dan Doa Bersama

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Senin 2-2-2026  Jembatan Bailey yang dibangun pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Bener Meriah, tepatnya di Desa Karang Rejo, Kecamatan Bukit, kini resmi difungsikan dan sudah dapat dilalui oleh kendaraan dengan kapasitas beban maksimal hingga 20 ton.

Pembangunan jembatan tersebut merupakan hasil kerja keras prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodam Iskandar Muda, dengan melibatkan personel dari Batalyon Zipur 16/Dhika Anoraga bersama jajaran Kodim 0119/Bener Meriah. Pengerjaan dilakukan secara intensif dan berkelanjutan sebagai bentuk respons cepat TNI dalam memulihkan akses transportasi warga yang sempat terputus akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Jembatan Bailey mulai difungsikan sekitar pukul 09.00 WIB dan sejak dibuka langsung dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai jalur utama penghubung antarwilayah. Keberadaan jembatan ini sangat vital karena menjadi akses penting bagi aktivitas ekonomi warga, distribusi hasil pertanian, penyaluran kebutuhan pokok, serta mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Komandan Kodim 0119/Bener Meriah, Letkol Inf Ahmad Fauzi, yang diwakili oleh Danramil 06/Bukit Kapten Czi Aep Mukhran Halid, saat peresmian jembatan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel TNI yang terlibat dalam pembangunan jembatan tersebut. Ia menilai kerja cepat, sigap, dan penuh dedikasi yang ditunjukkan prajurit di lapangan merupakan wujud nyata pengabdian TNI kepada masyarakat.
“Pembangunan Jembatan Bailey ini adalah bukti nyata kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat pascabencana. Jembatan ini sangat dibutuhkan untuk memulihkan kembali aktivitas warga agar dapat berjalan normal,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, keberadaan jembatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran distribusi logistik tanggap bencana, pelayanan kedaruratan, serta mempercepat pemulihan roda perekonomian masyarakat di wilayah terdampak.

Sementara itu, masyarakat Desa Karang Rejo menyambut gembira dan penuh rasa syukur atas berfungsinya kembali jembatan penghubung tersebut. Salah seorang warga, Sudirman (45), mengungkapkan bahwa selama jembatan rusak, warga mengalami kesulitan dalam mengangkut hasil kebun dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Alhamdulillah sekarang akses sudah terbuka kembali. Sebelumnya kami harus memutar jauh dan itu sangat menyulitkan. Dengan adanya jembatan ini, aktivitas kami jadi jauh lebih lancar,” ungkapnya.

Dengan telah difungsikannya Jembatan Bailey ini, diharapkan mobilitas masyarakat di wilayah terdampak bencana semakin meningkat, distribusi logistik berjalan lancar, serta kehidupan sosial dan perekonomian warga Kabupaten Bener Meriah dapat berangsur pulih dan kembali normal. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan terus memberikan manfaat nyata, khususnya dalam penanganan dan pemulihan pascabencana.

Jembatan Bailey Karang Rejo, Bener Meriah Rampung, TNI, Pemda bersama Warga Gelar Syukuran dan Doa Bersama

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Senin 2-2-2026  Jembatan Bailey yang dibangun pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Bener Meriah, tepatnya di Desa Karang Rejo, Kecamatan Bukit, kini resmi difungsikan dan sudah dapat dilalui oleh kendaraan dengan kapasitas beban maksimal hingga 20 ton.

Pembangunan jembatan tersebut merupakan hasil kerja keras prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodam Iskandar Muda, dengan melibatkan personel dari Batalyon Zipur 16/Dhika Anoraga bersama jajaran Kodim 0119/Bener Meriah. Pengerjaan dilakukan secara intensif dan berkelanjutan sebagai bentuk respons cepat TNI dalam memulihkan akses transportasi warga yang sempat terputus akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Jembatan Bailey mulai difungsikan sekitar pukul 09.00 WIB dan sejak dibuka langsung dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai jalur utama penghubung antarwilayah. Keberadaan jembatan ini sangat vital karena menjadi akses penting bagi aktivitas ekonomi warga, distribusi hasil pertanian, penyaluran kebutuhan pokok, serta mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Komandan Kodim 0119/Bener Meriah, Letkol Inf Ahmad Fauzi, yang diwakili oleh Danramil 06/Bukit Kapten Czi Aep Mukhran Halid, saat peresmian jembatan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel TNI yang terlibat dalam pembangunan jembatan tersebut. Ia menilai kerja cepat, sigap, dan penuh dedikasi yang ditunjukkan prajurit di lapangan merupakan wujud nyata pengabdian TNI kepada masyarakat.
“Pembangunan Jembatan Bailey ini adalah bukti nyata kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat pascabencana. Jembatan ini sangat dibutuhkan untuk memulihkan kembali aktivitas warga agar dapat berjalan normal,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, keberadaan jembatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran distribusi logistik tanggap bencana, pelayanan kedaruratan, serta mempercepat pemulihan roda perekonomian masyarakat di wilayah terdampak.

