Pengakuan WTP dari Jadi Bukti Bank Aceh Dikelola Dengan Tangan Dingin

Banda Aceh ( Aceh dalam berita) Jum’at 27-2-2026; PT Bank Aceh Syariah mengukuhkan posisinya sebagai lembaga perbankan yang kredibel dengan kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas audit laporan keuangan tahun buku 2025. Penilaian ini diberikan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Heliantono & Rekan sebagai bentuk pengakuan atas kepatuhan bank terhadap standar pelaporan keuangan yang berlaku.

Laporan Hasil Audit (LHA) tersebut diserahkan langsung kepada manajemen Bank Aceh di Gedung Action Center Banda Aceh, Jumat (13/1/2026). “Capaian ini menjadi sangat relevan mengingat pentingnya integritas laporan keuangan dalam menjaga kepercayaan nasabah dan seluruh pemangku kepentingan”, ujar Fadhil Ilyas Direktur Utama Bank Aceh.

Manajemen Bank Aceh menegaskan bahwa predikat WTP yang diraih secara konsisten ini merupakan cermin dari penerapan Good Corporate Governance (GCG) yang ketat. Opini WTP bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan indikator bahwa seluruh proses bisnis dan operasional bank telah dijalankan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang tinggi.

“Pencapaian ini adalah hasil dari komitmen kolektif seluruh jajaran Bank Aceh dalam memastikan setiap kebijakan finansial dapat dipertanggungjawabkan. Kami percaya bahwa tata kelola yang bersih adalah fondasi utama untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Fadhil.

Sejalan dengan transparansi keuangan, Bank Aceh juga terus memacu inovasi digital sepanjang tahun 2025. Pengembangan fitur beberapa layanan pada Action Mobile Bank Aceh sehingga memudahkan nasabah untuk melakukan pembayaran. Pada tahun 2025 juga Bank Aceh meresmikan fasilitas ATM Drive Thru pertama Bank Aceh yang berlokasi di kawasan strategis Taman Riyadhah, Kota Lhokseumawe. “Peresmian ATM Drive Thru hari ini bukan hanya inovasi dari sisi teknologi, tetapi juga mencerminkan komitmen dalam memberikan layanan cepat, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Prestasi bank juga diakui melalui berbagai penghargaan tingkat nasional yang diraih sepanjang tahun operasional 2025. Bank Aceh juga berhasil memborong berbagai penghargaan bergengsi tingkat daerah maupun nasional sebagai bukti nyata pelayanan kepada masyarakat yang terdiri dari:
– Pilar Ekonomi Rakyat: Bank Aceh dianugerahi penghargaan The Aceh Post Awards 2025 sebagai Bank Pemajuan UMKM Daerah dan penghargaan dari BPDP Kelapa Sawit sebagai Mitra Penyaluran Terbanyak kategori BPD.
– Juara Digital & Kreatif: Di era modern, Bank Aceh meraih Platinum Award (PRIMA Awards 2025) untuk transaksi digital tertinggi dan penghargaan Serambi Ekraf 2025 sebagai bank yang berkomitmen memperkuat ekonomi kreatif.
– Edukasi & Kepedulian: Bank Aceh terpilih sebagai Lembaga Jasa Keuangan Teraktif dalam program literasi keuangan (OJK Financial Literacy Award 2025) serta meraih Juara 3 Paritrana Award 2025 dari BPJS Ketenagakerjaan.
– Dukungan Media & Kolaborasi: Penghargaan Citra Karsa Awards 2025 diberikan atas dukungan bank terhadap ekosistem media massa. Selain itu, prestasi juga datang dari daerah melalui penghargaan Genting Collaboration Summit 2025 yang diraih Bank Aceh Subulussalam.

Dengan raihan opini WTP ini, Bank Aceh optimis melangkah di tahun 2026 sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Fokus bank tetap pada pemberdayaan sektor produktif dan UMKM guna memberikan dampak sosial yang nyata bagi pembangunan Aceh. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Dewan Pengawas Syariah (DPS), Komisaris, Direksi, serta seluruh karyawan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada nasabah, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).

