Masuk bulan suci Ramadhan, TNI kebut Pembangunan Jembatan Bailey Desa Karang Rejo, Bener Meriah

Bener Meriah ( Aceh dalam berita ) Rabu 18-2-2026 Pasca Bencana Alam yang melumpuhkan urat nadi transportasi masyarakat, Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) bekerja keras untuk segera merampungkan Jembatan Bailey di ruas Jalur Dua Pacuan Kuda, Desa Karang Rejo, Percepatan infrastruktur ini menjadi prioritas utama untuk memulihkan mobilitas warga di Kecamatan Bukit, Bener Meriah.

Pembangunan jembatan tersebut dilakukan untuk menggantikan akses penghubung yang sebelumnya terputus akibat bencana alam, sehingga mobilitas warga yang sempat terganggu dapat kembali normal. Jalur ini merupakan akses vital yang menghubungkan masyarakat menuju pusat perekonomian, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, serta lahan pertanian dan perkebunan warga.

Komandan Kodim 0119/Bener Meriah, Letkol Inf Ahmad Fauzi, menyampaikan bahwa proses pengerjaan jembatan Bailey terus dikebut oleh personel Satgas Gulbencal yang terdiri dari prajurit Yonzikon 13/Karya Etmaka, Yonzipur 9/Lang-Lang Bhuana, Denzipur 3/Agni Tirta Dharma, serta personel Kodim 0119/Bener Meriah.

Menurutnya, percepatan pembangunan dilakukan agar akses transportasi masyarakat dapat segera pulih dan dimanfaatkan kembali.

“Pengerjaan jembatan Bailey ini terus kami percepat. Meskipun bertepatan dengan Hari Meugang, yang merupakan momentum penting bagi umat Islam di Aceh untuk berkumpul bersama keluarga, para personel tetap menunjukkan dedikasi dan tanggung jawabnya di lapangan demi kepentingan masyarakat,” ujar Dandim.

Ia menegaskan bahwa sebagai prajurit TNI, tugas kemanusiaan merupakan prioritas utama yang harus dilaksanakan secara profesional dan penuh tanggung jawab. Semangat pengabdian tersebut tetap terjaga, meskipun para personel harus mengorbankan waktu bersama keluarga pada hari yang memiliki nilai historis dan religius bagi masyarakat Aceh.

“Kami memahami betul pentingnya Hari Meugang bagi seluruh personel. Akan tetapi demi mempercepat pemulihan akses transportasi masyarakat, khususnya di Desa Karang Rejo, kami tetap bekerja maksimal agar jembatan ini segera dapat difungsikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” tambahnya.

Pembangunan jembatan Bailey ini diharapkan mampu memperlancar kembali mobilitas warga, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi, distribusi hasil pertanian dan perkebunan, kegiatan pendidikan, serta akses pelayanan kesehatan. Dengan tersambungnya kembali jalur tersebut, roda perekonomian masyarakat di Kabupaten Bener Meriah diharapkan segera bangkit dan stabil.

Lebih lanjut, Dandim berharap proses pembangunan dapat segera rampung sesuai target yang telah ditetapkan, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas.

“Kami berharap, dengan semangat kebersamaan dan pengabdian seluruh personel di lapangan, pembangunan jembatan Bailey di Desa Karang Rejo dapat segera selesai dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Bener Meriah,” tandasnya.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Karang Rejo, Ibu Maryam (45), mengaku sangat bersyukur atas kerja keras para personel TNI yang tetap bertugas meskipun bertepatan dengan Hari Meugang.

“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang tetap bekerja di hari Meugang. Biasanya hari itu kami berkumpul bersama keluarga, tetapi mereka justru tetap di lapangan demi kami. Jembatan ini sangat penting karena menjadi akses utama kami untuk ke pasar, sekolah, dan ke kebun. Semoga pembangunan cepat selesai dan menjadi amal kebaikan bagi mereka,” ungkapnya penuh haru.

Pembangunan jembatan Bailey tersebut menjadi wujud nyata komitmen TNI dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pemulihan pascabencana, sekaligus memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran aktivitas masyarakat tetap terjaga.

Serda Hazami Sampaikan Materi Rukun Puasa pada Malam Pertama Tarawih

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Rabu malam 18-2-2026 Kehadiran aparat kewilayahan di tengah masyarakat tidak hanya terlihat melalui tugas pembinaan teritorial dan menjaga stabilitas keamanan, namun juga melalui kontribusi aktif dalam kegiatan keagamaan. Hal tersebut tampak pada pelaksanaan ibadah Tarawih malam pertama bulan suci Ramadhan di Meunasah Al-Ikhlas, Gampong Bitai, Kecamatan Jaya Baru.