Sementara itu, masyarakat Desa Karang Rejo menyambut gembira dan penuh rasa syukur atas berfungsinya kembali jembatan penghubung tersebut. Salah seorang warga, Sudirman (45), mengungkapkan bahwa selama jembatan rusak, warga mengalami kesulitan dalam mengangkut hasil kebun dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Alhamdulillah sekarang akses sudah terbuka kembali. Sebelumnya kami harus memutar jauh dan itu sangat menyulitkan. Dengan adanya jembatan ini, aktivitas kami jadi jauh lebih lancar,” ungkapnya.

Dengan telah difungsikannya Jembatan Bailey ini, diharapkan mobilitas masyarakat di wilayah terdampak bencana semakin meningkat, distribusi logistik berjalan lancar, serta kehidupan sosial dan perekonomian warga Kabupaten Bener Meriah dapat berangsur pulih dan kembali normal. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan terus memberikan manfaat nyata, khususnya dalam penanganan dan pemulihan pascabencana.

Jembatan Bailey Karang Rejo, Bener Meriah Rampung, TNI, Pemda bersama Warga Gelar Syukuran dan Doa Bersama

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Senin 2-2-2026  Jembatan Bailey yang dibangun pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Bener Meriah, tepatnya di Desa Karang Rejo, Kecamatan Bukit, kini resmi difungsikan dan sudah dapat dilalui oleh kendaraan dengan kapasitas beban maksimal hingga 20 ton.

Pembangunan jembatan tersebut merupakan hasil kerja keras prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodam Iskandar Muda, dengan melibatkan personel dari Batalyon Zipur 16/Dhika Anoraga bersama jajaran Kodim 0119/Bener Meriah. Pengerjaan dilakukan secara intensif dan berkelanjutan sebagai bentuk respons cepat TNI dalam memulihkan akses transportasi warga yang sempat terputus akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Jembatan Bailey mulai difungsikan sekitar pukul 09.00 WIB dan sejak dibuka langsung dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai jalur utama penghubung antarwilayah. Keberadaan jembatan ini sangat vital karena menjadi akses penting bagi aktivitas ekonomi warga, distribusi hasil pertanian, penyaluran kebutuhan pokok, serta mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Komandan Kodim 0119/Bener Meriah, Letkol Inf Ahmad Fauzi, yang diwakili oleh Danramil 06/Bukit Kapten Czi Aep Mukhran Halid, saat peresmian jembatan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel TNI yang terlibat dalam pembangunan jembatan tersebut. Ia menilai kerja cepat, sigap, dan penuh dedikasi yang ditunjukkan prajurit di lapangan merupakan wujud nyata pengabdian TNI kepada masyarakat.
“Pembangunan Jembatan Bailey ini adalah bukti nyata kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat pascabencana. Jembatan ini sangat dibutuhkan untuk memulihkan kembali aktivitas warga agar dapat berjalan normal,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, keberadaan jembatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran distribusi logistik tanggap bencana, pelayanan kedaruratan, serta mempercepat pemulihan roda perekonomian masyarakat di wilayah terdampak.

Sementara itu, masyarakat Desa Karang Rejo menyambut gembira dan penuh rasa syukur atas berfungsinya kembali jembatan penghubung tersebut. Salah seorang warga, Sudirman (45), mengungkapkan bahwa selama jembatan rusak, warga mengalami kesulitan dalam mengangkut hasil kebun dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Alhamdulillah sekarang akses sudah terbuka kembali. Sebelumnya kami harus memutar jauh dan itu sangat menyulitkan. Dengan adanya jembatan ini, aktivitas kami jadi jauh lebih lancar,” ungkapnya.