“Opini WTP ini memberikan energi positif bagi kami untuk terus tumbuh secara berkelanjutan. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh nasabah dan pemegang saham atas kepercayaan yang diberikan, sehingga Bank Aceh dapat terus mempertahankan performa terbaiknya dan terus meningkatkan kualitas layanan demi kemajuan ekonomi Aceh dan nasional,” tutup Fadhil.

Pengakuan WTP dari Jadi Bukti Bank Aceh Dikelola Dengan Tangan Dingin

Banda Aceh ( Aceh dalam berita) Jum’at 27-2-2026; PT Bank Aceh Syariah mengukuhkan posisinya sebagai lembaga perbankan yang kredibel dengan kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas audit laporan keuangan tahun buku 2025. Penilaian ini diberikan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Heliantono & Rekan sebagai bentuk pengakuan atas kepatuhan bank terhadap standar pelaporan keuangan yang berlaku.

Laporan Hasil Audit (LHA) tersebut diserahkan langsung kepada manajemen Bank Aceh di Gedung Action Center Banda Aceh, Jumat (13/1/2026). “Capaian ini menjadi sangat relevan mengingat pentingnya integritas laporan keuangan dalam menjaga kepercayaan nasabah dan seluruh pemangku kepentingan”, ujar Fadhil Ilyas Direktur Utama Bank Aceh.

Manajemen Bank Aceh menegaskan bahwa predikat WTP yang diraih secara konsisten ini merupakan cermin dari penerapan Good Corporate Governance (GCG) yang ketat. Opini WTP bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan indikator bahwa seluruh proses bisnis dan operasional bank telah dijalankan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang tinggi.

“Pencapaian ini adalah hasil dari komitmen kolektif seluruh jajaran Bank Aceh dalam memastikan setiap kebijakan finansial dapat dipertanggungjawabkan. Kami percaya bahwa tata kelola yang bersih adalah fondasi utama untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Fadhil.

Sejalan dengan transparansi keuangan, Bank Aceh juga terus memacu inovasi digital sepanjang tahun 2025. Pengembangan fitur beberapa layanan pada Action Mobile Bank Aceh sehingga memudahkan nasabah untuk melakukan pembayaran. Pada tahun 2025 juga Bank Aceh meresmikan fasilitas ATM Drive Thru pertama Bank Aceh yang berlokasi di kawasan strategis Taman Riyadhah, Kota Lhokseumawe. “Peresmian ATM Drive Thru hari ini bukan hanya inovasi dari sisi teknologi, tetapi juga mencerminkan komitmen dalam memberikan layanan cepat, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Prestasi bank juga diakui melalui berbagai penghargaan tingkat nasional yang diraih sepanjang tahun operasional 2025. Bank Aceh juga berhasil memborong berbagai penghargaan bergengsi tingkat daerah maupun nasional sebagai bukti nyata pelayanan kepada masyarakat yang terdiri dari:
– Pilar Ekonomi Rakyat: Bank Aceh dianugerahi penghargaan The Aceh Post Awards 2025 sebagai Bank Pemajuan UMKM Daerah dan penghargaan dari BPDP Kelapa Sawit sebagai Mitra Penyaluran Terbanyak kategori BPD.
– Juara Digital & Kreatif: Di era modern, Bank Aceh meraih Platinum Award (PRIMA Awards 2025) untuk transaksi digital tertinggi dan penghargaan Serambi Ekraf 2025 sebagai bank yang berkomitmen memperkuat ekonomi kreatif.
– Edukasi & Kepedulian: Bank Aceh terpilih sebagai Lembaga Jasa Keuangan Teraktif dalam program literasi keuangan (OJK Financial Literacy Award 2025) serta meraih Juara 3 Paritrana Award 2025 dari BPJS Ketenagakerjaan.
– Dukungan Media & Kolaborasi: Penghargaan Citra Karsa Awards 2025 diberikan atas dukungan bank terhadap ekosistem media massa. Selain itu, prestasi juga datang dari daerah melalui penghargaan Genting Collaboration Summit 2025 yang diraih Bank Aceh Subulussalam.