Personel Kodim 0101/Kota Banda Aceh, Serda Hazami yang sehari-hari menjabat sebagai Babinsa Koramil 03/Lhoknga, mendapat kepercayaan untuk menjadi imam sekaligus menyampaikan taushiah kepada jamaah yang hadir. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekhusyukan, diikuti oleh masyarakat setempat yang antusias menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Usai melaksanakan shalat Isya dan sebelum pelaksanaan shalat Tarawih, Serda Hazami menyampaikan taushiah yang mengangkat tema tentang rukun puasa. Dalam penjelasannya, ia menyampaikan bahwa rukun puasa merupakan unsur pokok dan pilar utama dalam menjalankan ibadah puasa, yang wajib dipenuhi oleh setiap Muslim agar ibadah yang dijalankan sah menurut syariat Islam.

Ia menegaskan bahwa apabila salah satu rukun puasa tidak terpenuhi, maka puasa yang dilakukan dapat dianggap batal atau tidak sah. Oleh karena itu, pemahaman tentang rukun puasa perlu dipahami dengan baik sejak awal Ramadhan agar pelaksanaan ibadah berjalan dengan sempurna.

Dalam taushiahnya, Serda Hazami menjelaskan bahwa terdapat dua rukun utama puasa. Rukun pertama adalah membaca niat berpuasa, yaitu bentuk penegasan hati untuk menjalankan ibadah puasa semata-mata karena Allah SWT. Niat menjadi fondasi utama dalam setiap ibadah, termasuk puasa, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa tidak sah puasa seseorang apabila tidak berniat pada malam hari.

Ia juga menjelaskan bahwa niat puasa wajib, seperti puasa Ramadhan, qadha Ramadhan, nazar, maupun kafarat, dapat dilafalkan sejak masuk waktu Magrib hingga sebelum terbit fajar. Sementara itu, untuk puasa sunnah, niat masih dapat dilakukan setelah terbit fajar sebelum waktu Zuhur, dengan syarat belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Dalam kesempatan tersebut, Serda Hazami turut membacakan lafaz niat puasa Ramadhan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Yang artinya: “Saya niat menjalankan ibadah puasa esok hari demi menunaikan fardu di bulan Ramadhan pada tahun ini hanya karena Allah SWT semata.”

Selanjutnya, rukun kedua yang dijelaskan adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Hal-hal tersebut di antaranya makan dan minum dengan sengaja, melakukan hubungan suami istri di siang hari, muntah disengaja, haid, nifas, serta perbuatan lain yang dapat membatalkan puasa. Penjelasan ini diperkuat dengan firman Allah SWT dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 187 yang menjelaskan batasan waktu dan aturan dalam menjalankan ibadah puasa.

Keuchiek Gampong Bitai, Zulfahmi, usai pelaksanaan shalat Tarawih menyampaikan rasa bahagia dan apresiasi atas keterlibatan Babinsa dalam kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat. Menurutnya, kehadiran aparat TNI di tengah masyarakat tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi teladan dalam kehidupan sosial dan spiritual.

Ia menuturkan bahwa sosok Serda Hazami dikenal aktif dan dekat dengan masyarakat, serta kerap diminta menjadi imam maupun memberikan taushiah di berbagai kesempatan keagamaan. Hal tersebut dinilai mampu mempererat hubungan antara aparat kewilayahan dengan warga serta meningkatkan semangat kebersamaan di lingkungan gampong.

Beliau juga mengungkapkan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari pembinaan mental dan spiritual masyarakat, khususnya dalam memakmurkan meunasah selama bulan suci Ramadhan.

Bapak Zulfahmi berharap momentum Ramadhan tahun ini menjadi sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan seluruh warga, sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah serta sinergi antara masyarakat dan aparat kewilayahan dalam menjaga keharmonisan lingkungan.

Kegiatan ibadah pada malam tersebut berlangsung lancar dan penuh kekhusyukan, serta menjadi awal yang baik bagi masyarakat Gampong Bitai dalam menyambut dan menjalankan rangkaian ibadah di bulan suci Ramadhan dengan penuh semangat dan keikhlasan.