Dengan telah difungsikannya Jembatan Bailey ini, diharapkan mobilitas masyarakat di wilayah terdampak bencana semakin meningkat, distribusi logistik berjalan lancar, serta kehidupan sosial dan perekonomian warga Kabupaten Bener Meriah dapat berangsur pulih dan kembali normal. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan terus memberikan manfaat nyata, khususnya dalam penanganan dan pemulihan pascabencana.

Polres Pidie Gelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan Seulawah Tahun 2026

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Senin 2-2-2026 Polres Pidie melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Seulawah Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Pidie Kompol Dwi Arys Purwoko, S.IP., SIK., MIK., bertempat di Lapangan Apel Mapolres Pidie.

Apel gelar pasukan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, para tamu undangan, serta diikuti peserta apel yang terdiri dari 1 Pleton Perwira, 1 Pleton Staf Gabungan Polres Pidie, 1 Pleton Sat Samapta, 1 Pleton Sat Lantas, 1 Pleton Gabungan Sat Intelkam dan Sat Reskrim, 1 Pleton Polsek Jajaran, 1 Pleton TNI, 1 Pleton Dinas Perhubungan, serta 1 Pleton Satpol PP/WH Kabupaten Pidie.

Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan oleh Wakapolres Pidie, disampaikan bahwa situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di Provinsi Aceh saat ini memerlukan perhatian serius. Pasca terjadinya bencana alam berupa banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah, mengakibatkan kerusakan ruas jalan, terputusnya jembatan, serta keterbatasan akses jalan yang berdampak pada kelancaran arus lalu lintas dan mobilitas masyarakat.

Kondisi tersebut semakin kompleks dengan meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, yang berpotensi menimbulkan gangguan lalu lintas, keselamatan pengguna jalan, serta distribusi logistik.

Dalam rangka menjawab tantangan tersebut, Polda Aceh bersama Polres jajaran yang didukung oleh instansi terkait akan melaksanakan Operasi Keselamatan Seulawah Tahun 2026 dengan mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.”

Operasi Keselamatan Seulawah 2026 akan dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026, di seluruh wilayah Provinsi Aceh, ujar Wakapolres Pidie saat membacakan amanat Kapolda Aceh.

Dalam amanat tersebut, Kapolda Aceh juga memberikan beberapa penekanan untuk dipedomani dan dilaksanakan, antara lain melaksanakan deteksi dini dan pemetaan terhadap seluruh titik rawan pelanggaran, kecelakaan, dan kemacetan lalu lintas, memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat melalui sosialisasi baik secara langsung maupun melalui media cetak, elektronik, dan media sosial, melaksanakan ramp check terpadu bersama instansi terkait di lokasi strategis yang meliputi pemeriksaan administrasi, kendaraan, serta kesehatan pengemudi, serta menegakkan hukum secara tegas dan profesional.

Di akhir amanatnya, Kapolda Aceh menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel Polri, unsur TNI, Pemerintah Daerah, dan seluruh instansi terkait yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Seulawah Tahun 2026. Melalui operasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Polres Pidie Gelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan Seulawah Tahun 2026

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Senin 2-2-2026 Polres Pidie melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Seulawah Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Pidie Kompol Dwi Arys Purwoko, S.IP., SIK., MIK., bertempat di Lapangan Apel Mapolres Pidie.

Apel gelar pasukan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, para tamu undangan, serta diikuti peserta apel yang terdiri dari 1 Pleton Perwira, 1 Pleton Staf Gabungan Polres Pidie, 1 Pleton Sat Samapta, 1 Pleton Sat Lantas, 1 Pleton Gabungan Sat Intelkam dan Sat Reskrim, 1 Pleton Polsek Jajaran, 1 Pleton TNI, 1 Pleton Dinas Perhubungan, serta 1 Pleton Satpol PP/WH Kabupaten Pidie.

Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan oleh Wakapolres Pidie, disampaikan bahwa situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di Provinsi Aceh saat ini memerlukan perhatian serius. Pasca terjadinya bencana alam berupa banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah, mengakibatkan kerusakan ruas jalan, terputusnya jembatan, serta keterbatasan akses jalan yang berdampak pada kelancaran arus lalu lintas dan mobilitas masyarakat.