Dengan raihan opini WTP ini, Bank Aceh optimis melangkah di tahun 2026 sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Fokus bank tetap pada pemberdayaan sektor produktif dan UMKM guna memberikan dampak sosial yang nyata bagi pembangunan Aceh. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Dewan Pengawas Syariah (DPS), Komisaris, Direksi, serta seluruh karyawan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada nasabah, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).

“Opini WTP ini memberikan energi positif bagi kami untuk terus tumbuh secara berkelanjutan. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh nasabah dan pemegang saham atas kepercayaan yang diberikan, sehingga Bank Aceh dapat terus mempertahankan performa terbaiknya dan terus meningkatkan kualitas layanan demi kemajuan ekonomi Aceh dan nasional,” tutup Fadhil.

Kapolres Pidie Apresiasi Dedikasi Mahasiswa PTIK Angkatan 83/WPS yang melaksanakan Pengabdian Masyarakat (Dianmas)

Mapolres Sigli  ( Aceh dalam berita ) Jum’at 27-2-2026 Kegiatan Pelepasan dan Penutupan Dianmas Mahasiswa PTIK Lemdiklat Polri Angkatan 83/WPS Tahun 2026 dalam rangka pengabdian masyarakat di wilayah hukum Polres Pidie berlangsung khidmat di Aula Wira Satya Polres Pidie.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Perwira Pendamping Mahasiswa PTIK Lemdiklat Polri Angkatan 83/WPS, Kombes Pol Muhammad Edi Purwanto, SIK, MM,. Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK, Wakapolres Pidie Kompol Dwi Arys Purwoko, S.IP. SIK., MH., para Pejabat Utama Polres Pidie, Kapolsek jajaran, serta seluruh Mahasiswa PTIK Lemdiklat Polri Angkatan 83/WPS.

Kegiatan pelepasan dan penutupan ini merupakan bagian akhir dari rangkaian program pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan para mahasiswa selama berada di Kabupaten Pidie.

Berbagai kegiatan sosial, edukatif, serta kemasyarakatan telah digelar sebagai bentuk implementasi ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti pendidikan.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan paparan dari perwakilan mahasiswa mengenai pelaksanaan kegiatan Dianmas selama di Polres Pidie.

Dalam paparannya, mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS menyampaikan sejumlah program yang telah dilaksanakan, sekaligus capaian dan dampak positif yang dirasakan masyarakat.

Selanjutnya, perwakilan mahasiswa menyampaikan kesan dan pesan selama melaksanakan pengabdian masyarakat di wilayah hukum Polres Pidie. Mereka mengungkapkan apresiasi atas dukungan dan sinergi yang diberikan oleh jajaran Polres Pidie sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar.

Dalam arahannya, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada para mahasiswa PTIK Lemdiklat Polri Angkatan 83/WPS yang telah menunjukkan dedikasi, semangat pengabdian, serta mampu beradaptasi dengan masyarakat.

Kapolres Pidie berharap pengalaman selama pelaksanaan Dianmas di Polres Pidie dapat menjadi bekal berharga dalam pengembangan karier dan kepemimpinan para perwira di masa mendatang, khususnya dalam membangun kedekatan dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Kesan dan pesan juga disampaikan oleh Perwira Pendamping Mahasiswa PTIK Lemdiklat Polri Angkatan 83/WPS, Kombes Pol Muhammad Edi Purwanto, SIK, MM,. yang mengapresiasi dukungan penuh dari Kapolres Pidie beserta jajaran dalam membimbing dan memfasilitasi mahasiswa selama kegiatan berlangsung.

Sebagai bentuk penghargaan dan kenang-kenangan, dilakukan penyerahan cinderamata dari Kapolres Pidie kepada Perwira Pendamping Mahasiswa PTIK Lemdiklat Polri Angkatan 83/WPS, dilanjutkan pembacaan doa dan buka puasa bersama.