Ribuan Nama Dicoret Sepihak? Dedi Saputra Desak Audit Total dan Transparansi BPBD

Aceh Timur ( Aceh dalam berita ) Selasa 17-2-2026 Polemik pencoretan ribuan data warga terdampak banjir hidrometeorologi di Aceh Timur terus menuai sorotan. Sekitar 3.100 lebih nama masyarakat dikabarkan hilang atau dicoret dari daftar penerima bantuan, memicu keresahan luas di tengah warga.

Pemerhati sosial Aceh Timur, Dedi Saputra, angkat suara terkait kisruh tersebut. Ia menegaskan, pemerintah harus bersikap tegas dan transparan dalam menangani persoalan data bantuan.

“Kalau memang dari awal tidak ada niat membantu, jangan setengah-setengah. Jangan turunkan harapan masyarakat, lalu akhirnya mereka tidak dibantu. Ini menyangkut nasib korban banjir,” tegas Dedi kepada media.

Menurutnya, pemerintah sebelumnya telah menyampaikan bahwa penghapusan atau pencoretan data tersebut dilakukan oleh pihak BPBD. Namun, hal ini justru menimbulkan pertanyaan baru di tengah masyarakat.

Dedi meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Timur segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja BPBD dan tim pendataan di lapangan. Ia juga mendorong adanya audit dan pembukaan data secara transparan agar tidak terjadi saling lempar tanggung jawab.

“Jangan sampai persoalan ini menjadi benang kusut yang tidak terselesaikan. Masyarakat sudah terdampak banjir, jangan lagi ditambah beban dengan ketidakjelasan data. Kita harus cari solusi, bukan saling menyalahkan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan potensi dampak sosial yang bisa muncul akibat ketimpangan bantuan di lapangan.
“Yang dikhawatirkan adalah munculnya kesenjangan sosial di tingkat desa, khususnya di wilayah yang benar-benar terdampak banjir. Ketimpangan bantuan itu tidak bisa ditutupi. Jika satu warga menerima sementara yang lain dengan kondisi sama justru dicoret, itu akan memicu polemik baru dan berpotensi menimbulkan gangguan sosial,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dedi menegaskan bahwa persoalan validitas data bukan hal sepele. Ia menilai, jika data yang disalurkan tidak sesuai dengan fakta lapangan, maka hal itu dapat berimplikasi hukum.

“Data yang diverifikasi dan disalurkan harus benar-benar sah dan bisa dipertanggungjawabkan. Jika ada perbedaan antara data di atas kertas dengan fakta di lapangan, itu bisa masuk ranah perbuatan melawan hukum. Ini yang harus dijaga sebelum ditetapkan menjadi keputusan resmi, baik oleh pihak yang bertanggung jawab terhadap anggaran maupun penerima,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah daerah segera duduk bersama seluruh pihak terkait untuk mengklarifikasi dan memverifikasi ulang data yang dicoret, sehingga masyarakat yang benar-benar terdampak tidak kehilangan haknya.

Kisruh ini dinilai berpotensi memicu ketegangan sosial apabila tidak segera ditangani secara terbuka dan profesional.

Polda Aceh Serahkan Ribuan Paket Daging Meugang untuk Personel Polri dan Awak Media Selama Dua Hari

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Selasa 17-2-2026 Polda Aceh menyerahkan ribuan paket daging meugang kepada personel Polri di lingkungan Polda Aceh serta awak media selama dua hari, 16–17 Februari 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tradisi menyambut bulan suci Ramadan.

Penyerahan daging meugang pada hari pertama, Senin (16/2/2026), dipimpin langsung oleh Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., di area Hanggar Helikopter Mapolda Aceh, Banda Aceh. Kegiatan itu turut dihadiri para pejabat utama dan personel Polri dari beberapa Satket Polda Aceh termasuk masyarakat.

Sementara itu, pada hari kedua, Selasa (17/2/2026), pembagian daging meugang dilanjutkan untuk personel Polri dari beberapa satker Polda Aceh lainnya serta ratusan awak media.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya melestarikan tradisi masyarakat Aceh.

“Pada hari ini, Selasa, 17 Februari 2026, Polda Aceh kembali menyerahkan daging meugang kepada personel Polri dari beberapa satker Polda Aceh di depan Lapangan Tenis Trengginas serta awak media, di Meuligoe Polda Aceh” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada hari sebelumnya, pembagian daging meugang juga diberikan kepada personel Polri, awak media, serta masyarakat lainnya.