Kondisi tersebut semakin kompleks dengan meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, yang berpotensi menimbulkan gangguan lalu lintas, keselamatan pengguna jalan, serta distribusi logistik.

Dalam rangka menjawab tantangan tersebut, Polda Aceh bersama Polres jajaran yang didukung oleh instansi terkait akan melaksanakan Operasi Keselamatan Seulawah Tahun 2026 dengan mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.”

Operasi Keselamatan Seulawah 2026 akan dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026, di seluruh wilayah Provinsi Aceh, ujar Wakapolres Pidie saat membacakan amanat Kapolda Aceh.

Dalam amanat tersebut, Kapolda Aceh juga memberikan beberapa penekanan untuk dipedomani dan dilaksanakan, antara lain melaksanakan deteksi dini dan pemetaan terhadap seluruh titik rawan pelanggaran, kecelakaan, dan kemacetan lalu lintas, memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat melalui sosialisasi baik secara langsung maupun melalui media cetak, elektronik, dan media sosial, melaksanakan ramp check terpadu bersama instansi terkait di lokasi strategis yang meliputi pemeriksaan administrasi, kendaraan, serta kesehatan pengemudi, serta menegakkan hukum secara tegas dan profesional.

Di akhir amanatnya, Kapolda Aceh menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel Polri, unsur TNI, Pemerintah Daerah, dan seluruh instansi terkait yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Seulawah Tahun 2026. Melalui operasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

BSI Resmi Naik Kelas Sebagai Persero, Mayoritas Pembiayaan ke Segmen Konsumer dan Ritel

Jakarta ( Aceh dalam berita ) Selasa 2-2-2026. Pada tanggal 23 Januari 2026 PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) secara administratif telah menyandang status sebagai perusahaan Persero. Perubahan status ini merupakan konsekwensi dari putusan pemegang saham pada RUPSLB tgl 22 Desember 2025 terkait perubahan Anggaran Dasar Perseroan yg kemudian memperoleh persetujuan Kementerian Hukum pada 23 Januari 2026 dan juga telah disampaikan dalam Keterbukaan Informasi pada situs IDX. Untuk itu maka selanjutnya penulisan nama BSI disesuaikan menjadi PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk.

Dalam rangka peresmian status sebagai Persero tersebut, pada tanggal 2 Februari 2026 dilakukan Tasyakuran Milad BSI ke-5 di BSI Tower Jakarta. Pada acara tersebut, BSI juga me-launching campaign ‘Langkah Emas Generasi Emas’ sebuah milestone baru yang diimplementasikan dalam wujud kampanye gerakan menyosialisasikan produk dan layanan BSI yang sejalan dengan status BSI sebagai satu-satunya bank emas di Indonesia.

Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk Anggoro Eko Cahyo mengungkap manajemen BSI siap mendukung langkah strategis yang ditetapkan Pemerintah RI yang selaras dengan arah kebijakan nasional dalam rangka penguatan ekosistem keuangan syariah nasional.

Amanah pemegang saham yang telah diputuskan di dalam RUPSLB, kata dia, akan memperkuat kapasitas dan kapabilitas BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia sehingga akan semakin lincah, solid dan mampu mendorong ekonomi syariah sebagai arus baru pertumbuhan ekonomi nasional selain mendorong pengembangan industri dan ekosistem halal di Indonesia.

Selanjutnya, BSI menegaskan komitmen untuk menjalankan mandat tersebut dengan tetap mengedepankan governance dan kepatuhan terhadap ketentuan terkait.

Manajemen BSI, tutur Anggoro, optimistis penyesuaian status sebagai Persero dapat mendukung penguatan ekosistem Danantara, khususnya sektor keuangan, serta selaras dengan implementasi ketentuan Undang-Undang BUMN yang menegaskan peran BPI Danantara sebagai pengelola aset dan investasi BUMN.

BSI juga akan terus memperkuat kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia, IT dan infrastruktur, serta terus memperbaiki layanan dalam rangka Melayani Sepenuh Hati untuk dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat luas. Terutama, dalam kedudukan Bank sebagai motor penggerak pengembangan industri dan ekosistem halal di Indonesia.