Rakernis Bidpropam 2026 Resmi Dibuka Kapolda Aceh: Propam sebagai Garda Etik dan Penjaga Marwah Polri

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 26-2-2026 Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs, Marzuki Ali Basyah, M.M secara resmi membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Aula Machdum Sakti Mapolda Aceh.

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis dalam rangka menyamakan persepsi, mengevaluasi pelaksanaan tugas, serta memperkuat komitmen jajaran Propam untuk menindaklanjuti kebijakan Presiden Republik Indonesia dan Kapolri, khususnya terkait penguatan fungsi pengawasan internal dan penegakan disiplin anggota Polri.

Rakernis dihadiri Wakapolda Aceh, Kabidpropam Polda Aceh, Kasubdit Provos Bidpropam Polda Aceh, serta para personel Provos peserta Rakernis.

Dalam arahannya, Kapolda Aceh menegaskan bahwa Propam memegang peran sentral sebagai garda terdepan dalam menjaga marwah, kehormatan, dan citra institusi Polri di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks dan terbuka.

“Saya minta seluruh personel bekerja dengan sungguh-sungguh untuk menjaga dan meningkatkan citra Polri, sejalan dengan kebijakan dan arahan Presiden. Garda terbaik Polda Aceh ada pada saudara sekalian,” tegasnya.

Kapolda Aceh juga mengingatkan seluruh jajaran untuk senantiasa mengedepankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas serta menghindari segala bentuk tindakan yang dapat mencederai kepercayaan publik.

Pembinaan terhadap bintara remaja pun menjadi perhatian khusus. Ia berharap generasi muda Polri tumbuh sebagai insan Bhayangkara yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan, perlindungan, serta pengayoman masyarakat.

Melalui Rakernis Bidpropam Tahun Anggaran 2026 ini, diharapkan penguatan fungsi pengawasan internal dapat berjalan lebih optimal, sehingga soliditas organisasi tetap terjaga dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, khususnya Polda Aceh, semakin meningkat.

Rakernis Bidpropam 2026 Resmi Dibuka Kapolda Aceh: Propam sebagai Garda Etik dan Penjaga Marwah Polri

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Kamis 26-2-2026 Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs, Marzuki Ali Basyah, M.M secara resmi membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Aula Machdum Sakti Mapolda Aceh.

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis dalam rangka menyamakan persepsi, mengevaluasi pelaksanaan tugas, serta memperkuat komitmen jajaran Propam untuk menindaklanjuti kebijakan Presiden Republik Indonesia dan Kapolri, khususnya terkait penguatan fungsi pengawasan internal dan penegakan disiplin anggota Polri.

Rakernis dihadiri Wakapolda Aceh, Kabidpropam Polda Aceh, Kasubdit Provos Bidpropam Polda Aceh, serta para personel Provos peserta Rakernis.

Dalam arahannya, Kapolda Aceh menegaskan bahwa Propam memegang peran sentral sebagai garda terdepan dalam menjaga marwah, kehormatan, dan citra institusi Polri di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks dan terbuka.

“Saya minta seluruh personel bekerja dengan sungguh-sungguh untuk menjaga dan meningkatkan citra Polri, sejalan dengan kebijakan dan arahan Presiden. Garda terbaik Polda Aceh ada pada saudara sekalian,” tegasnya.

Kapolda Aceh juga mengingatkan seluruh jajaran untuk senantiasa mengedepankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas serta menghindari segala bentuk tindakan yang dapat mencederai kepercayaan publik.

Pembinaan terhadap bintara remaja pun menjadi perhatian khusus. Ia berharap generasi muda Polri tumbuh sebagai insan Bhayangkara yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan, perlindungan, serta pengayoman masyarakat.

Melalui Rakernis Bidpropam Tahun Anggaran 2026 ini, diharapkan penguatan fungsi pengawasan internal dapat berjalan lebih optimal, sehingga soliditas organisasi tetap terjaga dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, khususnya Polda Aceh, semakin meningkat.

Direktur Program Sarjana STIK Lemdiklat Polri Resmikan Sumur Bor Bantuan Mahasiswa STIK 83/WPS di Kembang Tanjung Pidie

Mapolres Sigli ( Aceh dalam berita ) Kamis 26-2-2026 Direktur Program Sarjana STIK Lemdiklat Polri Brigjen Pol. Dr. Singgamata, SIK, MH meresmikan bantuan sumur bor dari Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Mabes Polri, bertempat di Balai Pengajian Madinatuddiniyah Babussa’adah, Gampong Lamkawe, Kecamatan Kembang Tanjung, Kabupaten Pidie, Kamis (26/2/2026).

Peresmian sumur bor tersebut merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS yang tengah melaksanakan kegiatan di wilayah hukum Polres Pidie.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Brigjen Pol. Dr. Nur Syahputra, M.Han, Perwira Pendamping Mahasiswa STIK/WPS Kombes Pol Muhammad Edi Purwanto, SIK., MM, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK, Wakapolres Pidie Kompol Dwi Arys Purwoko, SIK, para Pejabat Utama Polres Pidie, Camat Kembang Tanjung Fauzi, SKM, Kapolsek Kembang Tanjung AKP Azwar Effendi, Danramil 08 Kembang Tanjung yang diwakili Serma Eby H, Keuchik Gampong Lamkawe, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Direktur Program Sarjana STIK Lemdiklat Polri Brigjen Pol. Dr. Singgamata, SIK, MH, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya peresmian sumur bor yang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Puji syukur ke hadirat Allah SWT, atas kesehatan dan kesempatan yang diberikan sehingga hari ini kita dapat bersama-sama meresmikan sumur bor yang diharapkan mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat Gampong Lamkawe, khususnya bagi para santri dan kegiatan pengajian,” ujarnya.

Ia berharap bantuan tersebut tidak hanya menjadi sarana pemenuhan kebutuhan air bersih, namun juga menjadi simbol kedekatan dan kepedulian Polri terhadap masyarakat.

Sementara itu, Pimpinan Balai Pengajian Madinatuddiniyah Babussa’adah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan sumur bor ini. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi para santri dan mendukung kelancaran aktivitas belajar mengajar di balai pengajian,” ungkapnya.

TNI AD Rampungkan Pembangunan Jembatan Modular di Aceh Tamiang, Akses warga kembali pulih

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Kamis 26-2-2026 Personel gabungan TNI Angkatan Darat yang terdiri dari Kodim 0117/Aceh Tamiang, Zidam IM, Yonzipur 10/JP/2 Kostrad, dan Yonif TP 899/BSG berhasil menyelesaikan pembangunan Jembatan Modular di Dusun Bandar Baru, Desa Tanjung Genteng, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang.

Pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk respons cepat atas terputusnya akses penghubung utama masyarakat akibat bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Tamiang beberapa waktu lalu. Bencana tersebut mengakibatkan jembatan lama di Desa Tanjung Genteng mengalami kerusakan parah hingga tidak dapat difungsikan, sehingga aktivitas masyarakat sempat terhambat.

Komandan Kodim 0117/Aceh Tamiang, Letkol Arm. Raden Subhi Fitra Jaya, S.Sos., M.M., saat dikonfirmasi oleh Penerangan Kodim menjelaskan bahwa jembatan yang dibangun merupakan Jembatan Modular tipe 1-1 dengan panjang 30 meter dan lebar 4 meter.

“Jembatan Modular ini merupakan dukungan dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Pembangunannya menjadi langkah strategis dalam memulihkan kembali akses transportasi masyarakat yang sebelumnya terputus akibat diterjang banjir bandang dan tanah longsor,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dandim menyampaikan bahwa keberadaan jembatan tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat karena menghubungkan Desa Tanjung Genteng dengan Desa Tanjung Macang. Jalur ini merupakan akses vital yang digunakan warga dalam menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari kegiatan perekonomian, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga urusan sosial kemasyarakatan lainnya.

“Kehadiran Jembatan Modular ini menjadi infrastruktur penting yang sangat berpengaruh terhadap kelancaran mobilitas warga. Dengan kembali normalnya akses ini, diharapkan roda perekonomian masyarakat dapat berjalan lebih lancar dan stabil,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan jembatan tersebut merupakan bukti nyata komitmen TNI AD dalam membantu pemerintah daerah serta masyarakat, khususnya dalam percepatan pemulihan wilayah pascabencana dan peningkatan konektivitas antarwilayah.

“Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam percepatan pembangunan ini. Kami berharap jembatan ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tutup Dandim.

Sementara itu, Datok Penghulu Desa Tanjung Genteng, Yuli Mansyah, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada TNI AD serta seluruh pihak yang telah bekerja keras membangun jembatan tersebut.

“Jembatan Modular ini merupakan harapan besar masyarakat Tanjung Genteng setelah jembatan lama terputus diterjang banjir bandang. Kami sangat bersyukur karena kini akses penghubung antarwilayah sudah kembali dapat digunakan,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan tersebut agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang dan tetap dalam kondisi baik.

Kehadiran Jembatan Modular di Dusun Bandar Baru ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah di Kecamatan Kejuruan Muda, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempercepat proses pemulihan wilayah pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Dengan pulihnya akses transportasi, berbagai aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal, sehingga stabilitas sosial dan ekonomi di wilayah tersebut semakin terjaga.

Kapolda Aceh Peragakan Ilmu Bela Diri kepada Ratusan Personel Ditsamapta

BANDA ACEH  ( Aceh dalam berita) Kamis 26-2-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs.Marzuki Ali Basyah, M. M, memperagakan ilmu bela diri kepada ratusan personel Ditsamapta Polda Aceh dalam rangkaian kegiatan pemberian arahan yang berlangsung di Meuligoe Polda Aceh.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Aceh hadir didampingi Wakapolda Aceh Brigjen Pol.Ari Wahyu Widodo, S. I. K, serta Dirsamapta Polda Aceh Kombes Pol.Ery Apriyono, S. I. K , M. Si.Turut hadir pula para Kasubdit di jajaran Satker Ditsamapta Polda Aceh.

Di hadapan ratusan personel Ditsamapta Polda Aceh, Kapolda Aceh menekankan pentingnya penguasaan ilmu bela diri Polri sebagai bekal utama dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapangan. Ia mengajak seluruh personel untuk rutin berlatih, baik bela diri maupun kemampuan teknis lainnya yang menunjang tugas kepolisian.

“Saya sangat senang jika kalian rajin berlatih dalam rangka meningkatkan kemampuan bela diri maupun latihan-latihan lainnya yang dapat mendukung pelaksanaan tugas kepolisian,” ujar Kapolda Aceh.

Selain itu, Kapolda Aceh juga memberikan sejumlah arahan strategis kepada personel Ditsamapta. Ia menegaskan pentingnya menjaga marwah institusi Polri, meningkatkan pendidikan minimal Strata Satu (S-1), serta menjaga sikap dan perilaku di tengah masyarakat.

Menurutnya, peningkatan jenjang pendidikan menjadi hal penting seiring tuntutan organisasi, di mana jabatan tertentu ke depan mensyaratkan kualifikasi pendidikan S-1.

Mengakhiri arahannya, Kapolda Aceh mengajak seluruh personel Ditsamapta Polda Aceh untuk mendukung program pemerintah, termasuk Asta Cita dan Asri, serta terus meningkatkan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme dari seluruh personel yang hadir.

Kapolda Aceh Peragakan Ilmu Bela Diri kepada Ratusan Personel Ditsamapta

BANDA ACEH  ( Aceh dalam berita) Kamis 26-2-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs.Marzuki Ali Basyah, M. M, memperagakan ilmu bela diri kepada ratusan personel Ditsamapta Polda Aceh dalam rangkaian kegiatan pemberian arahan yang berlangsung di Meuligoe Polda Aceh.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Aceh hadir didampingi Wakapolda Aceh Brigjen Pol.Ari Wahyu Widodo, S. I. K, serta Dirsamapta Polda Aceh Kombes Pol.Ery Apriyono, S. I. K , M. Si.Turut hadir pula para Kasubdit di jajaran Satker Ditsamapta Polda Aceh.

Di hadapan ratusan personel Ditsamapta Polda Aceh, Kapolda Aceh menekankan pentingnya penguasaan ilmu bela diri Polri sebagai bekal utama dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapangan. Ia mengajak seluruh personel untuk rutin berlatih, baik bela diri maupun kemampuan teknis lainnya yang menunjang tugas kepolisian.

“Saya sangat senang jika kalian rajin berlatih dalam rangka meningkatkan kemampuan bela diri maupun latihan-latihan lainnya yang dapat mendukung pelaksanaan tugas kepolisian,” ujar Kapolda Aceh.

Selain itu, Kapolda Aceh juga memberikan sejumlah arahan strategis kepada personel Ditsamapta. Ia menegaskan pentingnya menjaga marwah institusi Polri, meningkatkan pendidikan minimal Strata Satu (S-1), serta menjaga sikap dan perilaku di tengah masyarakat.

Menurutnya, peningkatan jenjang pendidikan menjadi hal penting seiring tuntutan organisasi, di mana jabatan tertentu ke depan mensyaratkan kualifikasi pendidikan S-1.

Mengakhiri arahannya, Kapolda Aceh mengajak seluruh personel Ditsamapta Polda Aceh untuk mendukung program pemerintah, termasuk Asta Cita dan Asri, serta terus meningkatkan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme dari seluruh personel yang hadir.

Kapolda Aceh Peragakan Ilmu Bela Diri kepada Ratusan Personel Ditsamapta

BANDA ACEH  ( Aceh dalam berita) Kamis 26-2-2026 Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs.Marzuki Ali Basyah, M. M, memperagakan ilmu bela diri kepada ratusan personel Ditsamapta Polda Aceh dalam rangkaian kegiatan pemberian arahan yang berlangsung di Meuligoe Polda Aceh.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Aceh hadir didampingi Wakapolda Aceh Brigjen Pol.Ari Wahyu Widodo, S. I. K, serta Dirsamapta Polda Aceh Kombes Pol.Ery Apriyono, S. I. K , M. Si.Turut hadir pula para Kasubdit di jajaran Satker Ditsamapta Polda Aceh.

Di hadapan ratusan personel Ditsamapta Polda Aceh, Kapolda Aceh menekankan pentingnya penguasaan ilmu bela diri Polri sebagai bekal utama dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapangan. Ia mengajak seluruh personel untuk rutin berlatih, baik bela diri maupun kemampuan teknis lainnya yang menunjang tugas kepolisian.

“Saya sangat senang jika kalian rajin berlatih dalam rangka meningkatkan kemampuan bela diri maupun latihan-latihan lainnya yang dapat mendukung pelaksanaan tugas kepolisian,” ujar Kapolda Aceh.

Selain itu, Kapolda Aceh juga memberikan sejumlah arahan strategis kepada personel Ditsamapta. Ia menegaskan pentingnya menjaga marwah institusi Polri, meningkatkan pendidikan minimal Strata Satu (S-1), serta menjaga sikap dan perilaku di tengah masyarakat.

Menurutnya, peningkatan jenjang pendidikan menjadi hal penting seiring tuntutan organisasi, di mana jabatan tertentu ke depan mensyaratkan kualifikasi pendidikan S-1.

Mengakhiri arahannya, Kapolda Aceh mengajak seluruh personel Ditsamapta Polda Aceh untuk mendukung program pemerintah, termasuk Asta Cita dan Asri, serta terus meningkatkan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme dari seluruh personel yang hadir.