Kegiatan diawali dengan proses penyembelihan sapi yang dilaksanakan di lingkungan Mapolda Aceh. Setelah proses penyembelihan selesai, daging sapi dikemas menjadi ribuan paket untuk kemudian dibagikan kepada personel Polri, awak media, dan masyarakat.

Menurut Kabid Humas, pembagian daging meugang ini tidak hanya sebagai bentuk pelestarian tradisi, tetapi juga sebagai wujud kepedulian sosial dalam membantu memenuhi kebutuhan bahan pangan menjelang Ramadan.

“Tradisi meugang merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat Aceh dalam menyambut Ramadan. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat mempererat kebersamaan sekaligus membantu meringankan kebutuhan menjelang bulan suci,” pungkasnya.

Polda Aceh Serahkan Ribuan Paket Daging Meugang untuk Personel Polri dan Awak Media Selama Dua Hari

Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Selasa 17-2-2026 Polda Aceh menyerahkan ribuan paket daging meugang kepada personel Polri di lingkungan Polda Aceh serta awak media selama dua hari, 16–17 Februari 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tradisi menyambut bulan suci Ramadan.

Penyerahan daging meugang pada hari pertama, Senin (16/2/2026), dipimpin langsung oleh Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., di area Hanggar Helikopter Mapolda Aceh, Banda Aceh. Kegiatan itu turut dihadiri para pejabat utama dan personel Polri dari beberapa Satket Polda Aceh termasuk masyarakat.

Sementara itu, pada hari kedua, Selasa (17/2/2026), pembagian daging meugang dilanjutkan untuk personel Polri dari beberapa satker Polda Aceh lainnya serta ratusan awak media.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya melestarikan tradisi masyarakat Aceh.

“Pada hari ini, Selasa, 17 Februari 2026, Polda Aceh kembali menyerahkan daging meugang kepada personel Polri dari beberapa satker Polda Aceh di depan Lapangan Tenis Trengginas serta awak media, di Meuligoe Polda Aceh” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada hari sebelumnya, pembagian daging meugang juga diberikan kepada personel Polri, awak media, serta masyarakat lainnya.

Kegiatan diawali dengan proses penyembelihan sapi yang dilaksanakan di lingkungan Mapolda Aceh. Setelah proses penyembelihan selesai, daging sapi dikemas menjadi ribuan paket untuk kemudian dibagikan kepada personel Polri, awak media, dan masyarakat.

Menurut Kabid Humas, pembagian daging meugang ini tidak hanya sebagai bentuk pelestarian tradisi, tetapi juga sebagai wujud kepedulian sosial dalam membantu memenuhi kebutuhan bahan pangan menjelang Ramadan.

“Tradisi meugang merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat Aceh dalam menyambut Ramadan. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat mempererat kebersamaan sekaligus membantu meringankan kebutuhan menjelang bulan suci,” pungkasnya.

Lestarikan budaya lokal, Kodam Iskandar Muda gelar tradisi Meugang di Blang Padang

Banda Aceh  ( Aceh dalam berita ) Selasa 17-2-2026 Kepala Staf Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Kasdam IM), Brigadir Jenderal TNI Dwi Sasongko, S.E., M.H., mewakili Pangdam Iskandar Muda menghadiri sekaligus melaksanakan pemotongan dan penyerahan secara simbolis hewan Meugang dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Blang Padang, dengan penuh suasana kebersamaan dan nuansa kekeluargaan.

Tradisi Meugang merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Aceh yang memiliki nilai budaya dan religius yang sangat kuat. Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun sebagai bentuk rasa syukur sekaligus momentum berbagi kebahagiaan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Melalui kegiatan ini, Kodam Iskandar Muda berkomitmen untuk terus menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya daerah, sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antara TNI dengan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kasdam IM menyampaikan bahwa pelaksanaan Meugang bukan hanya sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi wujud kepedulian sosial TNI terhadap masyarakat. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong, serta memberikan manfaat nyata kepada masyarakat, khususnya menjelang bulan penuh berkah di mana semangat berbagi dan saling peduli semakin ditingkatkan.

Kegiatan tradisi Meugang dilaksanakan di halaman mushola Lapangan Blang Padang. Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak empat ekor sapi disembelih sebagai hewan Meugang. Hewan tersebut berasal dari berbagai unsur, yakni Rindam Iskandar Muda, Bank BPD, Puskopdam IM, serta Kodim 0102/Pidie Korem 011/Lilawangsa. Keterlibatan berbagai pihak ini mencerminkan kuatnya sinergi dan kolaborasi antara institusi, satuan, serta elemen pendukung lainnya dalam menjalankan kegiatan sosial bagi masyarakat.

Setelah proses penyembelihan selesai, daging Meugang dibagikan secara tertib dan terorganisir kepada masyarakat yang telah ditentukan. Total sebanyak 360 bungkus daging didistribusikan kepada berbagai sasaran, di antaranya Masjid Raya Baiturrahman, masyarakat sekitar kawasan Blang Padang melalui pelaku UMKM, warga Kampung Baru, petugas kebersihan dan parkir, personel Denma, unsur pendukung kegiatan, tim jagal, Yayasan Kartika Jaya Cabang XIV Iskandar Muda, serta sebagai cadangan. Penyaluran ini diharapkan tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.

Kasdam IM juga menegaskan bahwa kegiatan Meugang memiliki makna yang sangat dalam, tidak hanya sebagai tradisi budaya, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan emosional antara prajurit TNI dan rakyat. Bagi prajurit Kodam Iskandar Muda, kegiatan sosial seperti ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat, karena keberadaan TNI harus selalu memberikan manfaat nyata dan menjadi solusi di tengah kehidupan rakyat.

Beliau berharap tradisi Meugang dapat terus menjadi momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat. Menjelang bulan suci Ramadhan, momentum ini juga diharapkan menjadi pengingat bagi semua pihak untuk terus meningkatkan rasa syukur, memperbanyak amal kebajikan, serta menjaga keharmonisan sosial demi terciptanya lingkungan yang aman, damai, dan sejahtera.

Salah seorang penerima daging Meugang, Ibu Ratna, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kodam Iskandar Muda atas kepedulian dan perhatian yang diberikan kepada masyarakat. Ia mengaku sangat bersyukur dapat menerima bantuan daging menjelang Ramadhan, yang menurutnya sangat membantu kebutuhan keluarga.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun karena selain meringankan beban masyarakat, juga mempererat hubungan antara TNI dan warga. Menurutnya, kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan Meugang menjadi simbol kuatnya persaudaraan dan semangat saling berbagi di tengah kehidupan masyarakat Aceh.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan tradisi Meugang tidak hanya tetap lestari sebagai warisan budaya Aceh, tetapi juga semakin memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta semangat persatuan menjelang Bulan Suci Ramadhan.

Setda Aceh Muhammad Nasir Intruksi kan SKPA Percepat Pasca Bencana
Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Senin 16-2-2026 Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menginstruksikan seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan instansi terkait untuk mempercepat penanganan pascabencana guna memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan aman, nyaman, dan bermartabat.

Hal tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi evaluasi progres penanganan bencana sekaligus kesiapan menyambut bulan suci Ramadhan di Banda Aceh, Fokus utama pemerintah saat ini adalah memindahkan pengungsi dari tenda darurat ke hunian sementara (huntara) yang lebih layak.

Dalam arahannya, Sekda Aceh, M. Nasir menekankan bahwa stabilitas kebutuhan pokok dan kelayakan tempat tinggal adalah harga mati menjelang Ramadhan. Saat ini, sebanyak 6.060 unit huntara telah dibangun, namun masih ada warga yang bertahan di tenda darurat.

“Tidak boleh ada masyarakat yang tidak memiliki kepastian tempat tinggal. Saya minta percepat relokasi dari tenda ke huntara yang representatif. Hunian bukan sekadar tempat berteduh, tapi menyangkut martabat dan perlindungan warga,” tegas Sekda Aceh, M. Nasir.

Selain huntara, pemerintah telah merampungkan 104 unit hunian tetap (huntap) di Aceh Utara. Bagi warga yang masih menunggu proses pembangunan, pemerintah memastikan penyaluran Dana Tunggu Harian (DTH) sebesar Rp600.000 per orang tetap berlanjut.

Terkait logistik, Sekda Aceh, M. Nasir mewanti-wanti agar tidak terjadi tumpang tindih anggaran antara APBA, BNPB, dan Kemensos. Ia meminta pendistribusian bantuan berbasis data yang terverifikasi dan diperbarui secara berkala.

“Hindari pemborosan anggaran. Koordinasi antara BPBA, Dinas Sosial, dan kabupaten/kota harus intensif. Pastikan tidak ada satu pun wilayah terdampak yang luput dari distribusi logistik,” ucap M. Nasir.

Di sektor kesehatan, meski 307 dari 309 Puskesmas sudah kembali beroperasi, Sekda meminta penguatan layanan hingga tiga bulan ke depan, terutama di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Gayo Lues. Layanan trauma healing bagi anak-anak dan perempuan juga menjadi prioritas.

Sementara di sektor pendidikan, pembangunan sekolah darurat di 13 lokasi telah mencapai progres 75%. M. Nasir juga menginstruksikan agar kebutuhan siswa seperti buku dan seragam segera dipenuhi koordinasi dengan Dinas Sosial.

Selanjutnya, Pemerintah Aceh menargetkan seluruh akses jalan desa kembali normal dalam satu bulan ke depan. Jembatan Bailey menjadi solusi prioritas yang ditargetkan rampung pada Juli mendatang.

Di sektor pengairan, Irigasi Jambo Aye mulai diuji alir untuk mengairi 7.000 hektare sawah pada akhir Februari 2026 guna menjaga ketahanan pangan dan ekonomi petani.

Menghadapi potensi kenaikan harga bahan pokok, pemerintah akan menggelar operasi pasar. M. Nasir juga meminta PLN memberikan kebijakan khusus bagi warga terdampak.

Mengingat peringatan BMKG mengenai potensi hujan lebat hingga 25 Februari 2026, Sekda Aceh meminta tim SAR tetap siaga 24 jam dan memperkuat sistem mitigasi berdasarkan pengalaman bencana sebelumnya.

“Kita akan menyurat resmi ke PLN pusat untuk mengusulkan penggratisan listrik selama tiga bulan bagi masyarakat terdampak. Ini penting untuk menekan inflasi dan meringankan beban warga,” pungkasnya

Setda Aceh Muhammad Nasir Intruksi kan SKPA Percepat Pasca Bencana
Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Senin 16-2-2026 Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menginstruksikan seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan instansi terkait untuk mempercepat penanganan pascabencana guna memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan aman, nyaman, dan bermartabat.

Hal tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi evaluasi progres penanganan bencana sekaligus kesiapan menyambut bulan suci Ramadhan di Banda Aceh, Fokus utama pemerintah saat ini adalah memindahkan pengungsi dari tenda darurat ke hunian sementara (huntara) yang lebih layak.

Dalam arahannya, Sekda Aceh, M. Nasir menekankan bahwa stabilitas kebutuhan pokok dan kelayakan tempat tinggal adalah harga mati menjelang Ramadhan. Saat ini, sebanyak 6.060 unit huntara telah dibangun, namun masih ada warga yang bertahan di tenda darurat.

“Tidak boleh ada masyarakat yang tidak memiliki kepastian tempat tinggal. Saya minta percepat relokasi dari tenda ke huntara yang representatif. Hunian bukan sekadar tempat berteduh, tapi menyangkut martabat dan perlindungan warga,” tegas Sekda Aceh, M. Nasir.

Selain huntara, pemerintah telah merampungkan 104 unit hunian tetap (huntap) di Aceh Utara. Bagi warga yang masih menunggu proses pembangunan, pemerintah memastikan penyaluran Dana Tunggu Harian (DTH) sebesar Rp600.000 per orang tetap berlanjut.

Terkait logistik, Sekda Aceh, M. Nasir mewanti-wanti agar tidak terjadi tumpang tindih anggaran antara APBA, BNPB, dan Kemensos. Ia meminta pendistribusian bantuan berbasis data yang terverifikasi dan diperbarui secara berkala.

“Hindari pemborosan anggaran. Koordinasi antara BPBA, Dinas Sosial, dan kabupaten/kota harus intensif. Pastikan tidak ada satu pun wilayah terdampak yang luput dari distribusi logistik,” ucap M. Nasir.

Di sektor kesehatan, meski 307 dari 309 Puskesmas sudah kembali beroperasi, Sekda meminta penguatan layanan hingga tiga bulan ke depan, terutama di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Gayo Lues. Layanan trauma healing bagi anak-anak dan perempuan juga menjadi prioritas.

Sementara di sektor pendidikan, pembangunan sekolah darurat di 13 lokasi telah mencapai progres 75%. M. Nasir juga menginstruksikan agar kebutuhan siswa seperti buku dan seragam segera dipenuhi koordinasi dengan Dinas Sosial.

Selanjutnya, Pemerintah Aceh menargetkan seluruh akses jalan desa kembali normal dalam satu bulan ke depan. Jembatan Bailey menjadi solusi prioritas yang ditargetkan rampung pada Juli mendatang.

Di sektor pengairan, Irigasi Jambo Aye mulai diuji alir untuk mengairi 7.000 hektare sawah pada akhir Februari 2026 guna menjaga ketahanan pangan dan ekonomi petani.

Menghadapi potensi kenaikan harga bahan pokok, pemerintah akan menggelar operasi pasar. M. Nasir juga meminta PLN memberikan kebijakan khusus bagi warga terdampak.

Mengingat peringatan BMKG mengenai potensi hujan lebat hingga 25 Februari 2026, Sekda Aceh meminta tim SAR tetap siaga 24 jam dan memperkuat sistem mitigasi berdasarkan pengalaman bencana sebelumnya.

“Kita akan menyurat resmi ke PLN pusat untuk mengusulkan penggratisan listrik selama tiga bulan bagi masyarakat terdampak. Ini penting untuk menekan inflasi dan meringankan beban warga,” pungkasnya

Setda Aceh Muhammad Nasir Intruksi kan SKPA Percepat Pasca Bencana
Banda Aceh ( Aceh dalam berita ) Senin 16-2-2026 Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menginstruksikan seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan instansi terkait untuk mempercepat penanganan pascabencana guna memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan aman, nyaman, dan bermartabat.

Hal tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi evaluasi progres penanganan bencana sekaligus kesiapan menyambut bulan suci Ramadhan di Banda Aceh, Fokus utama pemerintah saat ini adalah memindahkan pengungsi dari tenda darurat ke hunian sementara (huntara) yang lebih layak.

Dalam arahannya, Sekda Aceh, M. Nasir menekankan bahwa stabilitas kebutuhan pokok dan kelayakan tempat tinggal adalah harga mati menjelang Ramadhan. Saat ini, sebanyak 6.060 unit huntara telah dibangun, namun masih ada warga yang bertahan di tenda darurat.

“Tidak boleh ada masyarakat yang tidak memiliki kepastian tempat tinggal. Saya minta percepat relokasi dari tenda ke huntara yang representatif. Hunian bukan sekadar tempat berteduh, tapi menyangkut martabat dan perlindungan warga,” tegas Sekda Aceh, M. Nasir.

Selain huntara, pemerintah telah merampungkan 104 unit hunian tetap (huntap) di Aceh Utara. Bagi warga yang masih menunggu proses pembangunan, pemerintah memastikan penyaluran Dana Tunggu Harian (DTH) sebesar Rp600.000 per orang tetap berlanjut.

Terkait logistik, Sekda Aceh, M. Nasir mewanti-wanti agar tidak terjadi tumpang tindih anggaran antara APBA, BNPB, dan Kemensos. Ia meminta pendistribusian bantuan berbasis data yang terverifikasi dan diperbarui secara berkala.

“Hindari pemborosan anggaran. Koordinasi antara BPBA, Dinas Sosial, dan kabupaten/kota harus intensif. Pastikan tidak ada satu pun wilayah terdampak yang luput dari distribusi logistik,” ucap M. Nasir.

Di sektor kesehatan, meski 307 dari 309 Puskesmas sudah kembali beroperasi, Sekda meminta penguatan layanan hingga tiga bulan ke depan, terutama di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Gayo Lues. Layanan trauma healing bagi anak-anak dan perempuan juga menjadi prioritas.

Sementara di sektor pendidikan, pembangunan sekolah darurat di 13 lokasi telah mencapai progres 75%. M. Nasir juga menginstruksikan agar kebutuhan siswa seperti buku dan seragam segera dipenuhi koordinasi dengan Dinas Sosial.

Selanjutnya, Pemerintah Aceh menargetkan seluruh akses jalan desa kembali normal dalam satu bulan ke depan. Jembatan Bailey menjadi solusi prioritas yang ditargetkan rampung pada Juli mendatang.

Di sektor pengairan, Irigasi Jambo Aye mulai diuji alir untuk mengairi 7.000 hektare sawah pada akhir Februari 2026 guna menjaga ketahanan pangan dan ekonomi petani.

Menghadapi potensi kenaikan harga bahan pokok, pemerintah akan menggelar operasi pasar. M. Nasir juga meminta PLN memberikan kebijakan khusus bagi warga terdampak.

Mengingat peringatan BMKG mengenai potensi hujan lebat hingga 25 Februari 2026, Sekda Aceh meminta tim SAR tetap siaga 24 jam dan memperkuat sistem mitigasi berdasarkan pengalaman bencana sebelumnya.

“Kita akan menyurat resmi ke PLN pusat untuk mengusulkan penggratisan listrik selama tiga bulan bagi masyarakat terdampak. Ini penting untuk menekan inflasi dan meringankan beban warga,” pungkasnya

TNI Percepat Perbaikan Fasilitas Pendidikan Terdampak Banjir Bandang dan Longsor

Aceh Tamiang ( Aceh dalam berita ) Senin 16-2-2026 Personel Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) gabungan melaksanakan kegiatan rehabilitasi dan perbaikan sarana pendidikan di SDN Sungai Liput/Impres, Kabupaten Aceh Tamiang, yang sebelumnya terdampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi beberapa waktu lalu, Kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian dan pengabdian TNI dalam membantu pemulihan fasilitas pendidikan agar kembali aman, nyaman, dan layak digunakan oleh para siswa serta tenaga pengajar.

Rehabilitasi sekolah ini melibatkan sebanyak 122 personel gabungan yang terdiri atas 42 prajurit dari Batalyon Zeni Tempur 10/Jaladri Palaka dan 80 prajurit dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 899/Bata Satya Gardapati. Kehadiran personel gabungan tersebut menunjukkan komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan fasilitas umum pascabencana, khususnya sarana pendidikan yang memiliki peran penting dalam proses pembelajaran generasi muda.

Adapun pekerjaan yang dilaksanakan meliputi berbagai sektor penting guna menunjang kelangsungan kegiatan belajar mengajar. Pekerjaan plafon ruang kelas dan pengerjaan meja serta kursi siswa terus dilakukan secara bertahap. Selain itu, pengecatan dinding sekolah juga berjalan dengan baik, sehingga ruang belajar mulai terlihat lebih bersih, rapi, dan memberikan suasana yang lebih nyaman bagi para siswa.

Perbaikan bagian bangunan lainnya juga turut dilaksanakan, seperti pembenahan kusen, pintu, serta jendela yang mengalami kerusakan akibat dampak bencana. Pada fasilitas pendukung, pekerjaan kamar mandi serta pemasangan paving blok di lingkungan sekolah terus dikerjakan guna meningkatkan kebersihan dan kenyamanan area sekolah. Sementara itu, pekerjaan pagar dan perbaikan atap sekolah juga menunjukkan perkembangan positif sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan sekaligus perlindungan bangunan dari faktor cuaca.

Tak hanya berfokus pada ruang belajar utama, personel Satgas Gulbencal juga melaksanakan pekerjaan pada rumah dinas guru serta pembangunan perpustakaan sekolah. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik sekaligus mendorong peningkatan minat baca siswa melalui tersedianya fasilitas literasi yang memadai.

Di sisi lain, perbaikan lapangan bulutangkis sekolah turut dikerjakan untuk menunjang kegiatan olahraga siswa. Pekerjaan pembangunan gapura sekolah, serta pembangunan fasilitas UKS dan kantin juga terus berjalan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, tertib, dan representatif.

Pekerjaan mushola sekolah juga terus berlangsung sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan sarana ibadah di lingkungan sekolah, sehingga kegiatan keagamaan dapat berjalan dengan lebih nyaman bagi warga sekolah.

Salah seorang guru SDN Sungai Liput/Impres menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan dan kepedulian yang diberikan oleh personel TNI melalui Satgas Gulbencal. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan rehabilitasi ini sangat membantu pihak sekolah dalam mempercepat pemulihan sarana pendidikan yang rusak akibat bencana. Menurutnya, kehadiran TNI tidak hanya membawa bantuan tenaga dan pembangunan fisik, tetapi juga memberikan semangat baru bagi para guru dan siswa untuk kembali menjalankan aktivitas belajar dengan lebih optimal.

Beliau juga menegaskan bahwa kerja sama dan semangat gotong royong antara TNI, pihak sekolah, serta masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana, khususnya di sektor pendidikan.

Melalui kegiatan ini, Satgas Gulbencal gabungan Aceh Tamiang berharap seluruh fasilitas pendidikan yang sedang diperbaiki dapat segera selesai dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat sekolah. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan manfaat nyata serta memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong dalam mendukung pembangunan, khususnya di bidang pendidikan.