‘’BSI telah menapaki lima tahun sebagai milestone pertama dengan sangat baik, dan sekarang siap untuk milestone selanjutnya.’’ Sebagai bank yang baru lahir sebagai hasil merger dari tiga bank syariah pada 2021, BSI terus mengokohkan dirinya sebagai bank dengan kinerja yang solid dan kuat dan mengantarkan ke posisi pemimpin di level middle Top 10 Bank.

*Pembiayaan untuk Masyarakat Luas*

Sejak awal merger BSI fokus menjalankan fungsi intermediasi dengan fokus penyaluran pembiayaan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat luas. Mayoritas pembiayaan BSI disalurkan pada pada bisnis ritel dan konsumer terutama di ekosistem halal. Kondisi tersebut membawa dampak terhadap kinerja Perseroan yang cukup solid hingga tutup buku tahun 2025. Tercatat sembilan puluh persen penyaluran pembiayaan BSI didistribusikan kepada segmen Ritel, Konsumer UMKM dan Komersial skala kecil dengan lingkup ekosistem Pendidikan dan Lembaga Kesehatan. Pembiayaan tersebut diberikan pegawai, pengusaha mikro, kecil dan menengah dan ekosistem BUMN.

‘’Kami bersyukur BSI hadir dan melayani umat dengan sepenuh hati melalui penyaluran pembiayaan yang berfokus pada segmen Konsumer & Retail untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas,’’ tegas Anggoro lagi.

Hal ini masih menjadi fokus pengembangan Perseroan ke depan ditambah dengan amanah yang baru tahun lalu disematkan kepada BSI sebagai bank pertama dan satu-satunya yang memiliki izin sebagai bank bulion.

Izin sebagai bank bulion telah mengantarkan kinerja BSI juga makin kuat dengan total pembelian emas melalui aplikasi BYOND mencapai di atas 2,1 ton sejak awal peluncuran hingga akhir Desember 2025. Layanan bulion juga memperluas customer base menjadi lebih inklusif dengan total jumlah nasabah lebih dari 23 juta.

Layanan bulion hadir sebagai bentuk demokratisasi investasi emas kepada seluruh lapisan masyarakat dengan cara yang mudah karena cukup lewat aplikasi BYOND yang dapat diakses 24 jam dan harga yang sangat murah karena bisa dimulai dengan harga sekitar Rp50.000. Selain itu, sejalan Amanah pemerintah bulion ditujukan sebagai optimalisasi ekonomi nasional melalui penguasaan ekonomi dari hulu hingga hilir untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Anggoro mengungkap selain layanan bulion, BSI juga aktif mensupport program pemerintah melalui program rumah bersubsidi FLPP, pembiayaan mikro KUR, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam konteks corporate social responsibility BSI juga aktif berkontribusi dalam recovery musibah pascabencana hidrometeorologi di Sumatera khususnya Aceh, dengan total bantuan di atas 210 ton.

*Corporate Secretary and Communication Group PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk*

BSI Resmi Naik Kelas Sebagai Persero, Mayoritas Pembiayaan ke Segmen Konsumer dan Ritel

Jakarta ( Aceh dalam berita ) Selasa 2-2-2026. Pada tanggal 23 Januari 2026 PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) secara administratif telah menyandang status sebagai perusahaan Persero. Perubahan status ini merupakan konsekwensi dari putusan pemegang saham pada RUPSLB tgl 22 Desember 2025 terkait perubahan Anggaran Dasar Perseroan yg kemudian memperoleh persetujuan Kementerian Hukum pada 23 Januari 2026 dan juga telah disampaikan dalam Keterbukaan Informasi pada situs IDX. Untuk itu maka selanjutnya penulisan nama BSI disesuaikan menjadi PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk.

Dalam rangka peresmian status sebagai Persero tersebut, pada tanggal 2 Februari 2026 dilakukan Tasyakuran Milad BSI ke-5 di BSI Tower Jakarta. Pada acara tersebut, BSI juga me-launching campaign ‘Langkah Emas Generasi Emas’ sebuah milestone baru yang diimplementasikan dalam wujud kampanye gerakan menyosialisasikan produk dan layanan BSI yang sejalan dengan status BSI sebagai satu-satunya bank emas di Indonesia.

Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk Anggoro Eko Cahyo mengungkap manajemen BSI siap mendukung langkah strategis yang ditetapkan Pemerintah RI yang selaras dengan arah kebijakan nasional dalam rangka penguatan ekosistem keuangan syariah nasional.

Amanah pemegang saham yang telah diputuskan di dalam RUPSLB, kata dia, akan memperkuat kapasitas dan kapabilitas BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia sehingga akan semakin lincah, solid dan mampu mendorong ekonomi syariah sebagai arus baru pertumbuhan ekonomi nasional selain mendorong pengembangan industri dan ekosistem halal di Indonesia.

Selanjutnya, BSI menegaskan komitmen untuk menjalankan mandat tersebut dengan tetap mengedepankan governance dan kepatuhan terhadap ketentuan terkait.

Manajemen BSI, tutur Anggoro, optimistis penyesuaian status sebagai Persero dapat mendukung penguatan ekosistem Danantara, khususnya sektor keuangan, serta selaras dengan implementasi ketentuan Undang-Undang BUMN yang menegaskan peran BPI Danantara sebagai pengelola aset dan investasi BUMN.

BSI juga akan terus memperkuat kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia, IT dan infrastruktur, serta terus memperbaiki layanan dalam rangka Melayani Sepenuh Hati untuk dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat luas. Terutama, dalam kedudukan Bank sebagai motor penggerak pengembangan industri dan ekosistem halal di Indonesia.

‘’BSI telah menapaki lima tahun sebagai milestone pertama dengan sangat baik, dan sekarang siap untuk milestone selanjutnya.’’ Sebagai bank yang baru lahir sebagai hasil merger dari tiga bank syariah pada 2021, BSI terus mengokohkan dirinya sebagai bank dengan kinerja yang solid dan kuat dan mengantarkan ke posisi pemimpin di level middle Top 10 Bank.

*Pembiayaan untuk Masyarakat Luas*

Sejak awal merger BSI fokus menjalankan fungsi intermediasi dengan fokus penyaluran pembiayaan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat luas. Mayoritas pembiayaan BSI disalurkan pada pada bisnis ritel dan konsumer terutama di ekosistem halal. Kondisi tersebut membawa dampak terhadap kinerja Perseroan yang cukup solid hingga tutup buku tahun 2025. Tercatat sembilan puluh persen penyaluran pembiayaan BSI didistribusikan kepada segmen Ritel, Konsumer UMKM dan Komersial skala kecil dengan lingkup ekosistem Pendidikan dan Lembaga Kesehatan. Pembiayaan tersebut diberikan pegawai, pengusaha mikro, kecil dan menengah dan ekosistem BUMN.

‘’Kami bersyukur BSI hadir dan melayani umat dengan sepenuh hati melalui penyaluran pembiayaan yang berfokus pada segmen Konsumer & Retail untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas,’’ tegas Anggoro lagi.

Hal ini masih menjadi fokus pengembangan Perseroan ke depan ditambah dengan amanah yang baru tahun lalu disematkan kepada BSI sebagai bank pertama dan satu-satunya yang memiliki izin sebagai bank bulion.

Izin sebagai bank bulion telah mengantarkan kinerja BSI juga makin kuat dengan total pembelian emas melalui aplikasi BYOND mencapai di atas 2,1 ton sejak awal peluncuran hingga akhir Desember 2025. Layanan bulion juga memperluas customer base menjadi lebih inklusif dengan total jumlah nasabah lebih dari 23 juta.

Layanan bulion hadir sebagai bentuk demokratisasi investasi emas kepada seluruh lapisan masyarakat dengan cara yang mudah karena cukup lewat aplikasi BYOND yang dapat diakses 24 jam dan harga yang sangat murah karena bisa dimulai dengan harga sekitar Rp50.000. Selain itu, sejalan Amanah pemerintah bulion ditujukan sebagai optimalisasi ekonomi nasional melalui penguasaan ekonomi dari hulu hingga hilir untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Anggoro mengungkap selain layanan bulion, BSI juga aktif mensupport program pemerintah melalui program rumah bersubsidi FLPP, pembiayaan mikro KUR, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam konteks corporate social responsibility BSI juga aktif berkontribusi dalam recovery musibah pascabencana hidrometeorologi di Sumatera khususnya Aceh, dengan total bantuan di atas 210 ton.

*Corporate Secretary and Communication Group PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk*